PILIHAN
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Gagal Buli BBM, Sapi Pun Jadi
29 Mei 2026
Jabatan Tak Boleh Berkurban
28 Mei 2026
Dinsos Riau Jaring 18 Gepeng dan Bakal Diberi Pembinaan
PEKANBARU,Riauin.com - Selama bulan Ramadan ini, Dinas Sosial Provinsi Riau bekerjasama dengan Satpol PP, dan aparat kepolisian, telah amankan 18 gelandangan, pengemis dan pengangguran di Kota Pekanbaru.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau Syarifuddin AR, mengatakan operasi bersama yang dilakukan tersebut untuk mengantisipasi semakin membanjirnya gelandangan dan pengemis (Gepeng), pada bulan Ramadan dan menjelang masuknya Idul Fitri.
"Di tahap awal kita sudah mengamankan sebanyak 18 gepeng yang berada di lampu merah, dan tempat-tempat umum lainnya. Operasi bersama ini akan terus dijalankan terutama di Kota Pekanbaru, karena semakin banyaknya gepeng dari daerah yang masuk ke Kota Pekanbaru," ujar Syarifuddin.
Dijelaskan Syarifuddin, setiap Gepeng yang diamankan dari hasil razia akan ditempatkan di satu tempat atau disiapkan selter di Km 15 milik Pemprov Riau. Tempat penampungan ini bisa menampung sebanyak 50-75 orang.
"Jadi nanti selama di penampungan sementara mereka akan diberikan pembinaan. Bagi yang masih anak-anak akan dikembalikan ke orangtuanya. Kalau remaja diberikan pelatihan, kalau gepengnya datangnya dari luar daerah akan dipulangkan ke daerah asalnya," jelasnya.
Lebih jauh dikatakan Syarifuddin, bagi gepeng yang sudah diamankan kemudian kembali lagi ke jalanan, maka dari pihak keamanan akan melakukan tindakan lebih berat lagi. Sesuai dengan peraturan yang berlaku, gepeng yang residivis atau keluar masuk terjaring razia dikenakan hukuman ringan.
"Sesuai peraturan kalau gepengnya sudah residivis selalu kena razia, akan dikenakan tindak pidana ringan (tipiring) oleh kepolisian. Kita tidak ingin gepeng ini menjadi wajah kemiskinan di Riau. Sementara mereka bukanlah dari Riau," katanya.
"Untuk Kabupaten Kota juga seperti itu, gepeng, orang gila, premanisme jangan ada lagi di jalanan. Jangan sampai keberadaan mereka menjadi keresahan bagi masyarakat. Untuk itulah kita jadikan mereka menjadi orang yang bisa produktif melalui pembinaan yang diberikan, dengan bekerjasama dengan Disnaker," tutup Syarifuddin.(src)
Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau Syarifuddin AR, mengatakan operasi bersama yang dilakukan tersebut untuk mengantisipasi semakin membanjirnya gelandangan dan pengemis (Gepeng), pada bulan Ramadan dan menjelang masuknya Idul Fitri.
"Di tahap awal kita sudah mengamankan sebanyak 18 gepeng yang berada di lampu merah, dan tempat-tempat umum lainnya. Operasi bersama ini akan terus dijalankan terutama di Kota Pekanbaru, karena semakin banyaknya gepeng dari daerah yang masuk ke Kota Pekanbaru," ujar Syarifuddin.
Dijelaskan Syarifuddin, setiap Gepeng yang diamankan dari hasil razia akan ditempatkan di satu tempat atau disiapkan selter di Km 15 milik Pemprov Riau. Tempat penampungan ini bisa menampung sebanyak 50-75 orang.
"Jadi nanti selama di penampungan sementara mereka akan diberikan pembinaan. Bagi yang masih anak-anak akan dikembalikan ke orangtuanya. Kalau remaja diberikan pelatihan, kalau gepengnya datangnya dari luar daerah akan dipulangkan ke daerah asalnya," jelasnya.
Lebih jauh dikatakan Syarifuddin, bagi gepeng yang sudah diamankan kemudian kembali lagi ke jalanan, maka dari pihak keamanan akan melakukan tindakan lebih berat lagi. Sesuai dengan peraturan yang berlaku, gepeng yang residivis atau keluar masuk terjaring razia dikenakan hukuman ringan.
"Sesuai peraturan kalau gepengnya sudah residivis selalu kena razia, akan dikenakan tindak pidana ringan (tipiring) oleh kepolisian. Kita tidak ingin gepeng ini menjadi wajah kemiskinan di Riau. Sementara mereka bukanlah dari Riau," katanya.
"Untuk Kabupaten Kota juga seperti itu, gepeng, orang gila, premanisme jangan ada lagi di jalanan. Jangan sampai keberadaan mereka menjadi keresahan bagi masyarakat. Untuk itulah kita jadikan mereka menjadi orang yang bisa produktif melalui pembinaan yang diberikan, dengan bekerjasama dengan Disnaker," tutup Syarifuddin.(src)
Berita Lainnya
Proyek Simpang Sebidang Sudirman-Arifin Ahmad Ditargetkan Rampung Lima Bulan
Target Akhir Tahun, Pekanbaru Kejar Pemerataan Aspal hingga Pinggiran Kota
Pantau Langsung Laporan ASN di RW, Walikota Pekanbaru Pangkas Alur Birokrasi
Warga Pekanbaru Bebas Denda 11 Sektor Pajak hingga Agustus
Baru 15 yang Sediakan, Disbudpar Pekanbaru Desak Puluhan Hotel Segera Buka Pojok Ekonomi Kreatif
Pemko Pekanbaru Sisir Jaringan Listrik Rusak di Permukiman Padat Penduduk
Proyek Simpang Sebidang Sudirman-Arifin Ahmad Ditargetkan Rampung Lima Bulan
Target Akhir Tahun, Pekanbaru Kejar Pemerataan Aspal hingga Pinggiran Kota
Pantau Langsung Laporan ASN di RW, Walikota Pekanbaru Pangkas Alur Birokrasi
Warga Pekanbaru Bebas Denda 11 Sektor Pajak hingga Agustus
Baru 15 yang Sediakan, Disbudpar Pekanbaru Desak Puluhan Hotel Segera Buka Pojok Ekonomi Kreatif
Pemko Pekanbaru Sisir Jaringan Listrik Rusak di Permukiman Padat Penduduk