Kanal

Tembus Wilayah Pesisir Riau, BI dan Pemprov Jamin Ketersediaan Uang Layak Edar

RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau bersama Bank Indonesia resmi melepas Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 untuk menjangkau kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal di wilayah kepulauan Riau, Senin (20/7/2026). Langkah ini dilakukan guna mengatasi kendala geografis dalam penyaluran uang layak edar bagi masyarakat pesisir.

Kondisi Riau yang didominasi pulau-pulau terisolasi menjadi perhatian utama dalam menjaga kesetaraan akses transaksi keuangan masyarakat. Sejumlah kawasan seperti Pulau Rupat, Bengkalis, Mendol, Guntung, hingga Tebing Tinggi memerlukan penanganan distribusi khusus akibat keterbatasan jalur transportasi darat.

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menegaskan bahwa kontur wilayah kepulauan Riau menuntut hadirnya layanan kas terapung atau ekspedisi khusus secara berkala. Hal tersebut penting agar masyarakat di wilayah terluar tidak menggunakan mata uang asing serta mendapatkan hak yang sama dalam bertransaksi.

"Riau memiliki banyak pulau yang tersebar dan sulit dijangkau seperti Pulau Rupat, Pulau Bengkalis, Pulau Mendol, Pulau Guntung, dan Pulau Tebing Tinggi. Wilayah-wilayah ini tentu memerlukan perhatian khusus agar masyarakat tetap mendapatkan hak yang sama dalam penggunaan alat pembayaran yang sah yaitu rupiah," ujar SF Hariyanto di Kota Pekanbaru, Senin (20/7).

Selain memastikan kecukupan jumlah dan pecahan uang di tingkat tapak, program ini difungsikan sebagai benteng kedaulatan negara di wilayah perbatasan laut. Kehadiran fisik rupiah hingga batas perairan dinilai krusial untuk memperkuat stabilitas sistem pembayaran nasional.

SF Hariyanto menambahkan bahwa misi ini tidak sebatas pengiriman logistik uang fisik semata. Ada pesan kedaulatan yang dibawakan oleh petugas pengawal ke titik-titik terluar Riau.

"Kegiatan ekspedisi rupiah berdaulat ini tidak hanya membuat kunjungan logistik, tetapi juga mengemban amanah untuk memperkuat benteng negara melalui penguatan peran rupiah sebagai simbol kedaulatan dan pemersatu bangsa," kata SF Hariyanto.

Guna memastikan pengiriman mata uang ke kawasan terisolasi berjalan tanpa hambatan keamanan, kerja sama lintas instansi dikerahkan. Koordinasi dilakukan bersama jajaran TNI, Polri, serta pemerintah kabupaten dan kota setempat.

Pemerintah Provinsi Riau berharap pergerakan tim ekspedisi dapat memacu perputaran roda ekonomi warga pesisir. Sinergi lintas sektor diharapkan membuat penyaluran uang layak edar mencapai sasaran secara optimal tanpa terkendala medan geografi. (Bil)

 

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler