Garuda Mengukir Sejarah di Gelora Bung Karno
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
Sempat Kena Cakar, Karyawan Perusahaan Diserang Harimau Selamat
RIAUIN.COM - Seorang karyawan perusahaan kontraktor diserang seekor Harimau Sumatera. Peristiwa ini terjadi di Desa Serapung, Kecamatan Kuala Kampar, Pelalawan, Sabtu (3/9/2022) malam.
Korban yang diserang bernama Nihar (41) merupakan karyawan kontraktor PT RPM, merupakan rekanan perusahaan pemegang ijin HTI di wilayah Pelelawan.
Beruntung korban selamat dalam peristiwa tersebut, dan telah dievakuasi ke RSUD Selisih Pangkalan Kerinci.
Kepala Balai Besar KSDA Riau, Genman S Hasibuan mengatakan, setelah dilaporkan pihaknya dari Balai Besar KSDA Riau langsung melakukan proses mitigasi.
Genman mengungkapkan, korban sempat diberi pertolongan pertama di klinik mitra perusahaan tempatnya bekerja. Akibat luka dibeberapa bagian tubuhnya.
"Luka korban akibat adanya interaksi negatif dengan Harimau Sumatera berupa serangan dan cakaran yang terjadi kepadanya," jelas Genman, Selasa (6/9/2022).
Menurut laporan yang ia terima, peristiwa tersebut berlangsung di areal konsesi HTI berlokasi di dalam kawasan hutan produksi di Pelelawan.
Saksi-saksi mengatakan, kronologis kejadian berawal pada Sabtu (3/9/2022) malam sekitar pukul 22.00 WIB korban hendak buang air kecil ke kamar mandi di belakang barak atau camp.
Saat berjalan ke arah pintu kamar mandi, dari arah depannya tiba-tiba muncul seekor harimau sumatera di depannya.
Karena sama-sama terkejut, harimau merespon dan langsung menyerang korban dengan dicakar dibeberapa bagian tubuh korban.
Karena diserang hewan buas itu, korban langsung berteriak minta tolong dan teman-temannya langsung mendatangi sumber suara. Sehingga harimau langsung pergi menjauh.
"Upaya lapangan yang dilakukan atas kejadian tersebut adalah dengan menekankan kepada semua karyawan untuk berhati-hati beraktivitas di luar camp, tidak keluar camp sendirian ketika malam hari. Dan memasukkan hewan peliharaannya kedalam kandang tertutup agar tidak mengundang harimau mendekati camp," jelas Genman.
Selain itu, tim yang turun turut menghimbau untuk melakukan pembersihan areal sekitar camp dan memasang terpal/plastik hitam mengelililingi camp sebagai penghalang pandangan harimau.
"Untuk memantau pergerakan dan keberadaan harimau sumatera, telah dilakukan pemasangan camera jebak sejumlah 10 unit," ujar Genman.
Upaya lainnya, pihak Balai Besar KSDA Riau akan segera berkoordinasi dengan manajemen perusahaan untuk upaya komprehensif konservasi harimau di area konsesinya.-dnr
Berita Lainnya
Kebakaran Dini Hari di Tenayan Raya Pekanbaru Hanguskan Rumah dan Tiga Sepeda Motor
Kapal Terbalik di Selat Air Hitam Meranti, Petugas Fokus Cari Kru SB Four Brother 03
Buaya 5 Meter Terkam Nelayan di Inhil, Insiden Ketiga dalam Sebulan
Dua Kali Terjadi, Perairan Sungai Sendewo Meranti Rawan Serangan Buaya Muara
Tabrak Pipa Minyak Pertamina di Rohil, Warga Sumut Meninggal di TKP
Tim SAR Temukan Jasad Remaja Tenggelam di Sungai Kuantan sejauh 800 Meter dari Lokasi Awal
Kebakaran Dini Hari di Tenayan Raya Pekanbaru Hanguskan Rumah dan Tiga Sepeda Motor
Kapal Terbalik di Selat Air Hitam Meranti, Petugas Fokus Cari Kru SB Four Brother 03
Buaya 5 Meter Terkam Nelayan di Inhil, Insiden Ketiga dalam Sebulan
Dua Kali Terjadi, Perairan Sungai Sendewo Meranti Rawan Serangan Buaya Muara
Tabrak Pipa Minyak Pertamina di Rohil, Warga Sumut Meninggal di TKP
Tim SAR Temukan Jasad Remaja Tenggelam di Sungai Kuantan sejauh 800 Meter dari Lokasi Awal