PILIHAN
Warga Sekitar Tak Tahu
Enggan Dibawa ke RS, Pria Positif Corona Ini Malah Shalat Tarawih di Masjid
Pria positif Corona dijemput petugas medis usai shalat tarawih di masjid. /instagram, terkini.id
MATARAM, RiauIN.com – Seorang pria yang positif Corona menolak dibawa ke rumah sakit saat dijemput petugas medis. Bahkan, pasien ini malah shalat tarawih berjamaah di masjid ketika tim medis menjemputnya.
Pasien berinisial S tersebut merupakan warga asal Kelurahan Cakranegara Barat, Kota Mataram, NTB.
Video yang memperlihatkan proses penjemputan S oleh petugas medis di masjid tempatnya shalat tarawih viral di media sosial sejak Kamis (30/4/2020).
Diketahui, yang bersangkutan merupakan salah satu pasien klaster Ijtima Ulama Dunia di Gowa, Sulawesi Selatan.
Baca Juga:
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sepulangnya dari Gowa, S sempat menjalani tes swab dan diminta untuk mengisolasi diri.
Belakang diketahui bahwa hasil tes swab dari S ternyata positif Covid-19.
Warga di sekitar tempat tinggal S juga tidak mengetahui bahwa pasien ini sudah tes swab dan seharusnya menjalani karatina mandiri.
Usai hasil tes swab keluar, petugas pun melakukan proses penjemputan terhadap S untuk dibawa ke rumah sakit setempat.
Namun, saat rumahnya didatangi petugas, S malah sedang shalat tarawih bersama jemaah lainnya di masjid sekitar tempat tinggal pasien ini.
Baca Juga:
Diberitakan Terkini.id, jamaah masjid tersebut tak tahu menahu jika mereka sedang salat berjamaah dengan seorang pasien positif Corona.
Mengetahui S berada di masjid, petugas pun langsung mendatanginya. Namun, ia malah menolak dievakuasi ke RS lantaran merasa sehat.
Petugas medis pun kemudian menjelaskan kepada S bahwa apa yang ia lakukan itu dapat membahayakan keluarga dan jemaah lainnya.
Baca Juga:
Setelah mendengar penjelasan petugas, S akhirnya bersedia dibawa ke rumah sakit untuk menjalani isolasi dan penanganan medis.(vie)
Pria positif Corona dijemput petugas medis usai Salat Tarawih di masjid. (Foto: Instagram)
Berita Lainnya
Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!
Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur
Tak Mempan Operasi Lokal, Pemulihan Sungai Kuantan Menunggu Perintah Langsung Presiden Prabowo
Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT
Geliat Pacu Jalur Tak Berbekas di Kas Daerah: Potensi Pajak Hotel Rp1,44 M Menguap
Realisasi Retribusi Perikanan Baru 5,16 Persen, Pajak Sarang Walet Kuansing Masih Nol
Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!
Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur
Tak Mempan Operasi Lokal, Pemulihan Sungai Kuantan Menunggu Perintah Langsung Presiden Prabowo
Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT
Geliat Pacu Jalur Tak Berbekas di Kas Daerah: Potensi Pajak Hotel Rp1,44 M Menguap
Realisasi Retribusi Perikanan Baru 5,16 Persen, Pajak Sarang Walet Kuansing Masih Nol