PILIHAN
Wow... Tunggakan Pajak Riau Kepri Tembus Angka Rp1 Triliun
Ilustrasi
HASIL rekapitulasi realisasi pajak tahun 2015 lalu di Direktorat Jendral Pajak (DJP) Riau dan Kepulauan Riau, tidak kurang dari Rp 1 triliun. Ini merupakan potensi penerimaan negari dari pajak yang tidak terpungut dari pengunggak pajak.
Kepala DJP Kantor Wilayah Perwakilan Riau-Kepri, Jatnika, mengatakan bahwa estimasi angka lebih Rp 1 triliun tersebut dari beragam sektor usaha yang melakukan tunggakan pajak.
Jatnika menyebutkan, DJP Riau dan Kepri sudah memperoleh data terkait soal penunggak pajak. Karena itu pihaknya akan melakukan penertiban.
"Pelemahan pertumbuhan ekonomi Riau tahun 2015 menyebabkan target pajak di Riau dan Kepulauan Riau gagal tercapai. Namun target pendapatan pajak tahun 2016 tetap naik 38 persen," ujarnya.
DJP Riau Kepri berharap adanya dorongan pemilik data perpajakan khusunya pemerintah daerah dan asosiasi untuk memberikan data wajib pajak untuk membantu pencapaian target penerimaan pajak tahun ini.
"Data tersebut juga diperlukan untuk melakukan pengejaran kepada pelaku usaha yang masih membandel melaksanakan kewajibannya membayar pajak. Sebab tahun ini merupakan tahun penegakan hukum," tegasnya.
Target penerimaan pajak 2015 lalu sebesar Rp 25,18 triliun dan hanya terealisasi Rp 19,2 triliun. Ini disebabkan kenaikan target penerimaan pajak yang terlalu tinggi selain pertumbuhan ekonomi Riau tahun buku 2015 yang hanya 1 persen lebih. TSR
Kepala DJP Kantor Wilayah Perwakilan Riau-Kepri, Jatnika, mengatakan bahwa estimasi angka lebih Rp 1 triliun tersebut dari beragam sektor usaha yang melakukan tunggakan pajak.
Jatnika menyebutkan, DJP Riau dan Kepri sudah memperoleh data terkait soal penunggak pajak. Karena itu pihaknya akan melakukan penertiban.
"Pelemahan pertumbuhan ekonomi Riau tahun 2015 menyebabkan target pajak di Riau dan Kepulauan Riau gagal tercapai. Namun target pendapatan pajak tahun 2016 tetap naik 38 persen," ujarnya.
DJP Riau Kepri berharap adanya dorongan pemilik data perpajakan khusunya pemerintah daerah dan asosiasi untuk memberikan data wajib pajak untuk membantu pencapaian target penerimaan pajak tahun ini.
"Data tersebut juga diperlukan untuk melakukan pengejaran kepada pelaku usaha yang masih membandel melaksanakan kewajibannya membayar pajak. Sebab tahun ini merupakan tahun penegakan hukum," tegasnya.
Target penerimaan pajak 2015 lalu sebesar Rp 25,18 triliun dan hanya terealisasi Rp 19,2 triliun. Ini disebabkan kenaikan target penerimaan pajak yang terlalu tinggi selain pertumbuhan ekonomi Riau tahun buku 2015 yang hanya 1 persen lebih. TSR
Berita Lainnya
Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!
Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur
Tak Mempan Operasi Lokal, Pemulihan Sungai Kuantan Menunggu Perintah Langsung Presiden Prabowo
Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT
Geliat Pacu Jalur Tak Berbekas di Kas Daerah: Potensi Pajak Hotel Rp1,44 M Menguap
Realisasi Retribusi Perikanan Baru 5,16 Persen, Pajak Sarang Walet Kuansing Masih Nol
Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!
Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur
Tak Mempan Operasi Lokal, Pemulihan Sungai Kuantan Menunggu Perintah Langsung Presiden Prabowo
Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT
Geliat Pacu Jalur Tak Berbekas di Kas Daerah: Potensi Pajak Hotel Rp1,44 M Menguap
Realisasi Retribusi Perikanan Baru 5,16 Persen, Pajak Sarang Walet Kuansing Masih Nol