PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
KPU Beri Santunan ke Keluarga Petugas KPPS yang Meninggal
Jakarta, Riauin.com -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan bakal memberikan santunan kepada keluarga petugas yang meninggal saat menjalankan tugas sebagai Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Pemilu 2019. Selama penyelenggaraan Pemilu 2019 terdapat sejumlah petugas KPPS yang meninggal dunia karena beragam alasan.
"Kami tentu sangat prihatin dengan berita duka itu karena memang penyelenggara kita belum difasilitasi asuransi kesehatan. Maka seperti biasa, KPU seluruh Indonesia akan gotong royong bersama-sama untuk memberikan tanda kasih santunan kepada pihak keluarga korban," kata komisioner KPU Wahyu Setiawan kepada media di Jakarta, Minggu (21/4).
Wahyu mengaku tak dapat mengukur secara detail seberapa berat pekerjaan sebagai KPPS sehingga banyak yang meninggal dunia dengan salah satu alasannya adalah kelelahan.
"Kamu belom pernah jadi KPPS ya, sekali-kali coba biar merasakan. Nanti kalau saya ceritakan fiktif, enggak terasa," ucap Wahyu.
Menurut Wahyu, Pemilu serentak 2019 dengan penyelenggaraan yang besar menimbulkan konsekuensi pekerjaan yang juga ikut meningkat.
"Volume pekerjaan yang sangat meningkat bukan juga konsekuensinya energi, pikiran para penyelenggara itu kan juga berlipat-lipat. Tetapi sekali lagi ini kan semua juga kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa," tutur Wahyu.
Meski demikian, Wahyu mengatakan banyaknya kabar duka ini bakal menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan pemilu selanjutnya. Dia berharap nantinya evaluasi ini dapat menjadi masukan bagi pembuat kebijakan untuk dapat memformulakan sistem pemilu berikutnya.
Selama Pemilu 2019, terdapat sejumlah kabar kematian anggota KPPS. Di Jawa Barat misalnya, sebanyak 12 petugas KPPS meninggal dunia saat Pemilu 2019 berlangsung.(int/nol)
"Kami tentu sangat prihatin dengan berita duka itu karena memang penyelenggara kita belum difasilitasi asuransi kesehatan. Maka seperti biasa, KPU seluruh Indonesia akan gotong royong bersama-sama untuk memberikan tanda kasih santunan kepada pihak keluarga korban," kata komisioner KPU Wahyu Setiawan kepada media di Jakarta, Minggu (21/4).
Wahyu mengaku tak dapat mengukur secara detail seberapa berat pekerjaan sebagai KPPS sehingga banyak yang meninggal dunia dengan salah satu alasannya adalah kelelahan.
"Kamu belom pernah jadi KPPS ya, sekali-kali coba biar merasakan. Nanti kalau saya ceritakan fiktif, enggak terasa," ucap Wahyu.
Menurut Wahyu, Pemilu serentak 2019 dengan penyelenggaraan yang besar menimbulkan konsekuensi pekerjaan yang juga ikut meningkat.
"Volume pekerjaan yang sangat meningkat bukan juga konsekuensinya energi, pikiran para penyelenggara itu kan juga berlipat-lipat. Tetapi sekali lagi ini kan semua juga kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa," tutur Wahyu.
Meski demikian, Wahyu mengatakan banyaknya kabar duka ini bakal menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan pemilu selanjutnya. Dia berharap nantinya evaluasi ini dapat menjadi masukan bagi pembuat kebijakan untuk dapat memformulakan sistem pemilu berikutnya.
Selama Pemilu 2019, terdapat sejumlah kabar kematian anggota KPPS. Di Jawa Barat misalnya, sebanyak 12 petugas KPPS meninggal dunia saat Pemilu 2019 berlangsung.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK