• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Respons Keluhan SPPG, Pemkab Kuansing Ungkap Dasar Penetapan PJJ Mendadak
10 September 2026
Pengumuman PJJ Kabut Asap di Kuansing Mendadak, Pengelola SPPG Rugi Puluhan Juta
09 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026

  • Home
  • Opini

Catatan: Syaukani Al Karim

Seri Perdana Payung Negeri

Redaksi

Senin, 13 Mei 2024 23:25:43 WIB
Cetak
Syaukani Al Karim

Di Klenteng Hun Bi Kuan, Siak Kecil, Bengkalis, perempuan separuh baya itu berjalan dengan bersahaja. Langkahnya tidak diatur-atur agar terlihat anggun. Ia melemparkan senyum kepada setiap orang yang menyapa. Senyumnya merekah dan penuh keriangan. Bukan sebuah senyum plastik hasil  operasi pencitraan dari pedagang kosmetik politik.

Dia menyalami semua orang yang mengulurkan tangan. Tepat di depan sebuah kursi undangan, seorang perempuan tua Tiong Hoa, memberi salam dengan ritus tradisi, dengan meletakkan dua tangan di dada. Dia mengambil tangan perempuan tua itu, dan tak hanya menyalami,  Dia, sambil menunduk, membawa punggung tangan perempuan tua  itu ke wajah dan   dahinya.  Dia menghormati perempuan tua tiong hoa itu, dengan ritual penghormatan seorang perempuan Melayu dan Islam.

Bagi saya, peristiwa beberapa detik itulah pemandangan yang paling indah, dari semua  prosesi yang mungkin  terjadi di tempat itu. Saya memang tak berada di sana, tapi menemukan getarnya, ketika melihat potongan-potongan video yang singgah di laman facebook. Mengapa itu menggetarkan? Karena Jika yang melakukan itu, seorang perempuan biasa atau anak dari perempuan tua itu, meski indah, tapi tentulah bukan sebuah keindahan yang mengagumkan.  Namun, yang melakukan ini, adalah seorang pemimpin puncak, seorang Seri Perdana Payung Negeri. Setiap orang menghormatinya dan ingin menjadi bagian dari inner circle-nya, berebut untuk berada di dekatnya, atau paling tidak, tidak dibenci olehnya.

Peristiwa sekian detik itu, merupakan sebuah kronik keteladanan, dari sekian keteladanan  lain, yang  ada  dan bersemayam dalam segala keterbatasan dirinya selaku makhluk Peristiwa itu mengajarkan kita, bahwa keranggian, kesantunan, kerendahahan hati, dan kebersahajaan, haruslah menjadi sesuatu yang tidak boleh lepas luncas dari diri, sesuatu yang pantang lekang oleh jabatan, tak boleh lapuk oleh kekuasaan, dan kekayaan.

Menjadi rendah hati, dalam kekuasaan, dalam kekayaan, dan kekuatan yang nyaris  paripurna, bukanlah sesuatu yang mudah, karena sifat itu bertentangan dengan hasrat, keniscayaan dan naluri kesombongan. Tapi, Dia,  perempuan itu, dapat melakukannya, dan mengajarkan satu kalimat kearifan, bahwa meskipun kita adalah pemimpin bagi semua orang, tapi tetaplah kita seorang “anak” dari setiap ibu, dan seorang anak, wajib memuliakan seorang Ibu. Inilah sikap yang agung dari kesejatian bangsawan [majestas], sesuatu nan mengacak-acak hati [tremendum], serta puncak indah dalam pandangan mata [fascinosum].

Begitulah semestinya seorang pemimpin dalam dunia Melayu. Tidak hanya berkutat pada meluruskan yang melintang, menyelesaikan yang kusut, atau memastikan adanya beras yang akan ditanak di dapur-dapur rakyatnya,, tapi lebih dari itu, dia juga harus menunjukkan keteladanan dan dapat menjadi sitawar sidingin, dalam pergulatan hidup, yang kadang terasa
sulit dan penuh bahang.

