PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Areal Perkantoran Bhakti Praja Jadi Lokasi Mabuk Lem 6 Remaja SMP
PELALAWAN, Riauin.com - Suasana kantor yang sepi saat hari libur di areal perkantoran Bhakti Praja, Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan, Minggu (1/10/17) malah dimanfaatkan oleh 6 remaja yang masih berstatus pelajar SMP untuk mabuk lem.
Petugas Satpol PP Kabupaten Pelalawan yang mendapat informasi langsung mengamankan enam remaja tersebut. "Enam remaja diamankan tadi pagi sekitar jam 10.00 WIB di areal," kata Kasatpol PP dan Damkar Pelalawan, H Abu Bakar, melalui Kasi Penertiban, Sofyan MH.
Karena kedapatan sedang mabuk lem, enam remaja tersebut digelandang menuju kantor Satpol PP dan diserahkan ke penyidik PPNS, Ariadi SH dan Rospandi S.Sos untuk dimintai keterangan. Ternyata mereka masih pelajar.
"Lima remaja masih berstatus sebagai pelajar SMP di Pangkalan Kerinci, sedangkan seorang remaja lagi sudah putus sekolah," jelasnya.
Sofyan menyebutkan, petugas mendapati barang bukti lem yang digunakan untuk mabuk. Keenam remaja ini mengakui perbuatannya.
"Ini sangat mengkhawatirkan, makanya kita panggil orangtua mereka agar lebih ketat dalam melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya karena dampak lem yang dihirup sangat berbahaya bagi kesehatan," pungkas Kasi Penertiban. (src)
Petugas Satpol PP Kabupaten Pelalawan yang mendapat informasi langsung mengamankan enam remaja tersebut. "Enam remaja diamankan tadi pagi sekitar jam 10.00 WIB di areal," kata Kasatpol PP dan Damkar Pelalawan, H Abu Bakar, melalui Kasi Penertiban, Sofyan MH.
Karena kedapatan sedang mabuk lem, enam remaja tersebut digelandang menuju kantor Satpol PP dan diserahkan ke penyidik PPNS, Ariadi SH dan Rospandi S.Sos untuk dimintai keterangan. Ternyata mereka masih pelajar.
"Lima remaja masih berstatus sebagai pelajar SMP di Pangkalan Kerinci, sedangkan seorang remaja lagi sudah putus sekolah," jelasnya.
Sofyan menyebutkan, petugas mendapati barang bukti lem yang digunakan untuk mabuk. Keenam remaja ini mengakui perbuatannya.
"Ini sangat mengkhawatirkan, makanya kita panggil orangtua mereka agar lebih ketat dalam melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya karena dampak lem yang dihirup sangat berbahaya bagi kesehatan," pungkas Kasi Penertiban. (src)
Berita Lainnya
Mesin PETI Depan Rumah Warga Dibakar Polisi Kuansing, Operator Lolos Lewat Sungai
Usut 45 Kasus Karhutla, Ditreskrimsus Polda Riau Serahkan 17 Perkara ke JPU
Polres Rohil Cokok Otak Pembakaran Perahu dan Jaring Ikan di Tanjung Balai
Polisi Tangkap Empat Pembakar Lahan dan Kawasan Hutan di Siak
Usut Izin Hutan Kuansing, KPK Dalami Aliran Uang Koperasi ke Kemenhut
Polres Rohul Tangkap Penggarap Kawasan Hutan Terkait Karhutla Empat Hektar
Mesin PETI Depan Rumah Warga Dibakar Polisi Kuansing, Operator Lolos Lewat Sungai
Usut 45 Kasus Karhutla, Ditreskrimsus Polda Riau Serahkan 17 Perkara ke JPU
Polres Rohil Cokok Otak Pembakaran Perahu dan Jaring Ikan di Tanjung Balai
Polisi Tangkap Empat Pembakar Lahan dan Kawasan Hutan di Siak
Usut Izin Hutan Kuansing, KPK Dalami Aliran Uang Koperasi ke Kemenhut
Polres Rohul Tangkap Penggarap Kawasan Hutan Terkait Karhutla Empat Hektar