Selama kampanye calon gubernur Riau nomor urut 1 diseluruh wilayah Riau, hal ini selalu menjadi poin utama yang ditanyakan oleh masyarakat khususnya petani kelapa sawit.
Bahkan tak sedikit juga petani yang mengaku kagum atas keberhasilan program replanting di Siak yang tidak lagi dengan sistem avalis atau perusahaan pendamping, cukup dengan koperasi. Dan bahkan bisa melalui Gapoktan atau kelompok tani, minimal seluas 50 hektare dan non plasma pun bisa dengan batas minimal 4 hektare.
Kemudian, pada saat peremajaan sawit dibolehkan untuk menanam tanaman sela seperti jagung. Tanaman sela jagung merupakan salah satu alternatif untuk pendapatan petani yang hilang dari tanaman sawitnya yang diremajakan.
"Saya punya saudara yang tergabung di kelompok tani di Siak. Jadi dia bilang, selain membolehkan tanam jagung, Pemkab Siak juga menyiapkan lahan seluas total 9.500 hektare untuk mengembangkan komoditas perkebunan kopi dan kakao," kata Nurgiwan warga Kecamatan Pelalawan, Riau, Senin (16/4/2018).
Dikatakan Nurgiwan program tanam kopi dan kakao itu diberikan Pemkab Siak untuk membantu petani kelapa sawit yang menunggu masa peremajaan (replanting) sawit.
" Makanya petani sawit yang replanting tak khawatir soal pendapatan selama masa tanam ulang itu, jadi solusinya dengan menanam kopi dan kakao ini. Selama pak Syamsuar di Siak petani di sana mengaku sejahtera dan sangat diperhatikan,†katanya.
Kakek yang sudah bercucu 4 orang ini mengaku tak akan menyesal mengajak petani lainnya di Pelalawan ataupun daerah lainnya untuk memilih Calon Gubernur yang sudah teruji kerjanya. "Bukan yang janji-janji saja dan apalagi tidak paham sama sekali dengan rakyat," sebut Nurgiwan saat berdialog dengan wartawan.
Ketua Harian Partai Politik (Parpol) Koalisi Riau Bersatu (Karib) Provinsi Riau, Tengku Zulmizan Assegaf sebagai keturunan asli dari Kerajaan Pelalawan ini juga mengajak masyarakat memenangkan pasangan calon gubernur Riau nomor urut 1.
Zulmizan menjelaskan kenapa PAN, NasDem, dan PKS mengusung Pak Syamsuar, karena beliau adalah birokrat sejati yang sudah matan atau tunak menjadi seorang pemimpin, hal ini dibuktikan dengan suksesnya dia memimpin Kabupaten Siak.
Banyak penghargaan yang diraih Siak selama kepemimpinann Pak Syamsuar yang sekarang masuk priode kedua, sudah 64 penghargaan yang diraih baik itu tingkat daerah dan nasional, beber Zulmizan.
Belum lagi Perda Zakat yang juga menjadi puja-puji masyarakat di Negeri ini per tahun mencapai Rp12 miliar. Selain itu pelayanan kesehatan dan pendidikan gratis di Siak dan ini akan ditularkan ke Provinsi Riau, sambung Zulmizan.
Banyak lagi prestasi Pak Syamsuar ini, ucap Zulmizan, dan kalau dia sampaikan semuanya hingga pagipun tak selesai dan tak habis catatan suksesnya Pak Syamsuar.
Sedangkan Calon Wakil Gubernur Riau, Pak Edy Nasution, jelas Zulmizan, adalah seorang jendral kelahiran Bengkalis yang paham betul dengan strategi dan sangat riligi sehingga saat ini begitu panjang antrean masjid untuk meminta Pak Edy Nasution berkutbah pada hari Jumat.
Dua pasangan calon kita ini cukup luar biasa riligius dan dekat dengan masjid serta masyarakat. Kalau negeri ini ingin mendapat keberkahan, maka pilihlah pemimpin yang riligi dan paham dengan masyarakatnya, pinta Zulmizan. (int/nol)