PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Sandi Anggap Wacana '1 Periode Presiden 7 Tahun' Tak Tepat Dibahas Saat Ini
Jakarta, Riauin.com - Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Andre Rosiade melempar wacana agar masa kerja presiden seharusnya hanya satu periode dengan masa jabatan 7 tahun. Cawapres Sandiaga Uno menyebut, usulan tersebut tak tepat dibahas sekarang.
"Menurut saya itu usulan yang bukan sekarang tempatnya untuk didiskusikan," kata Sandiaga di Masjid At-Taqwa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (28/4/2019).
Sandiaga menyebut seharusnya saat ini difokuskan untuk mengawal proses rekapitulasi suara. Dia berharap usulan-usulan terkait evaluasi pilpres dibahas setelah proses Pemilu selesai.
"Kita fokus dulu buat tanggal 22 Mei sampai ke depan proses ini kita kawal dengan baik. Kita harus bekerja dengan skala prioritas. Skala prioritas kita sekarang adalah pemilu yang jujur adil. Kalau usulan-usulan seperti itu saya mohon dengan hormat untuk dibahasnya setelah proses ini berlangsung," ujarnya.
Menurutnya, usulan yang dilempar politikus Gerindra itu tidak konstruktif. Apalagi, disampaikan saat perhitungan suara sedang berlangsung, serta banyak korban dalam proses rekapitulasi. Maka dari itu, dia menilai tidak tepat ada usulan evaluasi pemilu sekarang.
"Karena usulan tersebut tidak konstruktif disampaikan pada saat perhitungan suara sedang berlangsung, korban berjatuhan kelelahan yang luar biasa yang dirasakan. Mari kita memikirkan untuk bangsa dan negara bukan untuk kekuasaan," katanya.
Sebelumnya, Andre melempar wacana agar masa kerja presiden seharusnya hanya satu periode dengan masa jabatan 7 tahun. Andre mengatakan evaluasi ini diperlukan agar tidak ada petahana yang ingin menggunakan kekuasaannya. Menurutnya, setelah dilantik, presiden dapat fokus pada janji yang telah diberikan.
"Untuk itu, ke depan mari kita buka wacana baru bahwa Indonesia butuh presiden, cukup satu periode 7 tahun. Evaluasi pemilu ini sekaligus kita harus mengevaluasi, jangan sampai ada petahana yang ingin mempertahankan kekuasaannya terindikasi mempergunakan seluruh sumber daya," ujar Andre di d'Consulate Resto & Lounge, Jl KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (27/4).(int/nol)
"Menurut saya itu usulan yang bukan sekarang tempatnya untuk didiskusikan," kata Sandiaga di Masjid At-Taqwa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (28/4/2019).
Sandiaga menyebut seharusnya saat ini difokuskan untuk mengawal proses rekapitulasi suara. Dia berharap usulan-usulan terkait evaluasi pilpres dibahas setelah proses Pemilu selesai.
"Kita fokus dulu buat tanggal 22 Mei sampai ke depan proses ini kita kawal dengan baik. Kita harus bekerja dengan skala prioritas. Skala prioritas kita sekarang adalah pemilu yang jujur adil. Kalau usulan-usulan seperti itu saya mohon dengan hormat untuk dibahasnya setelah proses ini berlangsung," ujarnya.
Menurutnya, usulan yang dilempar politikus Gerindra itu tidak konstruktif. Apalagi, disampaikan saat perhitungan suara sedang berlangsung, serta banyak korban dalam proses rekapitulasi. Maka dari itu, dia menilai tidak tepat ada usulan evaluasi pemilu sekarang.
"Karena usulan tersebut tidak konstruktif disampaikan pada saat perhitungan suara sedang berlangsung, korban berjatuhan kelelahan yang luar biasa yang dirasakan. Mari kita memikirkan untuk bangsa dan negara bukan untuk kekuasaan," katanya.
Sebelumnya, Andre melempar wacana agar masa kerja presiden seharusnya hanya satu periode dengan masa jabatan 7 tahun. Andre mengatakan evaluasi ini diperlukan agar tidak ada petahana yang ingin menggunakan kekuasaannya. Menurutnya, setelah dilantik, presiden dapat fokus pada janji yang telah diberikan.
"Untuk itu, ke depan mari kita buka wacana baru bahwa Indonesia butuh presiden, cukup satu periode 7 tahun. Evaluasi pemilu ini sekaligus kita harus mengevaluasi, jangan sampai ada petahana yang ingin mempertahankan kekuasaannya terindikasi mempergunakan seluruh sumber daya," ujar Andre di d'Consulate Resto & Lounge, Jl KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (27/4).(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK