PILIHAN
Banyak Duduk Bikin Pekerja Kantoran Lebih 'Jompo' Dibanding Lansia
Jakarta, Riauin.com - Gaya hidup sedentari atau kurang gerak terkadang bukan semata-mata soal pilihan, banyak yang terpaksa melakukannya karena tuntutan pekerjaan. Contohnya para pekerja kantoran, yang terpaksa jadi 'jompo' di usia muda.
Sebuah penelitian di University of Edinburgh membuktikan, para pekerja kantoran di usia produktif cenderung lebih banyak duduk dibanding para lansia di usia 75 tahun ke atas. Selisih reratanya bahkan mencapai 45 menit. Demikian dikutip dari Dailymail.
Temuan ini mengingatkan kembali bahwa gaya hidup sedentari benar-benar telah menjadi ancaman. Kurang gerak, ditambah dengan pola makan yang tidak sehat, merupakan faktor risiko berbagai penyakit mematikan.
Kurang gerak menyebabkan penumpukan lemak lebih banyak di dalam tubuh. Kadar lemak yang tinggi di dalam darah bisa memicu penyumbatan, yang bisa memicu stroke dan serangan jantung. Sedangkan penumpukan lemak dalam hati, bisa mengganggu sistem metabolisme dan memicu diabetes atau kencing manis.
Beberapa pakar bahkan menyebut kurang gerak sebagai 'the new smoking' karena efeknya tidak kalah bahaya dibanding nikotin. Organisasi kesehatan dunia WHO menganjurkan aktivitas fisik minimal 150 menit dalam sepekan dengan intensitas sedang. (dtc)
Sebuah penelitian di University of Edinburgh membuktikan, para pekerja kantoran di usia produktif cenderung lebih banyak duduk dibanding para lansia di usia 75 tahun ke atas. Selisih reratanya bahkan mencapai 45 menit. Demikian dikutip dari Dailymail.
Temuan ini mengingatkan kembali bahwa gaya hidup sedentari benar-benar telah menjadi ancaman. Kurang gerak, ditambah dengan pola makan yang tidak sehat, merupakan faktor risiko berbagai penyakit mematikan.
Kurang gerak menyebabkan penumpukan lemak lebih banyak di dalam tubuh. Kadar lemak yang tinggi di dalam darah bisa memicu penyumbatan, yang bisa memicu stroke dan serangan jantung. Sedangkan penumpukan lemak dalam hati, bisa mengganggu sistem metabolisme dan memicu diabetes atau kencing manis.
Beberapa pakar bahkan menyebut kurang gerak sebagai 'the new smoking' karena efeknya tidak kalah bahaya dibanding nikotin. Organisasi kesehatan dunia WHO menganjurkan aktivitas fisik minimal 150 menit dalam sepekan dengan intensitas sedang. (dtc)
Berita Lainnya
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing