PILIHAN
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
KPU Beri Santunan ke Keluarga Petugas KPPS yang Meninggal
Jakarta, Riauin.com -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan bakal memberikan santunan kepada keluarga petugas yang meninggal saat menjalankan tugas sebagai Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Pemilu 2019. Selama penyelenggaraan Pemilu 2019 terdapat sejumlah petugas KPPS yang meninggal dunia karena beragam alasan.
"Kami tentu sangat prihatin dengan berita duka itu karena memang penyelenggara kita belum difasilitasi asuransi kesehatan. Maka seperti biasa, KPU seluruh Indonesia akan gotong royong bersama-sama untuk memberikan tanda kasih santunan kepada pihak keluarga korban," kata komisioner KPU Wahyu Setiawan kepada media di Jakarta, Minggu (21/4).
Wahyu mengaku tak dapat mengukur secara detail seberapa berat pekerjaan sebagai KPPS sehingga banyak yang meninggal dunia dengan salah satu alasannya adalah kelelahan.
"Kamu belom pernah jadi KPPS ya, sekali-kali coba biar merasakan. Nanti kalau saya ceritakan fiktif, enggak terasa," ucap Wahyu.
Menurut Wahyu, Pemilu serentak 2019 dengan penyelenggaraan yang besar menimbulkan konsekuensi pekerjaan yang juga ikut meningkat.
"Volume pekerjaan yang sangat meningkat bukan juga konsekuensinya energi, pikiran para penyelenggara itu kan juga berlipat-lipat. Tetapi sekali lagi ini kan semua juga kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa," tutur Wahyu.
Meski demikian, Wahyu mengatakan banyaknya kabar duka ini bakal menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan pemilu selanjutnya. Dia berharap nantinya evaluasi ini dapat menjadi masukan bagi pembuat kebijakan untuk dapat memformulakan sistem pemilu berikutnya.
Selama Pemilu 2019, terdapat sejumlah kabar kematian anggota KPPS. Di Jawa Barat misalnya, sebanyak 12 petugas KPPS meninggal dunia saat Pemilu 2019 berlangsung.(int/nol)
"Kami tentu sangat prihatin dengan berita duka itu karena memang penyelenggara kita belum difasilitasi asuransi kesehatan. Maka seperti biasa, KPU seluruh Indonesia akan gotong royong bersama-sama untuk memberikan tanda kasih santunan kepada pihak keluarga korban," kata komisioner KPU Wahyu Setiawan kepada media di Jakarta, Minggu (21/4).
Wahyu mengaku tak dapat mengukur secara detail seberapa berat pekerjaan sebagai KPPS sehingga banyak yang meninggal dunia dengan salah satu alasannya adalah kelelahan.
"Kamu belom pernah jadi KPPS ya, sekali-kali coba biar merasakan. Nanti kalau saya ceritakan fiktif, enggak terasa," ucap Wahyu.
Menurut Wahyu, Pemilu serentak 2019 dengan penyelenggaraan yang besar menimbulkan konsekuensi pekerjaan yang juga ikut meningkat.
"Volume pekerjaan yang sangat meningkat bukan juga konsekuensinya energi, pikiran para penyelenggara itu kan juga berlipat-lipat. Tetapi sekali lagi ini kan semua juga kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa," tutur Wahyu.
Meski demikian, Wahyu mengatakan banyaknya kabar duka ini bakal menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan pemilu selanjutnya. Dia berharap nantinya evaluasi ini dapat menjadi masukan bagi pembuat kebijakan untuk dapat memformulakan sistem pemilu berikutnya.
Selama Pemilu 2019, terdapat sejumlah kabar kematian anggota KPPS. Di Jawa Barat misalnya, sebanyak 12 petugas KPPS meninggal dunia saat Pemilu 2019 berlangsung.(int/nol)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V