Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
Harga Sawit Naik, Petani di Siak Tetap Menderita, Alfian: Harga Pupuk Capai Rp800 Ribu
RIAUIN.COM - Naiknya harga tandan buah sawit (TBS) yang mencapai Rp2.400 - Rp2.500 di pasaran, tidak serta merta membuat kehidupan petani sawit di Provinsi Riau semakin membaik.
Bahkan sebaliknya. Akibat sulit mendapatkan pupuk bersubsidi, petani malah menderita. Mereka terpaksa membeli pupuk jenis NPK non subsidi hingga Rp800 ribu per karung (sak). Sedangkan pupuk urea mencapai Rp450 ribu per sak.
Penderita petani yang tergabung dalam kelompok tani swadaya mandiri, bukan hanya masalah pupuk. Namun, harga tandan buah sawit (TBS) juga dibeli lebih murah oleh Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Selisihnya Rp400 hingga Rp500 per kilogram.
"Derita petani swadaya mandiri seperti saya dan petani lainnya sangat komplit. Kami ini anak tiri. Tak pernah mendapat perhatian dari pemerintah," keluh Alfian Tanjung, Ketua Kelompok Tani Siak Berkah Mandiri di Desa Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, kepada Riauin.com, Kamis (9/2/2023).
Alfian menceritakan, sejak dirinya menjabat sebagai ketua kelompok tani 5 tahun lalu, sampai saat ini tercatat 64 orang anggotanya. Dimana, jumlah lahan sawit dikelola sekitar 138 hektar.
"Yang saya sesalkan, kenapa harga TBS dari kelompok tani swadaya mandiri seperti kami ini harga jual lebih murah dari harga tim dan plasma. Padahal, sama-sama buah sawit yang dimanfaatkan pemerintah untuk CPO," ujarnya.
Dia mencontohkan, untuk harga TBS pekan ini yang diumumkan Pemerintah Provinsi Riau mencapai Rp2.400 per kilogram.
"Tapi harga TBS kita cuma dibayar Rp2.000 atau kurang Rp400 per kilo dari buah sawit kelompok tani plasma. Ini kan tak adil. Pupuk subsidi tak dapat, harga jual juga murah. Semakin lengkap penderitaan kami," keluhnya.
Dia menjelaskan, pupuk jenis urea biasanya digunakan sampai buah sawit berusia 5 tahun. Harga pupuk urea subsidi Rp140 ribu per sak (berat 50 kg), sedangkan non subsidi Rp400 ribu.
Setelah buah sawit berusia 5 tahun atau sudah berbuah pasir, lanjut Alfian, digunakan pupuk jenis NPK dan KCL. Pupuk ini bermanfaat agar mendapatkan buah yang bagus dan banyak.
"Petani swadaya mandiri sering mengeluhkan mahalnya harga pupuk jenis NPK dan KCL ini. Saat ini, jenis NPK harga pupuk subsidi Rp240 ribu per sak, non subsidi Rp800-Rp900 ribu. Selisihnya sampai Rp500 ribu per sak," jelasnya.
Pupuk jenis NPK ini digunakan petani 4 bulan sekali. Alfian mengatakan, untuk lahan sawit 2 hektare, dibutuhkan sekitar 35-40 sak pupuk untuk setahun.
"Akibat mahalnya harga pupuk, akhirnya petani swadaya mandiri terus menjerit. Sementara, pupuk subsidi tak pernah kita nikmati," kata Alfian.
Menurutnya, setiap kecamatan di Kabupaten Siak memiliki satu distributor pupuk bersubsidi. Distributor yang ditunjuk pemerintah itu bertanggung jawab untuk mendistribusikan pupuk subsidi kepada petani, melalui pengecer (kios).
"Setahu saya, setiap kecamatan ada distributor pupuk bersubsidi. Tapi untuk di Dayun, saya ngak pernah tahu. Bagaimana bisa mendapatkan pupuk subsidi, dilibatkan saja kita tak pernah. Buktinya, di Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) tidak ada nama kelompok tani saya. Sudah sering disampaikan ke Kepala Desa dan pihak kecamatan, tapi sampai sekarang tak digubris," pungkasnya.(*)
Berita Lainnya
Ruang Fiskal Tertekan Aturan PMK, Sejumlah Program Pembangunan di Siak Tertunda
Sikap Arogan PT TKWL, Bupati Siak Ambil Alih Pemanggilan Pimpinan Perusahaan
Kemendikdasmen Kaji Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Siak
Pemkab Siak Hibahkan 5 Hektar Lahan demi Urai Kepadatan Lapas
ASN dan Pelaku UMKM di Siak Diminta Waspadai Investasi Ilegal serta Judi Online
Investasi Rp 300 Miliar Pacu Industri Maritim di Tanjung Buton Siak
Ruang Fiskal Tertekan Aturan PMK, Sejumlah Program Pembangunan di Siak Tertunda
Sikap Arogan PT TKWL, Bupati Siak Ambil Alih Pemanggilan Pimpinan Perusahaan
Kemendikdasmen Kaji Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Siak
Pemkab Siak Hibahkan 5 Hektar Lahan demi Urai Kepadatan Lapas
ASN dan Pelaku UMKM di Siak Diminta Waspadai Investasi Ilegal serta Judi Online
Investasi Rp 300 Miliar Pacu Industri Maritim di Tanjung Buton Siak