Keramahan, kebersahajaan, empati, rekahan senyum, dan lebar tawa, yang ditunjukkan seorang pemimpin, secara spiritual, akan menumbuhkan suasana teduh, menerbitkan harapan, serta memperkokoh keyakinan rakyat, bahwa segala situasi akan menemukan solusi, pertanyaan akan menemukan jawaban, dan langkah akan sampai pada tujuan. Dengan ikhtiar yang keras untuk memajukan semua bidang, lalu ditambah dengan keteladanan, maka negeri akan bagai telaga di tepi bukit, bagai tasik di bawah gunung.

Ketika berkampanye di Kelapapati Tengah, untuk pencalonannya sebagai bupati  pada 2020  yang lalu, saya mengatakan, bahwa Dia, patut untuk didukung dan dimenangkan, karena selain faktor pendidikan, kemampuan, dan kebaikan spiritual, juga karena Dia seorang perempuan, bukan  sekedar wanita.

Kalau kata “wanita” lebih berkonotasi pada takrif keberanian, maka perempuan, mengatasi itu. Perempuan adalah “empu” yang dalam dirinya ada ke-elokan [bukan kecantikan lahiriah],  sikap keikhlasan akan fitrah, ketangguhan penciptaan, serta kemampuan untuk mengasuh, memelihara, serta memuliakan kehidupan. Sikap perempuan yang ibu, yang melekat pada dirinya, akan menjadi jaminan bahwa Dia, akan bertungkus lumus dalam melaksanakan fungsinya.

Begitu juga ketika memberikan alas fikir bagi gelar kehormatan adat “Seri Perdana Payung Negeri”  yang dianugerahkan kepadanya. Saya menyebutkan, bahwa Dia adalah seorang perempuan yang ranggi tanpa meninggalkan kodrat, dan kuat dalam menjungjung amanah. Dia secara tunak meletakkan diri dalam ruang-ruang kemanusiaan, serta terus mengasah kemampuan untuk mengenal antara kasa dan cindai.

Ternyata, Dia memang mampu menjadi “Payung Negeri” yang memuliakan semua orang, dengan tidak melihat alas suku, agama, ras, dan tingkat kehidupan. Apa yang kita lihat di Kelenteng Hun Bi Kuan,  telah memverifikasi kemampuannya dalam memayungi, meneguhkan gelar adatnya, sekaligus memverifikasi kelas kepemimpinannya.

Kepemimpinan dan sikap kepemimpinan, merupakan sebuah perjanjian suci, yang sudah diikat kuat, disimpai ketat, dan terjaga dalam ruang rahim adat dan kearifan Melayu [Lembaga]. Ianya harus dijaga dan dijalankan sebagaimana mestinya, dan jika amanah kepemimpinan itu dijalankan dengan penuh martabat, maka kita akan selalu memiliki harapan, bahwa negeri Bengkalis pada masa datang akan menjadi negeri yang elok dan menjanjikan.

Tetaplah menjadi pemimpin yang seperti itu, yang tahu duduk pada tempatnya, yang tahu tegak pada layaknya. Seorang pemimpin yang dalam rendah dia tinggi,  yang dalam tinggi dia rendah. Pada yang jauh dia dekat, pada yang dekat pula dia jauh. Lalu teruslah berjuang, untuk menjadikan negeri ini, sebagai negeri yang bermarwah, maju, dan sejahtera.

Saya percaya, bahwa dia akan dapat untuk sampai pada matlamat kepemimpinan yang kita harapkan. Tugas kita adalah mendukungnya, memberikan masukan yang baik, tidak membebaninya dengan hasutan atau merecokinya dengan pikiran dan tindakan yang buruk, tidak membawanya ke tebing-tebing retak, atau ke tubir-tubir jurang. Tugas kita adalah menjaganya agar selalu berada pada jalan yang haq, laluan yang lurus, agar dia dapat menyesuaikan langkah dan lenggang, memadukan madah dengan tingkah, agar darinya setiap “kata” dapat di “kota”, agar hasil yang capai setimpal dengan ikhtiar yang dilakukannya.

