Pj Gubri Serahkan SK PPPK pada 240 Guru Honorer di Bengkalis
RIAUIN.COM - Di tengah kesibukannya, Pj Gubernur Riau (Gubri), SF Hariyanto menyempatkan diri untuk menyerahkan 240 Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tenaga pendidik di Kabupaten Bengkalis. SK tersebut diserahkan kepada 123 Guru SMAN, 104 Guru SMKN, dan 13 Guru SLB dari 50 sekolah.
Sejumlah guru dan pelajar menyambut gembira Kehadiran Pj Gubernur SF Hariyanto. Orang nomor satu di Provinsi Riau itu disambut arak-arakan dengan iringan kompang.
Dikatakan SF Hariyanto, bahwa penyerahan SK PPPK tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk memberikan kepastian status kepada para guru honorer untuk menjadi aparatur sipil negara. Dengan begitu, semangat serta dedikasi para guru dalam mendidik anak-anak di Riau semakin meningkat.
"Penyerahan SK PPPK merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah provinsi Riau terhadap pengabdian bapak ibu selama honorer dengan ditingkatnya status guru honorer menjadi ASN PPPK. Pemerintah telah meningkatkan kesejahteraan hidup dan karir bapak ibu sekalian," katanya.
Dijelaskan, Pemprov Riau selalu berupaya memberikan kepdulian untuk seluruh tenaga honorer. Terlebih, kesejahteraan guru ini memang sangat penting dalam membentuk karakter anak dan masa depan bangsa.
"Ada yang 31 tahun lamanya mengabdi sebagai tenaga honorer, luar biasa penantianya menjadi PPPK. Inilah kepedulian Pemerintah Provinsi Riau terhadap pegawai honorer, memang ada keterlambatan kemarin bukan karena kami tetapi saat penerimaan di pemerintah pusat," jelasnya.
Lebih lanjut, Pj Gubernur SF Hariyanto berharap para guru dapat terus berinovasi dalam mengajar anak didik. Ia berpesan untuk guru-guru agar bisa mengembangkan potensi menyesuaikan perkembangan teknologi yang ada.
"Saya minta guru-guru PPPK untuk terus mengembangkan kompetensi, ilmu pengetahuan, serta meningkatkan keterampilan dan terus berlatih untuk menguasai bidang teknis lainnya. Apalagi sekarang perkembangan teknologi dan informasi semakin cepat sehingga kita harus menyesuaikan dalam menerapkan program merdeka belajar," harapnya.
Sementara itu, seorang guru benama Ahmad (58 tahun), mengaku terharu menerima SK PPPK dari Pj Gubernur Riau. Menurutnya, banyak sekali pengalaman yang dilalui selama 29 tahun mengabdi sebagai tenaga honorer.
"Saya bekerja sebagai honorer sudah 29 tahun. Alhamdulillah saya senang sekali, karena inilah penantian yang sangat kami tunggu-tunggu mungkin inilah kesempatan untuk kita. Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada bapak Pj Gubernur," katnya singkat. (*)
Berita Lainnya
Pemprov Riau Minta Efisiensi Energi, Penggunaan Aula Masjid An-Nur Ditata Ulang
Riau Bersiap Terapkan Sistem Merit, Pola Lama Seleksi Jabatan Bakal Dihapus
BPMR An Nur Luruskan Isu Miring Penghentian MPQ: yang Diatur Penggunaan Fasilitas Masjid, Bukan Kegiatan Mengaji
Riau Tembus Tiga Besar Nasional Capaian Imunisasi Ibu Hamil
Rokan Hilir Rebut Gelar Juara Umum MTQ Riau 2026
Khitan Ceria PHR Wujudkan Senyum Sehat Generasi Masa Depan Rokan
Pemprov Riau Minta Efisiensi Energi, Penggunaan Aula Masjid An-Nur Ditata Ulang
Riau Bersiap Terapkan Sistem Merit, Pola Lama Seleksi Jabatan Bakal Dihapus
BPMR An Nur Luruskan Isu Miring Penghentian MPQ: yang Diatur Penggunaan Fasilitas Masjid, Bukan Kegiatan Mengaji
Riau Tembus Tiga Besar Nasional Capaian Imunisasi Ibu Hamil
Rokan Hilir Rebut Gelar Juara Umum MTQ Riau 2026
Khitan Ceria PHR Wujudkan Senyum Sehat Generasi Masa Depan Rokan