PILIHAN
Merasa Malu, Banyak yang lebih Miskin
Diketahui Miskin, Penerima Bansos di Padang Panjang Ini Menolak Diberi Rp600/Bulan
Zulfahmi alias Pak Uwo. /okezone
PADANG, RiauIN.com – Sikap Zulfahmi (62) alias Pak Uwo patut diapresiasi. Warga Kelurahan Bukit Surungan, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat menolak bantuan sosial (bansos) Covid-19 dari pemerintah karena merasa tidak layak menerimanya.
Pak Uwo mengaku masih mampu bekerja memenuhi kebutuhan keluarganya di tengah pandemi virus corona, padahal ia diketahui miskin.
Ayah tiga anak ini tetap menolak bantuan sosial, meski sudah berulang kali dijelaskan oleh petugas.
Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Pak Uwo membuka warung kecil-kecilan. Ia malu menerima bantuan, karena merasa masih banyak masyarakat lain yang jauh lebih membutuhkan.
"Saya ingin agar bansos yang diberikan pemerintah tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan,†ucapnya, Selasa (12/5/2020).
"Terkadang jika kita memakan yang bukan hak kita, maka semua itu menjadi tidak berkah," lanjut pria gaek ini.
Lurah Bukit Surungan, Fiori Agustian mengapresiasi Pak Uwo Menurutnya nama Pak Uwo terdata sebagai penerima bansos karena dia termasuk yang terdampak corona. "Semoga hal ini menjadi pelajaran, motivasi dan contoh bagi masyarakat lainnya,†ucapnya.
Sementara data dari Program Bantuan Sosial Tunai Kota Padang Panjang, ada tiga jenis bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat terdampak corona di Kota Padang Panjang, Bansos Kemensos, Bansos pemerintah provinsi, Bansos Pemerintah Daerah Anggaran dari APBD.
Besaran bantuan yang dianggarkan dari tiga bantuan tersebut memiliki nominal yang sama yaitu Rp600 ribu per kepala keluarga selama tiga bulan, terhitung April, Mei dan Juni.
Bansos tunai dari Kementerian Sosial diberikan kepada 5000 kepala keluarga terdaftar dalam DTKS non PKH. Mekanisme penyaluran Bansos tersebut yaitu lewat BRI, BNI dan PT. Pos Indonesia. Penerima bantuan yang memiliki rekening BRI dan BNI saat ini sudah menerima bantuan tunai sebesar Rp600 ribu.
Adapun yang sudah menerima bantuan sosial tunai pusat yaitu 174 KK lewat rekening BNI dan 136 KK lewat rekening BRI. Sementara, 3000 KK disalurkan lewat PT Pos Indonesia. Penyalurannya dimulai dari tanggal 9 sampai dengan 19 Mei 2020. Dari hitungan tersebut, tinggal 1700 KK lagi yang sedang diproses Kementerian Sosial.
Bansos tunai dari provinsi, diberikan untuk 705 KK yang terdaftar di BLT provinsi. Bansos Provinsi sampai dengan 11 Mei 2020 ini sudah dibayarkan kepada 640 KK, sisa yang belum terbayar 61 KK. Dari 705 KK calon penerima bantuan, 4 KK batal diberikan karena yang bersangkutan termasuk dalam PKH. Bansos Provinsi sudah dibayarkan untuk 2 bulan. Masing masing menerima Rp1,2 juta.(fbh)
Sumber : Sumber: OkeZone /
Berita Lainnya
KPK Geledah Rumah Kadisbun Kuansing Hingga Larut Malam, Penyidik Bawa Koper Hitam Dikawal Polisi Bersenjata
Breaking News: KPK Geledah Rumah Kadis Perkebunan Kuansing Malam Ini, Dijaga Polisi Bersenjata Laras Panjang
LSM Desak KPK Telusuri Aset Bupati Non-Aktif Kuansing, Diduga Sembunyikan Kebun Sawit Miliaran Rupiah
KPK Buru Aktor Pengumpul Duit Koperasi dalam Kasus Suap Bupati Kuansing
Tarif Listrik Triwulan III 2026 Tetap, PLN Jalankan Kebijakan Pemerintah dan Jaga Kualitas Layanan Masyarakat
Sebut Kasus Amplop Bupati Kuansing Masuk Gratifikasi, LSM: Seharusnya Lapor KPK, Bukan Dikembalikan
KPK Geledah Rumah Kadisbun Kuansing Hingga Larut Malam, Penyidik Bawa Koper Hitam Dikawal Polisi Bersenjata
Breaking News: KPK Geledah Rumah Kadis Perkebunan Kuansing Malam Ini, Dijaga Polisi Bersenjata Laras Panjang
LSM Desak KPK Telusuri Aset Bupati Non-Aktif Kuansing, Diduga Sembunyikan Kebun Sawit Miliaran Rupiah
KPK Buru Aktor Pengumpul Duit Koperasi dalam Kasus Suap Bupati Kuansing
Tarif Listrik Triwulan III 2026 Tetap, PLN Jalankan Kebijakan Pemerintah dan Jaga Kualitas Layanan Masyarakat
Sebut Kasus Amplop Bupati Kuansing Masuk Gratifikasi, LSM: Seharusnya Lapor KPK, Bukan Dikembalikan