Swab Massal di Dinas PUPR Riau, 63 Pegawai Positif Covid-19
RIAUIN.COM - Sebanyak 500 pegawai Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Kawasan Permukinan dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau di Jalan SM Amin Pekanbaru, menjalani pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR), Selasa (22/2/2022).
Dari hasil Swab PCR massal tersebut, terdapat 63 pegawai yang dinyatakan positif Covid-19.
"Total sampai seluruh ada 63 orang yang dinyatakan positif Covid-9 dari hasil kegiatan swab massal di Dinas PUPR hari ini," kata Sekda Provinsi Riau, yang juga Plt Kepala Dinas PUPR PKPP Riau, SF Hariyanto, Selasa (22/2/2022).
Sekdaprov Riau mengatakan, total pegawai yang mengukuti swab massal kali ini sebanyak 500 orang. Swab massal dijadwalkan masih akan berlanjut, terutama bagi pegawai yang kontak erat dengan pegawai yang dinyatakan positif Covid-19.
Sebab pihaknya tidak ingin ada pegawai yang positif Covid-19 dan tetap masuk kerja, sehingga bisa menularkan kemana-mana.
"Hari ini ada 500 orang, besok kita lanjutkan lagi, kita tracing lagi, yang jelas jangan sampai ada yang tertinggal, karena kalau ada satu saja yang positif itukan bisa menularkan kemana-mana," ujarnya.-dnr
Berita Lainnya
Harga Pertamax di Riau Tembus Rp 17.000 per Liter, Tertinggi di Sumatera bersama Sumbar dan Kepri
Belanja Pegawai Riau Kritis, Pemprov Ambil Langkah Darurat
Telat Hadir Ujian CAT, Calon Anggota KPID Riau Gugur Otomatis
Jelang Kunjungan Mendagri, Pemprov Riau Rampungkan Laporan Tiga Program Prioritas Pusat
CPO Melonjak, Harga Sawit Swadaya Riau Tembus Rp 3.674/Kilogram
Pemprov Riau Perketat Pengawasan untuk Lindungi Petani Sawit dari Manipulasi Harga
Harga Pertamax di Riau Tembus Rp 17.000 per Liter, Tertinggi di Sumatera bersama Sumbar dan Kepri
Belanja Pegawai Riau Kritis, Pemprov Ambil Langkah Darurat
Telat Hadir Ujian CAT, Calon Anggota KPID Riau Gugur Otomatis
Jelang Kunjungan Mendagri, Pemprov Riau Rampungkan Laporan Tiga Program Prioritas Pusat
CPO Melonjak, Harga Sawit Swadaya Riau Tembus Rp 3.674/Kilogram
Pemprov Riau Perketat Pengawasan untuk Lindungi Petani Sawit dari Manipulasi Harga