PILIHAN
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Gagal Buli BBM, Sapi Pun Jadi
29 Mei 2026
Jabatan Tak Boleh Berkurban
28 Mei 2026
PTPN V Bangun Pembangkit Listrik Biogas
Pekanbaru, Riauin.com - PT Perkebunan Nusantara V mulai melaksanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) berdaya 1,5-2,0 Mega Watt.
"Peletakan batu pertamanya sudah dilakukan pekan kemarin di PKS Terantam PTPN V Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar, Riau," kata Direktur Komersil PTPN V M Arwin Nasution di Pekanbaru, Selasa (30/5/2017)
M Arwin menjelaskan pembangunan PLTBg ini sangat diharapkan karena mampu memanfaatkan limbah yang dimiliki Perusahaan sawit dan karet di Provinsi Riau tersebut. Selain juga dianggap sebagai suatu cara untuk bertahan dalam persaingan bisnis.
"Pemanfaatan dan optimalisasi asset yang dimiliki, termasuk limbah, adalah salah satu "key success factor " agar mampu bertahan dan tumbuh di industri ini," ujar Arwin.
Apalagi menurutnya, PTPN V memiliki potensi yang sangat besar dalam hal pengelolaan limbah sawit menjadi energi terbarukan seperti biogas.
"Berdasarkan hasil perhitungan sendiri serta studi kelayakan pihak ketiga, sebenarnya perusahaan memiliki peluang untuk membangun kurang lebih 54 MW pembangkit listrik yang berasal dari "bioenergy" Dengan rincian sumber 15,37 MW potensi Pembangkit Listrik Tenaga Biogas dan 38,57 MW potensi Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm)," bebernya.
Memang diakuinya untuk pembangunan Biogas PKS Terantam Kampar kali ini pihaknya dibantu pembiayaan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan dilaksanakan secara bertahap mulai anggaran tahun 2017.
M Arwin Nasution menyambut gembira tawaran yang diajukan BPPT kepada PTPN V, untuk membangun suatu Pembangkit listrik yang menggunakan limbah cair sawit (POME) sebagai bahan dasarnya.
"Kami merasa sangat berbangga kerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi pada 2016 lalu, akhirnya Pembangunan Pilot Project Pembangkit Listrik Tenaga Biogas di PKS Terantam berjalan," tambahnya.
Sementara itu Deputi Kepala BPPT Bidang TIEM Hammam Riza membenarkan pembangunan tersebut dilakukan atas kerjasama kedua belah pihak dengan mereka sebagai pemodal.
Katanya bagi BPPT sendiri, pembangunan biogas di PTPN V ini akan menjadi "pilot project" mereka pertama. Jika sukses kemungkinan akan berkembang.
"Tahap pertama ini sesuai anggaran maka akan dibangun pilot project PLT Biogas dari limbah sawit setara 0,7 MW," katanya.
Ia berharap tim BPPT dan PTPN V betul-betul mengawal dengan baik pelaksanaan pekerjaan pembanguan pilot project biogas Terantam ini agar berjalan lancar dan menghasilkan output sesuai target yang telah ditetapkan.(snc)
"Peletakan batu pertamanya sudah dilakukan pekan kemarin di PKS Terantam PTPN V Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar, Riau," kata Direktur Komersil PTPN V M Arwin Nasution di Pekanbaru, Selasa (30/5/2017)
M Arwin menjelaskan pembangunan PLTBg ini sangat diharapkan karena mampu memanfaatkan limbah yang dimiliki Perusahaan sawit dan karet di Provinsi Riau tersebut. Selain juga dianggap sebagai suatu cara untuk bertahan dalam persaingan bisnis.
"Pemanfaatan dan optimalisasi asset yang dimiliki, termasuk limbah, adalah salah satu "key success factor " agar mampu bertahan dan tumbuh di industri ini," ujar Arwin.
Apalagi menurutnya, PTPN V memiliki potensi yang sangat besar dalam hal pengelolaan limbah sawit menjadi energi terbarukan seperti biogas.
"Berdasarkan hasil perhitungan sendiri serta studi kelayakan pihak ketiga, sebenarnya perusahaan memiliki peluang untuk membangun kurang lebih 54 MW pembangkit listrik yang berasal dari "bioenergy" Dengan rincian sumber 15,37 MW potensi Pembangkit Listrik Tenaga Biogas dan 38,57 MW potensi Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm)," bebernya.
Memang diakuinya untuk pembangunan Biogas PKS Terantam Kampar kali ini pihaknya dibantu pembiayaan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan dilaksanakan secara bertahap mulai anggaran tahun 2017.
M Arwin Nasution menyambut gembira tawaran yang diajukan BPPT kepada PTPN V, untuk membangun suatu Pembangkit listrik yang menggunakan limbah cair sawit (POME) sebagai bahan dasarnya.
"Kami merasa sangat berbangga kerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi pada 2016 lalu, akhirnya Pembangunan Pilot Project Pembangkit Listrik Tenaga Biogas di PKS Terantam berjalan," tambahnya.
Sementara itu Deputi Kepala BPPT Bidang TIEM Hammam Riza membenarkan pembangunan tersebut dilakukan atas kerjasama kedua belah pihak dengan mereka sebagai pemodal.
Katanya bagi BPPT sendiri, pembangunan biogas di PTPN V ini akan menjadi "pilot project" mereka pertama. Jika sukses kemungkinan akan berkembang.
"Tahap pertama ini sesuai anggaran maka akan dibangun pilot project PLT Biogas dari limbah sawit setara 0,7 MW," katanya.
Ia berharap tim BPPT dan PTPN V betul-betul mengawal dengan baik pelaksanaan pekerjaan pembanguan pilot project biogas Terantam ini agar berjalan lancar dan menghasilkan output sesuai target yang telah ditetapkan.(snc)
Berita Lainnya
Proyek Simpang Sebidang Sudirman-Arifin Ahmad Ditargetkan Rampung Lima Bulan
Target Akhir Tahun, Pekanbaru Kejar Pemerataan Aspal hingga Pinggiran Kota
Pantau Langsung Laporan ASN di RW, Walikota Pekanbaru Pangkas Alur Birokrasi
Warga Pekanbaru Bebas Denda 11 Sektor Pajak hingga Agustus
Baru 15 yang Sediakan, Disbudpar Pekanbaru Desak Puluhan Hotel Segera Buka Pojok Ekonomi Kreatif
Pemko Pekanbaru Sisir Jaringan Listrik Rusak di Permukiman Padat Penduduk
Proyek Simpang Sebidang Sudirman-Arifin Ahmad Ditargetkan Rampung Lima Bulan
Target Akhir Tahun, Pekanbaru Kejar Pemerataan Aspal hingga Pinggiran Kota
Pantau Langsung Laporan ASN di RW, Walikota Pekanbaru Pangkas Alur Birokrasi
Warga Pekanbaru Bebas Denda 11 Sektor Pajak hingga Agustus
Baru 15 yang Sediakan, Disbudpar Pekanbaru Desak Puluhan Hotel Segera Buka Pojok Ekonomi Kreatif
Pemko Pekanbaru Sisir Jaringan Listrik Rusak di Permukiman Padat Penduduk