PILIHAN
Tak Punya Uang, Tuai Simpati Warga
Pria Korban PHK Nekat Mudik Jalan Kaki Jakarta-Solo, Begini Kisahnya
Maulana Agus Arif Budi Satrio alias Rio. | Kompas.com
JAKARTA, RiauIN.com - Kisah korban PHK yang terpaksa mudik dengan berjalan kaki dari Jakarta menuju Solo menjadi pembicaraan banyak kalangan.
Maulana Agus Arif Budi Satrio (38) yang merupakan warga Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa tengah mengaku nekat melakukan ini karena sudah tidak mempunyai uang lagi.
Ia bekerja sebagai sopir bus pariwisata sejak 2017, namun ia terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari perusahan akibat pademi Covid-19. Mau tidak mau perusahaan harus mengurangi jumlah karyawan agar tidak mengalami kebangkrutan.
Sebelum nekat jalan kaki, Rio sempat membeli tiket bus dengan harga Rp500 ribu, namun saat datang ternyata bukan bus namun mobil biasa dengan penumpang melebihi kapasitas. Ia langsung meminta uangnya kembali.
Setelah itu, Rio merental mobil pribadi untuk ia bawa ke kampung halaman. Sayang, saat sampai Cikarang ia diharuskan putar balik karena kebijakan PSBB.
Rio yang cukup kesal, akhirnya memutuskan untuk jalan kaki saja. Ia berpikir itu jalan satu-satunya agar bisa kembali ke kampung.
Rio berangkat dari Cibubur pada Senin (11/5/2020) setelah shalat subuh. Lalu ia beristirahat saat sampai Jatisari, Pamanukan pada pukul 10.00 WIB.
Dalam kondisi berpuasa, Rio mengaku sangat kelelahan tetapi banyak pertolongan datang.
Rio mengakui, medan yang cukup berat saat dirinya mudik dengan berjalan kaki dari Jakarta adalah saat memasuki wilayah Karawang Timur sampai Tegal, Jawa Tengah.
Namun demikian, dirinya berusaha tetap berpuasa meski cuacanya sangat terik dan kondisi tubuh yang lelah.
"Udaranya sangat panas. Sampai gosong semua kulit saya karena panas," ungkap Rio, sapaan akrab warga Sudiroprajan, Jebres, tersebut.
Setelah berjalan kaki sejauh 440 kilometer atau tepatnya sampai di Gringsing, Kabupaten Batang, Rio pun dijemput oleh komunitas Pengemudi Pariwisata Indonesia (Peparindo) Jawa Tengah. Dirinya lalu diantar sampai ke Solo.
Rio juga masih teringat, saat tiba waktu berbuka puasa, warga sempat kaget dirinya berjalan kaki menuju Solo.
"Saya pernah ditanya mau ke mana? Saya jawab mau ke Solo. Mereka terkejut. Ada yang minum sampai kesedak. Terus saya mau bayar, pemilik warung tidak mau dibayar," katanya, Selasa (19/5/2020).
Total 440 kilometer yang sudah ditempuh Rio dengan berjalan kaki.
"Sampai Gringsing Kamis sore. Saya dijemput dari teman-teman Peparindo, diantar pulang ke Solo. Saya tiba di Solo hari Jumat pukul 08.00 WIB," Jelas Rio, Rabu (20/5/2020).
Setelah sampai Solo, Rio dibawa ke gedung karantina milik Pemkot Solo di Graha Wisata Niaga selama 14 hari.(gha)
Sumber : Sumber: Kompas.com /
Berita Lainnya
KPK Geledah Rumah Kadisbun Kuansing Hingga Larut Malam, Penyidik Bawa Koper Hitam Dikawal Polisi Bersenjata
Breaking News: KPK Geledah Rumah Kadis Perkebunan Kuansing Malam Ini, Dijaga Polisi Bersenjata Laras Panjang
LSM Desak KPK Telusuri Aset Bupati Non-Aktif Kuansing, Diduga Sembunyikan Kebun Sawit Miliaran Rupiah
KPK Buru Aktor Pengumpul Duit Koperasi dalam Kasus Suap Bupati Kuansing
Tarif Listrik Triwulan III 2026 Tetap, PLN Jalankan Kebijakan Pemerintah dan Jaga Kualitas Layanan Masyarakat
Sebut Kasus Amplop Bupati Kuansing Masuk Gratifikasi, LSM: Seharusnya Lapor KPK, Bukan Dikembalikan
KPK Geledah Rumah Kadisbun Kuansing Hingga Larut Malam, Penyidik Bawa Koper Hitam Dikawal Polisi Bersenjata
Breaking News: KPK Geledah Rumah Kadis Perkebunan Kuansing Malam Ini, Dijaga Polisi Bersenjata Laras Panjang
LSM Desak KPK Telusuri Aset Bupati Non-Aktif Kuansing, Diduga Sembunyikan Kebun Sawit Miliaran Rupiah
KPK Buru Aktor Pengumpul Duit Koperasi dalam Kasus Suap Bupati Kuansing
Tarif Listrik Triwulan III 2026 Tetap, PLN Jalankan Kebijakan Pemerintah dan Jaga Kualitas Layanan Masyarakat
Sebut Kasus Amplop Bupati Kuansing Masuk Gratifikasi, LSM: Seharusnya Lapor KPK, Bukan Dikembalikan