Total 1.126 Hotspot Karhutla Terpantau di Sumatera, Udara Pekanbaru Tidak Sehat
RIAUIN.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga saat ini masih belum berakhir. Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 1.146 titik panas (hotspot) di 8 provinsi di Sumatera. Hotspot terbanyak berada di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang berjumlah 753 titik.
"Di Provinsi Jambi 33 titik, Bengkulu 4, Lampung 159, Sumatera Barat 6, Kepulauan Riau 4, Bangka Belitung 125 titik, dan Riau 42 titik," kata Forecaster on Duty BMKG SSK II Pekanbaru, Sanya G, Jumat (13/10/2023).
Khusus di Riau, 42 titik hotspot itu berada di Kabupaten Bengkalis 2 titik, Meranti 2, Kampar 4, Kuansing 1, Siak 1 dan Inhu 32 titik.
Sementara, suhu udara dari pagi hingga malam hari di Kota Pekanbaru dan sekitarnya cerah berawan. Potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kuantan Singingi, Pelalawan, Kota Pekanbaru, dan Kota Dumai.
Jarak pandang pada berkisar antara 2 sampai 7 kilometer di Kota Pekanbaru dan sekitar dengan status udara kabur dan berkabut. Sementara jarak pandang di Indragiri Hulu hanya 2 kilometer karena kabut.
Sesuai data ter-update BMKG Selasa (13/10/2023) pagi, kualitas udara di Kota Pekanbaru tergolong tidak sehat. Hal ini tertera pada grafik yang menyentuh garis kuning dengan angka 67,50 µgram/m3.
Soal kondisi kualitas udara, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Ramlan menjelaskan, bahwa hal ini masih dibawah ambang batas.
"Memang biasanya agak sedikit berkabut, hal ini disebabkan kelembaban yang masih tinggi karena cahaya matahari belum maksimal menyinari permukaan. Seiiring menjelang siang, sinar matahari maksimal menyinari permukaan sehingga cuaca kabur/kabut akan terangkat ke udara sehingga jarang pandang mulai clear," kata Ramlan.-dnr
Berita Lainnya
Dinilai Noda Tradisi dan Lempar Hinaan di Medsos, Polda Sitanggang Dilaporkan ke Polres Kuansing Jumat Esok
PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi
Buntu di Perbatasan: Mengapa Sungai Kuantan Gagal Dipulihkan
Aksi Pamer Tuak di Gelanggang Pacu Jalur Bikin Geram Warga Lokal, PBK Minta Maaf
Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!
Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur
Dinilai Noda Tradisi dan Lempar Hinaan di Medsos, Polda Sitanggang Dilaporkan ke Polres Kuansing Jumat Esok
PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi
Buntu di Perbatasan: Mengapa Sungai Kuantan Gagal Dipulihkan
Aksi Pamer Tuak di Gelanggang Pacu Jalur Bikin Geram Warga Lokal, PBK Minta Maaf
Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!
Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur