PILIHAN
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Gagal Buli BBM, Sapi Pun Jadi
29 Mei 2026
Jabatan Tak Boleh Berkurban
28 Mei 2026
Tak Ingin Bencana Asap 2015 Terulang, BPBD Riau Bersiap Hadapi Kemarau Juni Nanti
PEKANBARU,Riauin.com - Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Riau bersiap-siaga mengantisipasi munculnya titik api, imbas dari kebakaran lahan dan hutan (Karlahut), mengingat Riau masuki musim kemarau Juni nanti.
Kepala BPBD Riau Edwar Sanger mengatakan, pihaknya perlu mewaspadai iklim di Riau saat sekarang ini. Sebab prediksinya, cuaca tahun 2017 hampir sama seperti 2015 lalu, di mana terjadi bencana kabut asap parah yang dipicu Karhutla.
"Kondisi cuaca tahun ini hampir sama seperti kejadian tahun 2015, di mana arah angin dari selatan ke utara dan lebih membelok ke tenggara. Kalau terjadi Karhutla di tempat kita, dikhawatirkan asapnya bisa ke negara tetangga," katanya, Minggu (28/5/17) siang.
Sebab itu Satgas mulai mengoptimalkan langkah-langkah pencegahan dan antisipasi, termasuk menempatkan lima helikopter untuk pemadaman via udara, ditambah satu helikopter Super Puma TNI AU Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru untuk keperluan patroli udara.
"Seluruh Satgas kita optimalkan, dan kita juga sudah menetapkan status siaga darurat hingga 30 November 2017 nanti. Mudah-mudahan tidak terjadi kabut asap," sambung Edwar di hanggar lengkung Lanud Roesmin Nurjadin, saat meninjau langsung kedatangan helikopter water bombing yang tiba Minggu siang kemarin.
Lima helikopter tersebut, lanjut dia, akan ditempatkan dibeberapa kabupaten/kota di Provinsi Riau.(src)
Kepala BPBD Riau Edwar Sanger mengatakan, pihaknya perlu mewaspadai iklim di Riau saat sekarang ini. Sebab prediksinya, cuaca tahun 2017 hampir sama seperti 2015 lalu, di mana terjadi bencana kabut asap parah yang dipicu Karhutla.
"Kondisi cuaca tahun ini hampir sama seperti kejadian tahun 2015, di mana arah angin dari selatan ke utara dan lebih membelok ke tenggara. Kalau terjadi Karhutla di tempat kita, dikhawatirkan asapnya bisa ke negara tetangga," katanya, Minggu (28/5/17) siang.
Sebab itu Satgas mulai mengoptimalkan langkah-langkah pencegahan dan antisipasi, termasuk menempatkan lima helikopter untuk pemadaman via udara, ditambah satu helikopter Super Puma TNI AU Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru untuk keperluan patroli udara.
"Seluruh Satgas kita optimalkan, dan kita juga sudah menetapkan status siaga darurat hingga 30 November 2017 nanti. Mudah-mudahan tidak terjadi kabut asap," sambung Edwar di hanggar lengkung Lanud Roesmin Nurjadin, saat meninjau langsung kedatangan helikopter water bombing yang tiba Minggu siang kemarin.
Lima helikopter tersebut, lanjut dia, akan ditempatkan dibeberapa kabupaten/kota di Provinsi Riau.(src)
Berita Lainnya
Proyek Simpang Sebidang Sudirman-Arifin Ahmad Ditargetkan Rampung Lima Bulan
Target Akhir Tahun, Pekanbaru Kejar Pemerataan Aspal hingga Pinggiran Kota
Pantau Langsung Laporan ASN di RW, Walikota Pekanbaru Pangkas Alur Birokrasi
Warga Pekanbaru Bebas Denda 11 Sektor Pajak hingga Agustus
Baru 15 yang Sediakan, Disbudpar Pekanbaru Desak Puluhan Hotel Segera Buka Pojok Ekonomi Kreatif
Pemko Pekanbaru Sisir Jaringan Listrik Rusak di Permukiman Padat Penduduk
Proyek Simpang Sebidang Sudirman-Arifin Ahmad Ditargetkan Rampung Lima Bulan
Target Akhir Tahun, Pekanbaru Kejar Pemerataan Aspal hingga Pinggiran Kota
Pantau Langsung Laporan ASN di RW, Walikota Pekanbaru Pangkas Alur Birokrasi
Warga Pekanbaru Bebas Denda 11 Sektor Pajak hingga Agustus
Baru 15 yang Sediakan, Disbudpar Pekanbaru Desak Puluhan Hotel Segera Buka Pojok Ekonomi Kreatif
Pemko Pekanbaru Sisir Jaringan Listrik Rusak di Permukiman Padat Penduduk