PILIHAN
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Para Gubernur Kumpul Bareng Kepala Bappenas Bahas Ibu Kota Baru
Jakarta,Riauin.com - Sebanyak empat gubernur yang wilayahnya menjadi calon terkuat lokasi ibu kota baru hari ini berkumpul di Kantor Staf Presiden. Keempat gubernur tersebut adalah Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor dan Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar.
Keempat gubernur tersebut hadir dalam diskusi rencana pemindahan ibu kota negara yang dipimpin oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.
"Kami menyampaikan garis besar mengenai isu pemindahan ibu kota yang sudah dibahas pada ratas minggu lalu," kata Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin (6/5/2019).
Bambang mengatakan rencana perpindahan ibu kota menjadi hal serius yang kini tengah dibahas oleh pemerintah. Isu kesenjangan antara wilayah Jawa dan luar Pulau Jawa yang sangat tinggi menjadi faktor dasar yang membuat perpindahan ibu kota perlu dikaji.
Bambang bilang keseriusan pemerintah mengenai perpindahan ibu kota tertuang dalam rencana panjang jangka menengah nasional 2020-2025 yang fokus dalam pengurangan kesenjangan wilayah. Hal ini terlihat dari PDRB Jawa yang mencakup 58% nasional, dan beban Jakarta sebagai kota yang begitu tinggi dibanding kota-kota besar lainnya di Indonesia.
"Di Indonesia sekarang perbedaan antara Jakarta dan kota lainnya sangat jauh. Jakarta sebagai kota terpadat pertama penduduknya 10 juta, sedangkan yang kedua Surabaya itu penduduknya hanya sekitar 3 jutaan. Bahkan 5 dari 10 kota terpadat itu ada di wilayah Jabodetabek. Jadi kesenjangan antara Jakarta dan di sekitarnya sangat tinggi," katanya.(int/nol)
Keempat gubernur tersebut hadir dalam diskusi rencana pemindahan ibu kota negara yang dipimpin oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.
"Kami menyampaikan garis besar mengenai isu pemindahan ibu kota yang sudah dibahas pada ratas minggu lalu," kata Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin (6/5/2019).
Bambang mengatakan rencana perpindahan ibu kota menjadi hal serius yang kini tengah dibahas oleh pemerintah. Isu kesenjangan antara wilayah Jawa dan luar Pulau Jawa yang sangat tinggi menjadi faktor dasar yang membuat perpindahan ibu kota perlu dikaji.
Bambang bilang keseriusan pemerintah mengenai perpindahan ibu kota tertuang dalam rencana panjang jangka menengah nasional 2020-2025 yang fokus dalam pengurangan kesenjangan wilayah. Hal ini terlihat dari PDRB Jawa yang mencakup 58% nasional, dan beban Jakarta sebagai kota yang begitu tinggi dibanding kota-kota besar lainnya di Indonesia.
"Di Indonesia sekarang perbedaan antara Jakarta dan kota lainnya sangat jauh. Jakarta sebagai kota terpadat pertama penduduknya 10 juta, sedangkan yang kedua Surabaya itu penduduknya hanya sekitar 3 jutaan. Bahkan 5 dari 10 kota terpadat itu ada di wilayah Jabodetabek. Jadi kesenjangan antara Jakarta dan di sekitarnya sangat tinggi," katanya.(int/nol)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V