Saya percaya dia bisa.  Dia bisa menjadi payung negeri ini, karena dia adalah perempuan yang tangguh nan lembut hati. Karena dia seorang perempuan yang ramah, riang, namun penuh empati. Dia bisa, karena baik  secara harpiah maupun maknawi, dia adalah  seorang Kasmarni. ***

 

Penulis adalah seniman, budayawan
Timbalan Ketua Umum MKA LAMR Provinsi Riau
Ketua Sementara LAMR Kabupaten Bengkalis.


 Editor : Novita


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin

Kalau Alam Sudah Menegur

Pacu Jalur, Adat, dan Kesejahteraan: Rekomendasi Konkret untuk Pemkab Kuansing

Kepala Daerah: Antara Popularitas dan Janji Kampanye

RUU Migas Memperkuat Wilayah Penghasil atau Hanya Mengubah Penataan Kekuasaan di Pusat?

Krisis Kepercayaan: Mengapa Publik Meragukan Media Arus Utama

Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin

Kalau Alam Sudah Menegur

Pacu Jalur, Adat, dan Kesejahteraan: Rekomendasi Konkret untuk Pemkab Kuansing

Kepala Daerah: Antara Popularitas dan Janji Kampanye

RUU Migas Memperkuat Wilayah Penghasil atau Hanya Mengubah Penataan Kekuasaan di Pusat?

Krisis Kepercayaan: Mengapa Publik Meragukan Media Arus Utama

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
  • 2 Beda Data PPh Migas WK Rokan, Pemprov Riau Minta Penjelasan DJP dan SKK Migas
  • 3 Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
  • 4 BRK Syariah dan Pemko Tanjungpinang Luncurkan Gurindam Pay, Inovasi Digital untuk Optimalkan PAD Secara Real Time
  • 5 Pusaran Dugaan Rp4,8 Miliar PPPK Kuansing: Suhardiman Amby Disebut Bakal Bernyanyi di KPK, Pintu Masuk Kunci Tersangka Baru
  • 6 Kilang Dumai Dipastikan Aman, Pertamina Sampaikan Maaf Atas Kebisingan Saat Start Up Unit
  • 7 Perkuat Kapasitas Nasional, PHR Resmi Luncurkan Program Magang Batch 9
  • 8 Pemprov Riau Kategorikan BRK Syariah Berkinerja Positif, Jadi Salah Satu Penopang Utama PAD
  • 9 DPR RI Desak Kemendagri Bentuk Ditjen BUMD, Optimalkan Kekayaan Alam Riau
Terkini +INDEKS

Ketua DPRD Riau Terima Aspirasi KSPSI, Soroti 8 Isu Krusial dalam RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

10 September 2026
PLN Dorong Songket Banyuasin Naik Kelas, Perkuat Perajin Lokal hingga Bidik Pasar Global
10 September 2026
Polres Siak Resmi Tetapkan Pengasuh Ponpes Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Anak
10 September 2026
Puluhan Dapur Program MBG di Riau Dibekukan BGN, Rohil Terbanyak
10 September 2026
Satpol PP Pekanbaru Instruksikan Pembongkaran Mandiri 17 Lapak Liar di Jalan Air Hitam
10 September 2026
Wajah Baru Monumen F-16 Lanud Roesmin Nurjadin, Ada Ilustrasi Arjuna Memanah di Ekor Pesawat
10 September 2026
Polresta Pekanbaru Usut Laporan Dugaan Kekerasan Seksual IRT oleh Pengusaha
10 September 2026
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Bupati Rohil Serahkan Dokumen Dukungan Pembentukan Provinsi Riau Pesisir
10 September 2026
Mendagri Serahkan Penghargaan Lingkungan IMT-GT ke Wakil Walikota Pekanbaru
10 September 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved