PILIHAN
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Gagal Buli BBM, Sapi Pun Jadi
29 Mei 2026
Jabatan Tak Boleh Berkurban
28 Mei 2026
Cegah Karhutla, Babinsa di Tandun Lakukan Patroli
TANDUN, Riauin.com - Mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Satgas TMMD ke-105 Kodim 0313/KPR tidak hanya melakukan sosialisasi. Mereka juga melakukan patroli ke sejumlah wilayah yang berpotensi terjadi Karhutla.
Seperti yang dilakukan Babinsa di Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Sertu Basridul dan Serda Ramadhan. Sebelum patroli, mereka menyosialisasikan dan mengimbau masyarakat Kecamatan Tandun khususnya Desa Sei Kuning agar jangan membakar lahan.
"Bulan Juli hingga Desember 2019 ini diperkirakan cuaca panas atau musim kemarau panjang sehingga akan mudah terjadi kebakaran lahan perkebunan atau hutan sebab jika terjadi disuatu kebakaran di lahan maka akan berdampak rusak pada perekonomian masyarakat tersebut," kata Sertu Basridul.
Efek negatif dari Karhutla sangat jelas dampaknya dirasakan masyarakat. Selain mengganggu kesehatan, kerusakan ekosistem dan keseimbangan ekosistem tidak stabil. Hal itu akan merembes hingga mata pencarian atau perekonomian masyarakat.
"Masyarakat akan diingatkan untuk waspada akan terjadinya kebakaran di lahan atau pun di kebun masing-masing, khususnya desa Sei kuning yang kita ketahui 2015 kemarin pernah terjadi kebakaran yang menghabiskan lahan kebun dan hutan," bebernya.
Ia mengatakan, ke depan dengan melakukan pembinaan dan penyuluhan, pihaknya yakin tidak akan ada lagi Karhutla. (int/nol)
Seperti yang dilakukan Babinsa di Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Sertu Basridul dan Serda Ramadhan. Sebelum patroli, mereka menyosialisasikan dan mengimbau masyarakat Kecamatan Tandun khususnya Desa Sei Kuning agar jangan membakar lahan.
"Bulan Juli hingga Desember 2019 ini diperkirakan cuaca panas atau musim kemarau panjang sehingga akan mudah terjadi kebakaran lahan perkebunan atau hutan sebab jika terjadi disuatu kebakaran di lahan maka akan berdampak rusak pada perekonomian masyarakat tersebut," kata Sertu Basridul.
Efek negatif dari Karhutla sangat jelas dampaknya dirasakan masyarakat. Selain mengganggu kesehatan, kerusakan ekosistem dan keseimbangan ekosistem tidak stabil. Hal itu akan merembes hingga mata pencarian atau perekonomian masyarakat.
"Masyarakat akan diingatkan untuk waspada akan terjadinya kebakaran di lahan atau pun di kebun masing-masing, khususnya desa Sei kuning yang kita ketahui 2015 kemarin pernah terjadi kebakaran yang menghabiskan lahan kebun dan hutan," bebernya.
Ia mengatakan, ke depan dengan melakukan pembinaan dan penyuluhan, pihaknya yakin tidak akan ada lagi Karhutla. (int/nol)
Berita Lainnya
Tim SAR Temukan Lansia yang Hilang di Perkebunan Sawit Rohul
PW KAMMI Riau Salurkan Al-Qur’an dan Sembako ke TPQ Malika Rohul Saat Ramadan
Dugaan Upaya Adu Domba Masyarakat Adat di Rokan Hulu
Setelah Pencarian Panjang, Tim SAR Temukan Jasad Bocah yang Hanyut di Sungai Ngaso Rohul
Seorang Anak Hanyut di Sungai Ngaso Rohul, Tim Basarnas Pekanbaru Masih Lakukan Pencarian
Banjir Rendam Jalan Rohul-Duri hingga Surau Suluk Setinggi 1 Meter, Aktivitas Masyarakat Lumpuh
Tim SAR Temukan Lansia yang Hilang di Perkebunan Sawit Rohul
PW KAMMI Riau Salurkan Al-Qur’an dan Sembako ke TPQ Malika Rohul Saat Ramadan
Dugaan Upaya Adu Domba Masyarakat Adat di Rokan Hulu
Setelah Pencarian Panjang, Tim SAR Temukan Jasad Bocah yang Hanyut di Sungai Ngaso Rohul
Seorang Anak Hanyut di Sungai Ngaso Rohul, Tim Basarnas Pekanbaru Masih Lakukan Pencarian
Banjir Rendam Jalan Rohul-Duri hingga Surau Suluk Setinggi 1 Meter, Aktivitas Masyarakat Lumpuh