• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Turap Koto Kombu Rampung, Rumah Guru yang Nyaris Longsor Kembali Dihuni
12 Juni 2026
Dugaan Suap APBD 2017: LSM Permata Sebut Kinerja Kejari Kuansing Tak Beranjak Lenggang dari Ketiak
11 Juni 2026
Sentuhan Kak Ida, Radar Suhardiman, dan Mimpi Batik Kuansing Menyapa Dunia
11 Juni 2026
Demi Aliri 300 Hektar Sawah, Warga Pauh Pangean Swadaya Perbaiki Irigasi Jebol
10 Juni 2026
Polsek Cerenti Bakar 31 Rakit Tambang Emas Ilegal, Kapolres Kuansing Minta Tokoh Adat Turun Tangan
09 Juni 2026

  • Home

Pengamat: Aroma Politis Hak Angket ke KPK Sulit Dihindari

Redaksi
Senin, 12 Juni 2017 07:58:01 WIB
Cetak

JAKARTA, Riauin.com -- Peneliti Pusat Laboratorium Politik Indonesia Mohammad Hailuki menilai keputusan DPR membentuk Pansus Angket secara legal formal tidak melanggar UU. Sebab parlemen memiliki hak konstitusional untuk mengawasi semua lembaga, khususnya yang mendapat alokasi APBN yang diputuskan oleh DPR melalui hak anggaran yang dimiliki.

"Namun pembentukan Pansus angket di tengah penyidikan KTP-el oleh KPK terhadap sejumlah politisi anggota dan mantan anggota DPR menimbulkan aroma politis yang sulit dihindari," katanya dalam keterangan pers yang diterima, Senin (12/6).

Hal itu kemudian menimbulkan anggapan bahwa DPR sedang berupaya melemahkan KPK. Publik pun bertanya terkait penting tidaknya pembentukan Pansus Angket KPK. Karena, pansus sendiri memiliki kewenangan yang besar dalam melakukan penyidikan dan menyatakan pendapat.

Meski begitu, diakui Hailuki, sejumlah fraksi di DPR seperti Demokrat, PKB, dan PKS mengambil sikap menolak terlibat dalam pansus angket KPK. Hal ini menunjukkan bahwa parlemen tidak satu suara sehingga tidak bisa digeneralisir bahwa DPR bermufakat untuk melemahkan KPK.

Menurut Hailuki, pengawasan yang dilakukan DPR terhadap KPK harus diletakkan secara proporsional bahwa KPK sebagai lembaga yang menerima alokasi anggaran dari DPR dan pimpinannya dipilih oleh DPR, sudah sewajarnya diawasi oleh DPR. Terlebih banyak pandangan kritis terhadap KPK terkait penanganan kasus yang terkesan tebang pilih.

"Untuk itu, karena KPK bukan lembaga politik maka tidak perlu menyikapi pembentukan pansus angket secara politis. Sedangkan DPR melalui pansus angket pun harus fokus dan lurus kepada pengawasan pengelolaan anggaran dan kinerja KPK tanpa mempolitisir kepada hal-hal lain," ucapnya.

Jika pansus angket DPR tidak fokus dan lurus bekerja, maka publik khawatir ujung dari angket tersebut adalah pelemahan KPK. Bahkan pansus angket bisa melumpuhkan KPK dengan dasar penyalahgunaan anggaran penegakan hukum. Pada posisi inilah bisa menimbulkan instabilitas politik.

Terlepas dari kinerjanya, KPK masih mendapat kepercayaan publik yang besar. Sudah semestinya partai-partai politik yang memiliki fraksi di DPR menangkap aspirasi rakyat tersebut dan bukan malah mengabaikannya.

Apabila parpol mengabaikan suara publik akan berakibat berkurangnya kepercayaan publik terhadap sistem politik. Jika itu terjadi maka bisa menggagalkan konsolidasi demokrasi Indonesia.

Sebab, demokrasi yang sehat mensyaratkan adanya komitmen politik yang kuat dalam penegakan hukum termasuk pemberantasan korupsi. Komitmen ini terutama dari partai politik khususnya partai-partai berkuasa yang ironisnya mereka justru saat ini menjadi motor utama pansus angket KPK.

Kendati demikian, lanjut Hailuki, apapun keputusan Pansus Angket KPK pada akhirnya tetap harus dijalankan oleh pemerintah yang notabene di dalamnya juga dijalankan oleh koalisi partai politik pengusul pansus angket.

"Sehingga semua kembali bermuara kepada elite PDI-P, Golkar, Nasdem, Hanura, PKB, PAN, dan PPP mau seperti apa ending dari ini semua. Kita hanya berpesan, dengarkan sanubari rakyat," ucapnya.(rol)




[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam

Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi

Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta

Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara

Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing

Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam

Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi

Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta

Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara

Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Turap Koto Kombu Rampung, Rumah Guru yang Nyaris Longsor Kembali Dihuni
  • 2 Buaya Muara Sungai Metas Siak Mangsa Warga Kampung Penyengat
  • 3 Polsek Cerenti Bakar 31 Rakit Tambang Emas Ilegal, Kapolres Kuansing Minta Tokoh Adat Turun Tangan
  • 4 Cerenti 'Menyala' Lagi: Baru Dua Hari Razia, Ratusan Rakit PETI Kembali Beroperasi
  • 5 Sebut Bakar Rakit Hanya Sandiwara, Warga Kuansing Tantang Polisi Tangkap Pengepul Emas
  • 6 Usai Minta Maaf dan Bikin Pernyataan, Polisi Lepaskan Dua 'Pocong' Jadi-jadian di Taluk Kuansing
  • 7 Dua Remaja Berbaju Pocong Keliling Pakai Motor, Diamankan Polres Kuansing
  • 8 Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
  • 9 Tim Gabungan Bakar 145 Rakit Emas Ilegal di Inuman dan Cerenti
Terkini +INDEKS

Ekspor Nonmigas Riau Melonjak Dipicu Lemak dan Minyak Nabati

13 Juni 2026
Masyarakat Riau Diimbau Proaktif Awasi Tambang Tanpa Izin
13 Juni 2026
Ekspor Kelapa Sawit Melonjak, DPRD Riau Tuntut Transparansi Dana Bagi Hasil
13 Juni 2026
Realisasi Anggaran Awal Tahun Picu Lonjakan Ekonomi di Pekanbaru
13 Juni 2026
Sasar Tol Pekanbaru–Dumai, Operasi Gabungan Cegah Bahaya Microsleep
13 Juni 2026
Dishub Pekanbaru Normalkan Kembali 1.000 Titik Lampu Jalan yang Padam
13 Juni 2026
Fenomena Halimun di Riau Ganggu Jadwal Tiga Penerbangan ke Pekanbaru
13 Juni 2026
Sektor Minerba Kampar Diperketat, Pemprov Riau Temukan Subkontraktor Tanpa Izin Jasa Pertambangan
13 Juni 2026
Antisipasi Kecelakaan Maut, Pengawasan Sopir Lintas Provinsi di Tol Permai Diperketat
13 Juni 2026
Tim Gabungan Riau Segel Dua Tambang Tanah Urug Ilegal di Kampar
13 Juni 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved