PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Positif Corona, Politisi PDIP Meninggal di RSHS Bandung
Bandung, Riauin-- Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Gatot Tjahjono menghembuskan napas terakhirnya di usia 58 tahun pada Jumat (27/3/2020) malam. Kondisi kesehatannya menurun karena terpapar virus corona (Covid-19).
Hal ini dipastikan melalui keterangan tertulis dari pihak keluarga yang diwakili oleh anak Gatot bernama Adyesa Kevindra Albari. Gatot Tjahjono dinyatakan meninggal dunia pada pukul 22.20 di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Dalam surat tersebut, ia menjelaskan kronologis kesehatan sang ayah menurun sejak Senin (16/3/2020). Pihak keluarga menduga Gatot menderita demam berdarah atau typus hingga harus mendapat perawatan di RS Borromeus.
Beberapa hari setelah dirawat, demamnya tidak turun, namun trombosit dan nafsu makannya sudah membaik.
"Akhirnya kami melakukan CT Scan dan mendapatkan diagnosa bahwa kemungkinan ayah kami mendapatkan wabah Covid-19 (corona). Setelah kami berdiskusi oleh banyak pihak, malam itu juga Kami pindahkan ke RSHS (Rumah sakit Hasan Sadikin)," ujar Adyesa dalam keterangan tertulis.
Selama perawatan, jantung Gatot sempat dinyatakan berhenti dua kali. Sebanyak itu pula pihak keluarga mendapatkan berita Gatot meninggal dunia.
"Tetapi di hari ini, tgl 27 Maret 2020, perjuangan pun harus menemui waktu terakhirnya, ayah kami pun terpaksa menyerah dengan segala penyakit yang ada," kata dia.
"Kami semua, keluarga, dukungan para dokter, teman dan sahabat telah berusaha dan berikhtiar untuk melakukan berbagai macam pengobatan untuk kesembuhan beliau," ia melanjutkan.
Berkaitan dengan dugaan Gatot terpapar virus corona, pihak keluarga sudah melakukan tes Covid-19 melalui Dinas Kesehatan Jabar. Anjuran Dokter Spesialis, mereka sudah melakukan isolasi mandiri.
"Sekarang ada yang telah melewati masa inkubasi dua minggu ada yang satu minggu lebih dan alhamdulillah kami sekeluarga tidak mendapatkan gejala gejala yang berarti," terang dia.
"Atas nama keluarga besar, saya memohonkan doa dari jauh, semoga segala dosa-dosa almarhum diampuni serta amal ibadah nyaa diterima oleh Allah SWT," ucap dia.(merdeka/nal).
Berita Lainnya
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing