PILIHAN
Bikin Repot Tim Covid-19 Banyumas
Kabur dari Jakarta, Pasien Positif Corona Ini Mudik Naik Travel Umum
Masih banyak warga yang nekat mudik saat wabah Covid-19 (ilustrasi). /Liputan6
BANYUMAS, RiauIN.com - Satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dari DKI Jakarta kabur mudik ke kampung halamannya di Banyumas.
Setibanya di Banyumas, PDP kedapatan oleh Tim Covid-19 Banyumas. Ketika dikontak ke Jakarta ternyata hasil swabnya sudah keluar dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Hasilnya? Alamak, dia dinyatakan positif Corona!
Kontan, tim Covid-19 Banyumas kalang kabut. Bagaimana tidak, pria ini mudik dari Jakarta menggunakan travel umum, dimana ia banyak bersentuhan dengan orang lain.
Bupati Banyumas, Achmad Husein turun tangan. Ia meminta agar PDP positif Corona ini mendapat perhatian khusus dari Tim Covid-19 Banyumas. Riwayat perjalanan yang ia lalui sampai akhirnya didapati oleh tim medis cukup panjang. Dan itu berpotensi menular menjadi mata rantai bagi penularan virus Covid-19
Menurut Bupati, PDP tersebut kabur pada tiga hari sebelum ia diamankan oleh pihak Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Rabu (6/5/2020) pagi.
"Ia kabur demi mudik. Dan ketika diketahui sebagai ODP ia dikarantina dalam sebuah gedung di desa bersama ODP yang lain. Itu tiga hari yang lalu. Dan sudah ada kontak dekat dengan orang-orang di desa. Ternyata kemudian hari ini kami menerima informasi dari Dinas Kesehatan Jakarta, Pasien tersebut adalah PDP Positif," kata Husein melalui pesan singkat kepada wartawan, Sabtu (9/5/2020) malam.
Menurut Husein, pasien tersebut merupakan pasien positif berdasarkan hasil swab. Ia pulang menggunakan transportasi travel.
"Pulang naik travel. Ini pelajaran untuk kita bahwa, tolong harusnya jujur. Supaya kita dapat menyelamatkan orang banyak. Karena ketidakjujuran ini lah, kemudian kami harus melacak lebih banyak orang yang kontak dengan orang yang bersangkutan," lanjutnya.
Namun demikian pihaknya akan tetap bekerja untuk menulusuri semaksimal mungkin. Ia meminta, kepada warganya agar dapat jujur memberikan informasi kepada petugas agar tidak merepotkan orang banyak.
"Kami mohon kepada seluruh masyarakat, tolong dengan sangat untuk jujur dan terbuka. Toh tidak akan diapa-apakan. Paling ya kita rawat di Rumah Sakit. Kalau pun tidak jujur nantinya juga pasti ketahuan," ujarnya, diberitakan AyoJakarta.com.
Setelah mendapat informasi tersebut, pihaknya menjemput yang bersangkutan untuk dirawat di RS Ajibarang.
"Mohon maaf kami tidak bisa menginformasikan data pasien secara detail, karena itu dilindungi undang-undang. Namun melalui pengakuan yang bersangkutan kami akan melacak kepada siapa saja ia melakukan kontak langsung, dan seterusnya. Agar kita cepat memutus mata rantai penyebaran Covid-19," jelasnya.(vie)
Berita Lainnya
KPK Geledah Rumah Kadisbun Kuansing Hingga Larut Malam, Penyidik Bawa Koper Hitam Dikawal Polisi Bersenjata
Breaking News: KPK Geledah Rumah Kadis Perkebunan Kuansing Malam Ini, Dijaga Polisi Bersenjata Laras Panjang
LSM Desak KPK Telusuri Aset Bupati Non-Aktif Kuansing, Diduga Sembunyikan Kebun Sawit Miliaran Rupiah
KPK Buru Aktor Pengumpul Duit Koperasi dalam Kasus Suap Bupati Kuansing
Tarif Listrik Triwulan III 2026 Tetap, PLN Jalankan Kebijakan Pemerintah dan Jaga Kualitas Layanan Masyarakat
Sebut Kasus Amplop Bupati Kuansing Masuk Gratifikasi, LSM: Seharusnya Lapor KPK, Bukan Dikembalikan
KPK Geledah Rumah Kadisbun Kuansing Hingga Larut Malam, Penyidik Bawa Koper Hitam Dikawal Polisi Bersenjata
Breaking News: KPK Geledah Rumah Kadis Perkebunan Kuansing Malam Ini, Dijaga Polisi Bersenjata Laras Panjang
LSM Desak KPK Telusuri Aset Bupati Non-Aktif Kuansing, Diduga Sembunyikan Kebun Sawit Miliaran Rupiah
KPK Buru Aktor Pengumpul Duit Koperasi dalam Kasus Suap Bupati Kuansing
Tarif Listrik Triwulan III 2026 Tetap, PLN Jalankan Kebijakan Pemerintah dan Jaga Kualitas Layanan Masyarakat
Sebut Kasus Amplop Bupati Kuansing Masuk Gratifikasi, LSM: Seharusnya Lapor KPK, Bukan Dikembalikan