PILIHAN
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
KPU Salah Input, Suara Jokowi-Ma'ruf Membengkak di Johor Baru
Jakarta, Riauin.com -- Dugaan salah input penghitungan suara melalui Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU) tak hanya terjadi di dalam negeri. Dugaan salah input juga terjadi dalam proses input data hasil Pilpres 2019 yang digelar di luar negeri.
Penelusuran wartawan, Kamis (2/5) pukul 11.30 WIB, di web kpu.go.id, KPU diduga melakukan input data yang tak sesuai dengan hasil laporan form C1. Temuan tersebut terungkap pada hasil penghitungan kotak suara keliling (KSK) 57, Johor Bahru, Malaysia.
Dalam input perolehan suara di Situng KPU, pasangan Jokowi-Ma'ruf ditulis meraih sebanyak 208 suara. Padahal berdasarkan form C1 yang dipindai, pasangan nomor urut 01 itu hanya meraih 81 suara.
Ketidaksesuaian input data juga mendera perolehan suara Prabowo-Sandi. Bedanya, pasangan nomor urut 02 tersebut justru mengalami penyusutan suara. Di situng KPU, Prabowo-Sandi tertulis meraih 35 suara, padahal berdasarkan pemindaian form C1, pasangan nomor urut 02 tersebut meraih sebanyak 48 suara.
KPU Salah Input, Suara Jokowi-Ma'ruf Membengkak di MalaysiaFoto: Screenshot via pemilu2019.kpu.go.id
KPU Salah Input, Suara Jokowi-Ma'ruf Membengkak di MalaysiaFoto: Screenshot via pemilu2019.kpu.go.id
Seperti diketahui, Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Johor Bahru, Malaysia telah merampungkan rekapitulasi suara. Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin disebut-sebut unggul atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dalam proses rekapitulasi suara yang dilakukan pada Minggu (28/4), pasangan nomor urut 01 meraih 57.012 suara, sedangkan pasangan 02 meraih 39.432 suara.
Sementara itu, dugaan kesalahan input sebelumnya juga diketahui terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Di TPS 03 Kelurahan Marao, Kecamatan Ulonoyo, Nias Selatan, Sumatra Utara misalnya. Terdapat salah satu paslon Pilpres 2019 mendapat lebih dari 700 suara, padahal DPT di TPS tersebut hanya sebanyak 78 pemilih.
Pasangan Calon Presiden Jokowi-Ma'ruf, dalam input data di Situng KPU, tertulis mendapat 723 suara. Padahal, berdasarkan pindai C1 yang turut dilampirkan, pasangan nomor urut 01 tersebut hanya mendapat 72 suara.(int/nol)
Penelusuran wartawan, Kamis (2/5) pukul 11.30 WIB, di web kpu.go.id, KPU diduga melakukan input data yang tak sesuai dengan hasil laporan form C1. Temuan tersebut terungkap pada hasil penghitungan kotak suara keliling (KSK) 57, Johor Bahru, Malaysia.
Dalam input perolehan suara di Situng KPU, pasangan Jokowi-Ma'ruf ditulis meraih sebanyak 208 suara. Padahal berdasarkan form C1 yang dipindai, pasangan nomor urut 01 itu hanya meraih 81 suara.
Ketidaksesuaian input data juga mendera perolehan suara Prabowo-Sandi. Bedanya, pasangan nomor urut 02 tersebut justru mengalami penyusutan suara. Di situng KPU, Prabowo-Sandi tertulis meraih 35 suara, padahal berdasarkan pemindaian form C1, pasangan nomor urut 02 tersebut meraih sebanyak 48 suara.
KPU Salah Input, Suara Jokowi-Ma'ruf Membengkak di MalaysiaFoto: Screenshot via pemilu2019.kpu.go.id
KPU Salah Input, Suara Jokowi-Ma'ruf Membengkak di MalaysiaFoto: Screenshot via pemilu2019.kpu.go.id
Seperti diketahui, Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Johor Bahru, Malaysia telah merampungkan rekapitulasi suara. Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin disebut-sebut unggul atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dalam proses rekapitulasi suara yang dilakukan pada Minggu (28/4), pasangan nomor urut 01 meraih 57.012 suara, sedangkan pasangan 02 meraih 39.432 suara.
Sementara itu, dugaan kesalahan input sebelumnya juga diketahui terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Di TPS 03 Kelurahan Marao, Kecamatan Ulonoyo, Nias Selatan, Sumatra Utara misalnya. Terdapat salah satu paslon Pilpres 2019 mendapat lebih dari 700 suara, padahal DPT di TPS tersebut hanya sebanyak 78 pemilih.
Pasangan Calon Presiden Jokowi-Ma'ruf, dalam input data di Situng KPU, tertulis mendapat 723 suara. Padahal, berdasarkan pindai C1 yang turut dilampirkan, pasangan nomor urut 01 tersebut hanya mendapat 72 suara.(int/nol)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V