PILIHAN
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Prabowo Sebut Hasil Ijtimak Ulama 3 Komprehensif dan Tegas
Jakarta, Riauin.com -- Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto merespons hasil Ijtimak Ulama dan Tokoh Nasional 3 dengan pujian singkat yang dilontarkan ke awak media.
Sesaat sebelum meninggalkan arena Ijtimak Ulama, Prabowo menyebut hasil perundingan para ulama komprehensif dan tegas.
"Alhamdulillah saya kira cukup komprehensif dan tegas, terima kasih," kata Prabowo kepada wartawan di Hotel Lorin Sentul, Jakarta, Rabu (1/5) malam.
Dia enggan berkomentar lebih jauh. Prabowo hanya melontarkan senyum dan lambaian tangan ke para pendukungnya yang datang di kesempatan tersebut.
Ijtimak Ulama dan Tokoh Nasional 3 digelar untuk merespons dugaan kecurangan yang dilakukan TKN Jokowi-Ma'ruf.
Sejumlah tokoh terpantau hadir, yakni beberapa tokoh, seperti Yusuf Muhammad Martak, Slamet Ma'arif, Haikal Hassan, Abdul Rasyid Abdullah Syafii, Sohibul Iman, dan Priyo Budi Santoso.
Ijtimak jilid ketiga ini menghasilkan lima rekomendasi.
Pertama, Ijtimak Ulama 3 menyimpulkan terjadi kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif. Lalu meminta BPN Prabowo-Sandi untuk merespons kecurangan itu lewat prosedur hukum yang berlaku.
Kemudian Ijtimak meminta masyarakat mengawasi proses hukum terkait kecurangan.
Ijtimak juga meminta KPU dan Bawaslu mendiskualifikasi Jokowi-Ma'ruf karena diduga melakukan kecurangan.
"Mendesak Bawaslu dan KPU memutuskan membatalkan atau mendiskualifikasi Pasangan Calon Presiden-Calon Wakil Presiden Nomor Urut 01," ujar Penanggung Jawab Ijtimak Ulama dan Tokoh Nasional III Yusuf Martak saat membacakan keputusan di Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Rabu (1/5) malam.(int/nol)
Sesaat sebelum meninggalkan arena Ijtimak Ulama, Prabowo menyebut hasil perundingan para ulama komprehensif dan tegas.
"Alhamdulillah saya kira cukup komprehensif dan tegas, terima kasih," kata Prabowo kepada wartawan di Hotel Lorin Sentul, Jakarta, Rabu (1/5) malam.
Dia enggan berkomentar lebih jauh. Prabowo hanya melontarkan senyum dan lambaian tangan ke para pendukungnya yang datang di kesempatan tersebut.
Ijtimak Ulama dan Tokoh Nasional 3 digelar untuk merespons dugaan kecurangan yang dilakukan TKN Jokowi-Ma'ruf.
Sejumlah tokoh terpantau hadir, yakni beberapa tokoh, seperti Yusuf Muhammad Martak, Slamet Ma'arif, Haikal Hassan, Abdul Rasyid Abdullah Syafii, Sohibul Iman, dan Priyo Budi Santoso.
Ijtimak jilid ketiga ini menghasilkan lima rekomendasi.
Pertama, Ijtimak Ulama 3 menyimpulkan terjadi kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif. Lalu meminta BPN Prabowo-Sandi untuk merespons kecurangan itu lewat prosedur hukum yang berlaku.
Kemudian Ijtimak meminta masyarakat mengawasi proses hukum terkait kecurangan.
Ijtimak juga meminta KPU dan Bawaslu mendiskualifikasi Jokowi-Ma'ruf karena diduga melakukan kecurangan.
"Mendesak Bawaslu dan KPU memutuskan membatalkan atau mendiskualifikasi Pasangan Calon Presiden-Calon Wakil Presiden Nomor Urut 01," ujar Penanggung Jawab Ijtimak Ulama dan Tokoh Nasional III Yusuf Martak saat membacakan keputusan di Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Rabu (1/5) malam.(int/nol)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V