PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Pagi Ini Jarak Pandang di Pekanbaru Terbatas, Apa Penyebabnya?
PEKANBARU, Riauin.com - Jarak pandang di Kota Pekanbaru pagi ini terbatas, hanya 2 kilometer saja, Jumat (14/2/2020).
Berdasarkan keterangan Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Sanya Gautami, jarak pandang yang terbatas tersebut bukanlah disebabkan oleh kabut asap.
"Bukan kabut asap. Itu hanya udara kabur akibat adanya partikel udara basah yang mengambang," ujar Sanya, Jumat (14/2/2020).
Ia menyampaikan kondisi seperti ini akan hilang ketika matahari muncul. "Nanti kalau matahari muncul, kabut akan hilang dan jarak pandang akan normal lagi," cakapnya.
Tak hanya Pekanbaru, untuk wilayah lain juga mengalami udara kabur. Daerah lain tersebut adalah Inhu, Dumai dan Pelalawan.
"Jarak pandang Inhu dan Dumai masing-masing 5 Kilometer sementara Pelalawan 4 Kilometer," ungkapnya.
Lanjut Sanya, hari ini masih terpantau 3 titik panas di provinsi Riau. Tiga titik tersebut terpantau di Pelalawan, Dumai dan juga Siak. Masing-masing 1 titik.
"Namun untuk level confidencenya masih dibawa 70 persen yang berarti itu belum dipastikan ada aktivitas kebakaran hutan dan lahan. Namun harus tetap diwaspadai," ucapnya.
BMKG terus mengimbau masyarakat untuk tidak melaksanakan aktivitas yang memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.(INT/NOL)
Berdasarkan keterangan Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Sanya Gautami, jarak pandang yang terbatas tersebut bukanlah disebabkan oleh kabut asap.
"Bukan kabut asap. Itu hanya udara kabur akibat adanya partikel udara basah yang mengambang," ujar Sanya, Jumat (14/2/2020).
Ia menyampaikan kondisi seperti ini akan hilang ketika matahari muncul. "Nanti kalau matahari muncul, kabut akan hilang dan jarak pandang akan normal lagi," cakapnya.
Tak hanya Pekanbaru, untuk wilayah lain juga mengalami udara kabur. Daerah lain tersebut adalah Inhu, Dumai dan Pelalawan.
"Jarak pandang Inhu dan Dumai masing-masing 5 Kilometer sementara Pelalawan 4 Kilometer," ungkapnya.
Lanjut Sanya, hari ini masih terpantau 3 titik panas di provinsi Riau. Tiga titik tersebut terpantau di Pelalawan, Dumai dan juga Siak. Masing-masing 1 titik.
"Namun untuk level confidencenya masih dibawa 70 persen yang berarti itu belum dipastikan ada aktivitas kebakaran hutan dan lahan. Namun harus tetap diwaspadai," ucapnya.
BMKG terus mengimbau masyarakat untuk tidak melaksanakan aktivitas yang memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.(INT/NOL)
Berita Lainnya
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah