Remaja Penculik dan Pembunuh Anak Demi Ginjal Belum Tau Mau Jual Organ ke Mana
RIAUIN.COM - Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan menyebut tersangka penculikan dan pembunuhan anak belum mengetahui ingin menjual ke mana jika sudah mendapat organ tubuh dari korban.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto mengatakan sejauh ini belum ditemukan sindikat jaringan perdagangan organ manusia dalam kasus tersebut.
"Untuk sementara kita belum temukan jaringan perdagangan organ. Karena hasil pemeriksaan kita bahwa tersangka ini baru mau coba-coba, kemudian alamat yang dihubungi itu fiktif," kata Budhi, Kamis (12/1) dikutip dari cnnindonesia.
Tersangka AD (17) dan MF (14) yang membunuh anak laki-laki berusia 11 tahun itu baru tertarik untuk mengambil organ tubuh karena melihat tayangan di televisi dan internet. Akan tetapi, mereka belum tahu akan dijual ke mana.
"Sampai saat ini itu belum temukan arah perdagangan organ tubuh. Selama ini menggunakan internet saja, searching-searching. Sudah kita cek, hanya pernah melakukan searching Google. Dia pernah menonton tentang peristiwa perdagangan organ di salah satu tv nasional. Itu saja," ucap Budhi.
Sementara ini, polisi sudah memeriksa kejiwaan terhadap kedua tersangka pembunuhan tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi psikologis para tersangka.
"Yang paling penting, nanti kita lihat hasil psikologinya. Kejiwaannya, apakah anak ini sering mengkhayal atau apa. Nanti hasilnya kita akan sampaikan. Tidak ada yang menyuruh, murni dia sendiri pelakunya. Mungkin minggu depan sudah keluar hasil tes kejiwaan si pelaku," kata dia.
Dua remaja menculik dan membunuh anak laki-laki berusia 11 tahun di Makassar, Sulawesi Selatan, lantaran berniat menjual organ tubuh korban seharga USD 80 ribu.
AD membunuh MFS dengan mencekik kemudian membenturkan kepala korban ke tembok rumahnya sebanyak lima kali
Setelah itu, jenazah korban diikat lalu disimpan ke dalam kantong plastik lalu dibuang di sekitar waduk Nipah-nipah, Kabupaten Maros. (*)
Berita Lainnya
PLN UIP3B Sumatera Salurkan 40 Ekor Sapi dan 12 Ekor Kambing, Ribuan Masyarakat Rasakan Manfaatnya
FWK Minta Presiden Benahi MBG & Naikkan Subsidi Kebutuhan Pokok
Duka di Serdang Bedagai, Prajurit yang Gugur di Lebanon Itu Dikenal Sosok Ramah dan Pekerja Keras
Gerakan APPMBGI: Mengawal Gizi dari Desa Hingga Kota
Pemprov Riau Perketat Penggunaan Dana Bagi Hasil Sawit
Perkuat Tulang Punggung Listrik Riau, PLN Lakukan Final Check Relokasi Tower SUTT 150 kV
PLN UIP3B Sumatera Salurkan 40 Ekor Sapi dan 12 Ekor Kambing, Ribuan Masyarakat Rasakan Manfaatnya
FWK Minta Presiden Benahi MBG & Naikkan Subsidi Kebutuhan Pokok
Duka di Serdang Bedagai, Prajurit yang Gugur di Lebanon Itu Dikenal Sosok Ramah dan Pekerja Keras
Gerakan APPMBGI: Mengawal Gizi dari Desa Hingga Kota
Pemprov Riau Perketat Penggunaan Dana Bagi Hasil Sawit
Perkuat Tulang Punggung Listrik Riau, PLN Lakukan Final Check Relokasi Tower SUTT 150 kV