Korupsi 6,9 M di RSUD Bangkinang, Bendahara Pengeluaran BLUD Ditahan
RIAUIN.COM - Bendahara Pengeluaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau, ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana BLUD.
Berdasarkan perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan per 27 September 2022, tersangka ARV telah merugikan negara sebesar Rp6,992 miliar.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto didampingi Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus), Kombes Ferry Irawan mengatakan, kejadian tersebut berlangsung dalam rentang waktu tahun 2017-2018 lalu.
"Modusnya tersangka membuat pertanggungjawaban fiktif senilai Rp5,470 miliar Lalu membuat pertanggungjawaban lebih tinggi dari pengeluaran sebenarnya Senilai Rp1,503 miliar dan melakukan kelebihan sebesar Rp1,503 miliar," kata Sunarto, Jum'at (23/12/2022).
Selain itu, kata Sunarto, terdapat transaksi uang masuk ke rekening tersangka di Bank BTN kantor kas bangkinang yang berasal dari sisa cek pencairan dengan total Rp853 juta.
Saat ini Dirkrimsus Polda Riau sedang melakukan penyidikan dan pengembangan. Dengan bukti-bukti yang telah berhasil dikumpulkan, tidak menutup kemungkinan akan adanya penetapan tersangka baru.
"Pemeriksaan akan terus dilakukan, kemudian adanya bukti atau tersangka baru sangat terbuka, termasuk nanti kita akan telusuri asal usul dari harta yang dimiliki tersangka. Kalau nanti ada indikasi terkait tindak pidana yang kita tangani tidak menutup kemungkinan nanti akan kita kejar ke TPPUnya," papar Sunarto.
Atas perbuatannya, kini ARV ditahan di Polda Riau dan disangkakan Pasal 2 ayat (1) jo pasal 3 UU 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Ancamannya, hukuman penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun. Selain itu tersangka juga diancam denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 milyar.-dnr
Berita Lainnya
Polresta Pekanbaru Buru Pemasok Sabu Jaringan Pangeran Hidayat
Kesaksian Dani M Nursalam, Komitmen Rp 1 Miliar untuk Abdul Wahid Kandas karena OTT
Polres Rohil Bongkar Jaringan Pengedar Ekstasi Rumahan di Tanah Putih
Sidang Kasus Abdul Wahid, SF Hariyanto Ungkap Adanya Permintaan Komisi 5 Persen untuk Jatah Gubernur
Lima Bulan, Polda Riau Tangkap 525 Pelaku Kriminalitas Jalanan
Sidang Abdul Wahid, SF Hariyanto Ngaku Ditepikan dalam Pembahasan Anggaran Riau
Polresta Pekanbaru Buru Pemasok Sabu Jaringan Pangeran Hidayat
Kesaksian Dani M Nursalam, Komitmen Rp 1 Miliar untuk Abdul Wahid Kandas karena OTT
Polres Rohil Bongkar Jaringan Pengedar Ekstasi Rumahan di Tanah Putih
Sidang Kasus Abdul Wahid, SF Hariyanto Ungkap Adanya Permintaan Komisi 5 Persen untuk Jatah Gubernur
Lima Bulan, Polda Riau Tangkap 525 Pelaku Kriminalitas Jalanan
Sidang Abdul Wahid, SF Hariyanto Ngaku Ditepikan dalam Pembahasan Anggaran Riau