PILIHAN
Mahasiswa UR Demo Tolak Draft Statuta
Demo ratusan mahasiwa UR di depan gedung rektorat
RATUSAN mahasiswa Universitas Riau, Senin (21/3/2016) menggelar aksi demo sekitar pukul 08.00 wib. Awalnya aksi demonstrasi berjalan damai, mahasiswa menggelar aksi konvoi keliling kampus dengan mengendarai sepeda motor dan berhenti di depan gedung rektorat.
Para mahasiswa minta Rektor UR, Prof Dr Ir Aras Mulyadi, DEA untuk menemui mereka. Namun permintaan tersebut tak digubris pihak Rektor.
Tak berselang lama mahasiswa pun terprovokasi sehingga melakukan hal-hal lebih berani. Mahasiswa mendesak masuk ke gedung rektorat untuk langsung menemui Rektor yang tak kunjung hadir di tengah mereka.
Dalam orasinya, mahasiswa menolak usulan draft statuta UR yang menghapuskan keterwakilan mahasiswa dalam keanggotaan senat universitas dan mengajak seluruh senat universitas untuk berfikir kritis. Karena keberadaan mahasiswa dalam senat Universitas Riau sangat penting dalam penyampaian aspirasi mahasiswa. Mereka juga menuntut berbagai perbaikan sarana dan prasarana kampus.
"Kami sangat kecewa dengan keputusan rektor yang mengambang dan beralasan mengacu pada perundang-undangan yang berlaku," kata Orator, Triadi.
Selang beberapa saat, Rektor akhirnya berkenan menjumpai mahasiswa dan memberikan tanggapannya atas tuntutan pendemo. Rektor mengatakan akan mempertimbangkan tuntutan mahasiswa, namun tetap mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sementara itu, aktivis HIMA Prodi FKIP PPKN UR, Adit Putra Gunesa mengatakan dirinya bersama ratusan mahasiswa yang ikut aksi demo ini siap menerima konsekwensi apapun. Karena dia menilai tak ada satupun undang-undang yang melarang menyampaikan pendapat di negeri ini.
"Kami hanya menuntut hal-hal yang baik demi kebaikan kamus ini. Kami ingin kampus ini menjadi lebih baik. Tapi jika salah satu dari kami di DO (droup out) kami akan keluar dan meminta untuk di DO semuanya," ujarnya.
Para mahasiswa yang sudah menduduki lantai tiga gedung rektorat UR itu pun akhirnya sekitar pukul 111.35 wib membubarkan diri. OLE
Para mahasiswa minta Rektor UR, Prof Dr Ir Aras Mulyadi, DEA untuk menemui mereka. Namun permintaan tersebut tak digubris pihak Rektor.
Tak berselang lama mahasiswa pun terprovokasi sehingga melakukan hal-hal lebih berani. Mahasiswa mendesak masuk ke gedung rektorat untuk langsung menemui Rektor yang tak kunjung hadir di tengah mereka.
Dalam orasinya, mahasiswa menolak usulan draft statuta UR yang menghapuskan keterwakilan mahasiswa dalam keanggotaan senat universitas dan mengajak seluruh senat universitas untuk berfikir kritis. Karena keberadaan mahasiswa dalam senat Universitas Riau sangat penting dalam penyampaian aspirasi mahasiswa. Mereka juga menuntut berbagai perbaikan sarana dan prasarana kampus.
"Kami sangat kecewa dengan keputusan rektor yang mengambang dan beralasan mengacu pada perundang-undangan yang berlaku," kata Orator, Triadi.
Selang beberapa saat, Rektor akhirnya berkenan menjumpai mahasiswa dan memberikan tanggapannya atas tuntutan pendemo. Rektor mengatakan akan mempertimbangkan tuntutan mahasiswa, namun tetap mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sementara itu, aktivis HIMA Prodi FKIP PPKN UR, Adit Putra Gunesa mengatakan dirinya bersama ratusan mahasiswa yang ikut aksi demo ini siap menerima konsekwensi apapun. Karena dia menilai tak ada satupun undang-undang yang melarang menyampaikan pendapat di negeri ini.
"Kami hanya menuntut hal-hal yang baik demi kebaikan kamus ini. Kami ingin kampus ini menjadi lebih baik. Tapi jika salah satu dari kami di DO (droup out) kami akan keluar dan meminta untuk di DO semuanya," ujarnya.
Para mahasiswa yang sudah menduduki lantai tiga gedung rektorat UR itu pun akhirnya sekitar pukul 111.35 wib membubarkan diri. OLE
Berita Lainnya
PLN UIP3B Sumatera Salurkan 40 Ekor Sapi dan 12 Ekor Kambing, Ribuan Masyarakat Rasakan Manfaatnya
FWK Minta Presiden Benahi MBG & Naikkan Subsidi Kebutuhan Pokok
Duka di Serdang Bedagai, Prajurit yang Gugur di Lebanon Itu Dikenal Sosok Ramah dan Pekerja Keras
Gerakan APPMBGI: Mengawal Gizi dari Desa Hingga Kota
Pemprov Riau Perketat Penggunaan Dana Bagi Hasil Sawit
Perkuat Tulang Punggung Listrik Riau, PLN Lakukan Final Check Relokasi Tower SUTT 150 kV
PLN UIP3B Sumatera Salurkan 40 Ekor Sapi dan 12 Ekor Kambing, Ribuan Masyarakat Rasakan Manfaatnya
FWK Minta Presiden Benahi MBG & Naikkan Subsidi Kebutuhan Pokok
Duka di Serdang Bedagai, Prajurit yang Gugur di Lebanon Itu Dikenal Sosok Ramah dan Pekerja Keras
Gerakan APPMBGI: Mengawal Gizi dari Desa Hingga Kota
Pemprov Riau Perketat Penggunaan Dana Bagi Hasil Sawit
Perkuat Tulang Punggung Listrik Riau, PLN Lakukan Final Check Relokasi Tower SUTT 150 kV