PILIHAN
Siap-siap Kabut Asap, Riau Penyumbang Titik Panas Terbesar
Kebakaran hutan di Riau berpotensi hasilkan kabut asap.
PEKANBARU- Pantauan satelit hingga sore tadi, Sabtu (5/3/2016) menunjukkan titik api didua wilayah di Sumatera meningkat cukup tajam. Kedua wilayah itu adalah Sumatera Utara dengan 16 titik panas sedangkan Riau 53 titik panas.
"Ada peningkatan jumlah titik api sejak pagi hingga sore ini. Pantauan satelit kami hingga sore ada 69 titik, panas, terbanyak di Riau. Pantauan pagi tadi hanya 16 titik, terjadi peningkatan 100 persen," kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Sugarin.
Menurut analisa BMKG titik panas ini berpotensi menyebabkan kabut asap di Riau, karena berada di areal lahan gambut dan lokasinya sulit dijangkau. Diperlukan penanganan serius agar api tidak meluas, sehingga kekhawatiran akan kabut asap kembali tidak terjadi.
"Ke 53 titik panas tersebut berada di Kabupaten Inhil satu titik, dua titik di kawasan Kabupaten Siak, empat titik di Kepulauan Meranti, 14 titik terpantau di Bengkalis, sedangkan penyumbang titik api terbesar berada di wilayah Dumai 16 titik," terangnya. Fio
Berita Lainnya
Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!
Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur
Tak Mempan Operasi Lokal, Pemulihan Sungai Kuantan Menunggu Perintah Langsung Presiden Prabowo
Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT
Geliat Pacu Jalur Tak Berbekas di Kas Daerah: Potensi Pajak Hotel Rp1,44 M Menguap
Realisasi Retribusi Perikanan Baru 5,16 Persen, Pajak Sarang Walet Kuansing Masih Nol
Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!
Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur
Tak Mempan Operasi Lokal, Pemulihan Sungai Kuantan Menunggu Perintah Langsung Presiden Prabowo
Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT
Geliat Pacu Jalur Tak Berbekas di Kas Daerah: Potensi Pajak Hotel Rp1,44 M Menguap
Realisasi Retribusi Perikanan Baru 5,16 Persen, Pajak Sarang Walet Kuansing Masih Nol