PILIHAN
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Gagal Buli BBM, Sapi Pun Jadi
29 Mei 2026
Jabatan Tak Boleh Berkurban
28 Mei 2026
Nilai Tukar Petani di Riau Turun 1,09 Persen
Pekanbaru, Riauin.com - Pada bulan Mei 2017, Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Riau adalah sebesar 101,98 atau turun sebesar 1,09 persen dibandingkan NTP April 2017, yakni sebesar 103,10.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Aden Gultom, pada Rapat Penyelenggaraan Statistik di Ruang Rapat BPS Provinsi Riau, Jumat (2/6).
"Penurunan NTP ini disebabkan oleh turunnya indeks harga yang diterima petani sebesar 0,90 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani mengalami kenaikan sebesar 0,19 persen dibandingkan bulan April 2017," terang Aden.
Lebih lanjut dijelaskan oleh Aden bahwa NTP pada bulan Mei 2017 sebesar 101,98 ini dapat diartikan kondisi kesejahteraan petani relatif lebih baik dibandingkan pada tahun 2012 dan pada bulan Mei 2017 mengalami surplus sebesar 1,98 persen.
"Surplus ini terjadi pada petani subsektor perikanan sebesar 115,92, subsektor tanaman pangan sebesar 103,37, dan subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 103,31," jelasnya.
Kemudian Aden merincikan penurunan NTP di Provinsi Riau pada bulan Mei 2017 terjadi pada seluruh subsektor penyusunan antara lain; subsektor tanaman perkebunan rakyat mengalami penurunan NTP sebesar 1,55 persen, subsektor holtikultura mengalami penurunan NTP sebesar 1,19 persen, subsektor peternakan mengalami penurunan NTP sebesar 0,20 persen, subsektor tanaman pangan mengalami penurunan NTP sebesar 0,15 persen dan subsektor perikanan mengalami penurunan NTP sebesar 0,06 persen.
"Jika dibandingkan dengan 10 Provinsi lainnya di Pulau Sumatera, NTP Provinsi Riau menduduki peringkat ke-2 di bawah Provinsi Lampung," ungkapnya.
Adapun secara keseluruhan, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Riau mengalami penurunan sebesar 0,91 persen, yaitu dari 114,06 pada April 2017 menjadi 113,03 pada Mei 2017. (mcr)
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Aden Gultom, pada Rapat Penyelenggaraan Statistik di Ruang Rapat BPS Provinsi Riau, Jumat (2/6).
"Penurunan NTP ini disebabkan oleh turunnya indeks harga yang diterima petani sebesar 0,90 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani mengalami kenaikan sebesar 0,19 persen dibandingkan bulan April 2017," terang Aden.
Lebih lanjut dijelaskan oleh Aden bahwa NTP pada bulan Mei 2017 sebesar 101,98 ini dapat diartikan kondisi kesejahteraan petani relatif lebih baik dibandingkan pada tahun 2012 dan pada bulan Mei 2017 mengalami surplus sebesar 1,98 persen.
"Surplus ini terjadi pada petani subsektor perikanan sebesar 115,92, subsektor tanaman pangan sebesar 103,37, dan subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 103,31," jelasnya.
Kemudian Aden merincikan penurunan NTP di Provinsi Riau pada bulan Mei 2017 terjadi pada seluruh subsektor penyusunan antara lain; subsektor tanaman perkebunan rakyat mengalami penurunan NTP sebesar 1,55 persen, subsektor holtikultura mengalami penurunan NTP sebesar 1,19 persen, subsektor peternakan mengalami penurunan NTP sebesar 0,20 persen, subsektor tanaman pangan mengalami penurunan NTP sebesar 0,15 persen dan subsektor perikanan mengalami penurunan NTP sebesar 0,06 persen.
"Jika dibandingkan dengan 10 Provinsi lainnya di Pulau Sumatera, NTP Provinsi Riau menduduki peringkat ke-2 di bawah Provinsi Lampung," ungkapnya.
Adapun secara keseluruhan, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Riau mengalami penurunan sebesar 0,91 persen, yaitu dari 114,06 pada April 2017 menjadi 113,03 pada Mei 2017. (mcr)
Berita Lainnya
Proyek Simpang Sebidang Sudirman-Arifin Ahmad Ditargetkan Rampung Lima Bulan
Target Akhir Tahun, Pekanbaru Kejar Pemerataan Aspal hingga Pinggiran Kota
Pantau Langsung Laporan ASN di RW, Walikota Pekanbaru Pangkas Alur Birokrasi
Warga Pekanbaru Bebas Denda 11 Sektor Pajak hingga Agustus
Baru 15 yang Sediakan, Disbudpar Pekanbaru Desak Puluhan Hotel Segera Buka Pojok Ekonomi Kreatif
Pemko Pekanbaru Sisir Jaringan Listrik Rusak di Permukiman Padat Penduduk
Proyek Simpang Sebidang Sudirman-Arifin Ahmad Ditargetkan Rampung Lima Bulan
Target Akhir Tahun, Pekanbaru Kejar Pemerataan Aspal hingga Pinggiran Kota
Pantau Langsung Laporan ASN di RW, Walikota Pekanbaru Pangkas Alur Birokrasi
Warga Pekanbaru Bebas Denda 11 Sektor Pajak hingga Agustus
Baru 15 yang Sediakan, Disbudpar Pekanbaru Desak Puluhan Hotel Segera Buka Pojok Ekonomi Kreatif
Pemko Pekanbaru Sisir Jaringan Listrik Rusak di Permukiman Padat Penduduk