Kanal

Empat Pasar Murah Digelar di Riau Mulai Selasa untuk Jaga Stabilitas Harga Pasca Libur

RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah langsung bergerak menjaga stabilitas harga bahan pokok seusai libur nasional Hari Lahir Pancasila. Langkah pencegahan lonjakan harga ini dilakukan dengan menggelar operasi pasar murah sebanyak empat kali berturut-turut di wilayah Kabupaten Siak dan Kota Pekanbaru, mulai Selasa hingga Jumat pekan ini.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Provinsi Riau Tetty Nurdianti menjelaskan bahwa rangkaian pasar murah ini sengaja digulirkan tepat setelah libur panjang untuk menekan potensi fluktuasi harga di tingkat konsumen. Oleh karena hari Senin bertepatan dengan tanggal merah, distribusi komoditas subsidi langsung dikebut pada hari berikutnya.

Pada hari pertama, Selasa dua Juni, pasar murah akan menyasar warga di Halaman Kantor Lurah Minas Timur, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak. Selanjutnya, tim akan bergeser ke Kota Pekanbaru pada Rabu tiga Juni dengan membuka posko di Halaman Kantor Kelurahan Industri, Kecamatan Tenayan Raya.

Intervensi harga berlanjut pada Kamis empat Juni di Jalan Limbungan, Gang Gajus, Rukun Tetangga nol satu Rukun Warga sepuluh, Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai Timur. Rangkaian program pekan pertama bulan ini akan ditutup pada Jumat lima Juni di Halaman Kantor Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya.

Semua kegiatan tersebut dijadwalkan mulai melayani masyarakat tepat pukul sembilan waktu Indonesia barat. Selain meminta warga mengantre secara tertib demi kelancaran distribusi, pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk membawa kantong belanja mandiri dari rumah guna menekan volume sampah plastik sekali pakai.

Dalam operasi pasar kali ini, komoditas beras dialokasikan dalam beberapa varian harga, yakni beras SPHP seharga enam puluh ribu rupiah per lima kilogram, serta beras premium jenis anak daro dan sokan yang dijual delapan puluh tiga ribu rupiah per lima kilogram atau seratus enam puluh lima ribu rupiah untuk kemasan sepuluh kilogram.

Komoditas pangan lain yang juga disubsidi meliputi minyak goreng kemasan Minyakita seharga lima belas ribu lima ratus rupiah per bungkus, gula pasir delapan belas ribu rupiah per kilogram, dan telur ayam seharga empat puluh sembilan ribu rupiah per papan. Sementara itu, untuk garam kemasan, warga dapat menebus merek Krista seharga dua ribu rupiah per dua ratus gram atau merek Nusantara dengan harga yang sama untuk berat dua ratus lima puluh gram. Untuk komoditas bumbu dapur seperti cabai merah, bawang merah, serta bawang putih, harga jual di lokasi akan disesuaikan langsung dengan harga kemitraan di tingkat petani. (Bil)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler