Minim Sumber Air, Tim Gabungan Kesulitan Padamkan 20 Hektare Karhutla Kerumutan Pelalawan
RIAUIN.COM - Kebakaran hutan dan lahan seluas 20 hektare di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, memicu asap tebal yang memperburuk kondisi udara di Kota Pangkalan Kerinci hingga masuk kategori tidak sehat.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD dan Damkar Provinsi Riau Jim Gafur mengonfirmasi bahaya paparan asap tersebut berdasarkan hasil pantauan alat pemantau kualitas udara di lokasi.
"Kualitas udara di Pelalawan tidak sehat karena ada karhutla di Kerumutan. Kondisi di sana tanahnya bergambut dalam, vegetasinya juga masih rapat, sehingga menghasilkan asap tebal yang mengarah ke Pangkalan Kerinci," kata Jim Gafur, Kamis (20/8/2026).
Kebakaran yang sudah membara selama lima hari ini melahap areal bergambut dalam dengan vegetasi pohon-pohon besar. Karhutla di kawasan ini sebenarnya sempat berhasil dipadamkan, tetapi titik api kembali muncul akibat kondisi lahan yang sangat kering.
Jim Gafur menyebut keterbatasan sumber air dan sulitnya akses lokasi menjadi penghambat utama pemadaman.
"Kalau luasannya masih dalam penanganan, perkiraannya kurang lebih 20 hektare. Titik api di Kerumutan ini sudah berlangsung sekitar lima hari," ujarnya.
Untuk memadamkan kobaran api, tim gabungan telah mengarahkan personel darat, helikopter pemadam, hingga alat berat. Selain itu, Pemerintah Provinsi Riau juga mengupayakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memancing hujan buatan di wilayah terdampak.
"Upaya penanggulangan terus dilakukan. Tim darat kita kerahkan, water bombing juga dilakukan, termasuk pengerahan alat berat. Tetapi memang pemadaman mengalami kesulitan karena sumber air di lokasi minim," jelas Jim Gafur.
Ia menambahkan bahwa efektivitas penyemaian garam melalui OMC sangat bergantung pada kondisi atmosfer. "OMC tergantung awan. Untuk penyemaian garam, kita bergantung pada kondisi awan yang ada," pungkasnya. (Bil)
Berita Lainnya
Pemprov Riau Pantau Karhutla via Dashboard Lancang Kuning Usai Terbitkan Maklumat Larangan Bakar Lahan
Ditopang Industri Pengolahan dan Lemak Nabati, Ekspor Riau Naik 3,43 Persen
Cuaca Riau Hari Ini Cerah Berawan, BMKG Deteksi 67 Hotspot
Pemprov Riau Gandeng Perusahaan Sawit Bangun Jalan Rigid Rp30 Miliar di Kampar
Warga Siak Keluhkan Air Bersih dan Jalan Rusak, Muhtarom Janji Kawal ke Pemerintah
Pemprov Riau Pertahankan Predikat Istimewa Indeks Reformasi Hukum Tiga Tahun Beruntun
Pemprov Riau Pantau Karhutla via Dashboard Lancang Kuning Usai Terbitkan Maklumat Larangan Bakar Lahan
Ditopang Industri Pengolahan dan Lemak Nabati, Ekspor Riau Naik 3,43 Persen
Cuaca Riau Hari Ini Cerah Berawan, BMKG Deteksi 67 Hotspot
Pemprov Riau Gandeng Perusahaan Sawit Bangun Jalan Rigid Rp30 Miliar di Kampar
Warga Siak Keluhkan Air Bersih dan Jalan Rusak, Muhtarom Janji Kawal ke Pemerintah
Pemprov Riau Pertahankan Predikat Istimewa Indeks Reformasi Hukum Tiga Tahun Beruntun