PILIHAN
Bupati Berjiwa Tinta
07 Oktober 2026
Hidup dari Kasihan Tetangga
Kisah 3 Kakak-Adik Yatim Piatu, 4 Tahun Rayakan Idul Fitri di Makam Orang Tua
Dilah, Aida dan Adan saat hari Raya Idul Fitri di kontrakannya, Minggu (24/5/2020). | Kumparan
KALTENG, RiauIN.com - Hari Raya Idul Fitri merupakan perayaan kemenangan seraya membahagiakan bagi kaum muslim. Momentum lebaran selalu identik dengan kebersamaan dalam sebuah keluarga.
Tidak heran pada momen ini, selalu identik dengan mudik ke kampung halaman. Tentu ada sukacita disana meskipun hanya setahun sekali.
Berbeda anak-anak lain pada umumnya yang merayakan lebaran bersama keluarga inti dan keluarga besar hingga mendapatkan baju baru dan lain sebagainya, Dilah Saputra (16) dan kedua adiknya Nur Aida (11) dan Muhamad Ramadani (5) terpaksa harus merayakan lebaran sebagai anak yatim di sebuah kontrakan. Pengalaman lebaran tanpa ayah dan ibu ini ternyata sudah 4 tahun.
“Sedih sekali. Sudah 4 tahun lebaran hanya bisa berkunjung ke kuburan ayah sama Ibu,†ujar Dilah yang baru pulang dari makam ayah dan ibunya di Bengaris, Palangka Raya, Minggu (24/5/2020).
Kebiasaan mengunjungi makam ayah dan ibu sering dilakukan Dilah bersama dua adiknya seusai shalat ied setiap hari raya. “Setiap tahun biasanya kami ke kubur setelah Salat Id,†kisahnya dengan mata berkaca-kaca.
Ketika sejumlah anak lain diluar sana dihadiahi baju baru oleh orang tuanya dan memiliki kelimpahan makanan saat lebaran, remaja putus sekolah bersama kedua adiknya itu hanya bisa mengenakan pakaian seadanya. Mereka menanti jika ada yang panggil untuk makan. Mereka tinggal di sebuah kontrakan lusuh yang dibayar Rp300 ribu per bulan.
“Kalau makan sih biasanya ada tetangga yang memberi. Kebetulan masih punya hubungan keluarga. Mereka yang bantu. Terkadang juga saya masak nasi sendiri baru lauknya diberi sama om,†kisah Dilah seraya menenangkan adik bungsu Adian yang sudah mengeluh lapar.
Beberapa tahun lalu ketika ayah dan Ibunya meninggal, Dilah harus bekerja ekstra merawat kedua adikanya. Paginya mengurus sarapan adiknya Aida sebelum ke Sekolah, setelah itu menjaga adik bungsunya Adan yang masih berusia kanak-kanak.
"Adik bungsu yang masih kecil harus selalu kami jaga karena sering menangis lalu mencari ayah dan ibu,†bebernya sedih.
Meskipun tanpa ayah dan ibu serta sudah memutuskan untuk tidak bersekolah, Dilah tetap mendukung dan mendorong kedua adiknya untuk bersekolah. Saat ini adiknya Aida sudah kelas 4 SD, sedangkan Adan sebentar lagi akan masuk ke TK.
“Saya boleh tidak sekolah tetapi apa pun kendalanya dua adik saya harus sekolah. Sebentar lagi saya mau 17 tahun dan saya mau cari kerja agar bisa membiayai mereka,†tuturnya optimis.(vie)
Sumber : Sumber: Kumparan.com /
Berita Lainnya
Tuntut Pasokan Energi Aman, Pemprov Riau Minta Pertamina dan Aparat Tindak Penimbun BBM
Dahaga Fiskal di Negeri Kaya Minyak: Menagih Hak Bagi Hasil Siak yang Mengendap di Pusat
Jaga Penyu, Lestarikan Laut: PLN Peduli Perkuat Konservasi dan Ekonomi Pesisir Pulau Mapur
Pesona Diva Kuansing di Panggung DA8
Jaga Nadi Energi Nasional, Danantara, PLN, dan Pertamina Perkuat Keandalan Kelistrikan WK Rokan
PLN Dorong Songket Banyuasin Naik Kelas, Perkuat Perajin Lokal hingga Bidik Pasar Global
Tuntut Pasokan Energi Aman, Pemprov Riau Minta Pertamina dan Aparat Tindak Penimbun BBM
Dahaga Fiskal di Negeri Kaya Minyak: Menagih Hak Bagi Hasil Siak yang Mengendap di Pusat
Jaga Penyu, Lestarikan Laut: PLN Peduli Perkuat Konservasi dan Ekonomi Pesisir Pulau Mapur
Pesona Diva Kuansing di Panggung DA8
Jaga Nadi Energi Nasional, Danantara, PLN, dan Pertamina Perkuat Keandalan Kelistrikan WK Rokan
PLN Dorong Songket Banyuasin Naik Kelas, Perkuat Perajin Lokal hingga Bidik Pasar Global