PILIHAN
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
Dinsos Riau Jaring 18 Gepeng dan Bakal Diberi Pembinaan
PEKANBARU,Riauin.com - Selama bulan Ramadan ini, Dinas Sosial Provinsi Riau bekerjasama dengan Satpol PP, dan aparat kepolisian, telah amankan 18 gelandangan, pengemis dan pengangguran di Kota Pekanbaru.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau Syarifuddin AR, mengatakan operasi bersama yang dilakukan tersebut untuk mengantisipasi semakin membanjirnya gelandangan dan pengemis (Gepeng), pada bulan Ramadan dan menjelang masuknya Idul Fitri.
"Di tahap awal kita sudah mengamankan sebanyak 18 gepeng yang berada di lampu merah, dan tempat-tempat umum lainnya. Operasi bersama ini akan terus dijalankan terutama di Kota Pekanbaru, karena semakin banyaknya gepeng dari daerah yang masuk ke Kota Pekanbaru," ujar Syarifuddin.
Dijelaskan Syarifuddin, setiap Gepeng yang diamankan dari hasil razia akan ditempatkan di satu tempat atau disiapkan selter di Km 15 milik Pemprov Riau. Tempat penampungan ini bisa menampung sebanyak 50-75 orang.
"Jadi nanti selama di penampungan sementara mereka akan diberikan pembinaan. Bagi yang masih anak-anak akan dikembalikan ke orangtuanya. Kalau remaja diberikan pelatihan, kalau gepengnya datangnya dari luar daerah akan dipulangkan ke daerah asalnya," jelasnya.
Lebih jauh dikatakan Syarifuddin, bagi gepeng yang sudah diamankan kemudian kembali lagi ke jalanan, maka dari pihak keamanan akan melakukan tindakan lebih berat lagi. Sesuai dengan peraturan yang berlaku, gepeng yang residivis atau keluar masuk terjaring razia dikenakan hukuman ringan.
"Sesuai peraturan kalau gepengnya sudah residivis selalu kena razia, akan dikenakan tindak pidana ringan (tipiring) oleh kepolisian. Kita tidak ingin gepeng ini menjadi wajah kemiskinan di Riau. Sementara mereka bukanlah dari Riau," katanya.
"Untuk Kabupaten Kota juga seperti itu, gepeng, orang gila, premanisme jangan ada lagi di jalanan. Jangan sampai keberadaan mereka menjadi keresahan bagi masyarakat. Untuk itulah kita jadikan mereka menjadi orang yang bisa produktif melalui pembinaan yang diberikan, dengan bekerjasama dengan Disnaker," tutup Syarifuddin.(src)
Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau Syarifuddin AR, mengatakan operasi bersama yang dilakukan tersebut untuk mengantisipasi semakin membanjirnya gelandangan dan pengemis (Gepeng), pada bulan Ramadan dan menjelang masuknya Idul Fitri.
"Di tahap awal kita sudah mengamankan sebanyak 18 gepeng yang berada di lampu merah, dan tempat-tempat umum lainnya. Operasi bersama ini akan terus dijalankan terutama di Kota Pekanbaru, karena semakin banyaknya gepeng dari daerah yang masuk ke Kota Pekanbaru," ujar Syarifuddin.
Dijelaskan Syarifuddin, setiap Gepeng yang diamankan dari hasil razia akan ditempatkan di satu tempat atau disiapkan selter di Km 15 milik Pemprov Riau. Tempat penampungan ini bisa menampung sebanyak 50-75 orang.
"Jadi nanti selama di penampungan sementara mereka akan diberikan pembinaan. Bagi yang masih anak-anak akan dikembalikan ke orangtuanya. Kalau remaja diberikan pelatihan, kalau gepengnya datangnya dari luar daerah akan dipulangkan ke daerah asalnya," jelasnya.
Lebih jauh dikatakan Syarifuddin, bagi gepeng yang sudah diamankan kemudian kembali lagi ke jalanan, maka dari pihak keamanan akan melakukan tindakan lebih berat lagi. Sesuai dengan peraturan yang berlaku, gepeng yang residivis atau keluar masuk terjaring razia dikenakan hukuman ringan.
"Sesuai peraturan kalau gepengnya sudah residivis selalu kena razia, akan dikenakan tindak pidana ringan (tipiring) oleh kepolisian. Kita tidak ingin gepeng ini menjadi wajah kemiskinan di Riau. Sementara mereka bukanlah dari Riau," katanya.
"Untuk Kabupaten Kota juga seperti itu, gepeng, orang gila, premanisme jangan ada lagi di jalanan. Jangan sampai keberadaan mereka menjadi keresahan bagi masyarakat. Untuk itulah kita jadikan mereka menjadi orang yang bisa produktif melalui pembinaan yang diberikan, dengan bekerjasama dengan Disnaker," tutup Syarifuddin.(src)
Berita Lainnya
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar
Tekan Inflasi Akhir Tahun, DKP Pekanbaru Salurkan Ribuan Bibit Cabai ke Dasawisma
Hadapi Era AI dan Digitalisasi, Wawako Pekanbaru Ingatkan Mahasiswa IPTAR Bangun Karakter dan Kompetensi
HGB Induk PT MPP Diterbitkan, 133 Pedagang Ruko Sukaramai Pertanyakan Kesamaan Hak
Pemko Pekanbaru Ambil Alih Aset STC, Pedagang Diminta Stop Bayar Sewa ke Pihak Swasta
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar
Tekan Inflasi Akhir Tahun, DKP Pekanbaru Salurkan Ribuan Bibit Cabai ke Dasawisma
Hadapi Era AI dan Digitalisasi, Wawako Pekanbaru Ingatkan Mahasiswa IPTAR Bangun Karakter dan Kompetensi
HGB Induk PT MPP Diterbitkan, 133 Pedagang Ruko Sukaramai Pertanyakan Kesamaan Hak
Pemko Pekanbaru Ambil Alih Aset STC, Pedagang Diminta Stop Bayar Sewa ke Pihak Swasta