RIAUIN.COM- Debat Publik Calon Bupati dan Wakil Bupati Kuantan Singingi tadi malam, Kamis (14/11/2024) terbilang seru. Ketiga kandidat saling cecar pertanyaan dan saling serang.
Ada momen menarik dalam debat tadi malam, saat pasangan calon Suhardiman Amby-Mukhlisin bertahya kepada pasangan calon nomor urut 2 Adam-Sutoyo bagaimana perannya kelak jika terpilih menjadi pemimpin terkait persoalan tumpah tindih lahan di kawasan HPK.
Pertanyaan tersebut dilontarkan oleh Cawabup pasangan nomor urut 1, Mukhlisin. Pertanyaan tersebut ditujukan kepada Cawabup nomor urut 2, Sutoyo. Lantas Sutoyo menjawab, jika persoalan tersebut merupakan ranahnya pemerintahan provinsi Riau dalam menentukan tata ruang.
Sutoyo menjelaskan, Suhardiman Amby ketika itu menjabat sebagai Ketua Pansus Lahan DPRD kenapa tidak berkoordinasi dengan pemerintahan daerah di Kabupaten Kuansing.
Menanggapi jawaban Sutoyo tersebut, Mukhlisin malah berkilah bahwa Shardiman Amby tidak pernah menjadi Ketua Pansus di DPRD Provinsi Riau. Mendengar jawaban Mukhlisin tersebut, netizen malah beramai-ramai pernyataan calon nomor urut 1 itu adalah bentuk kebohongan.
Disejumlah group WhtasApp, netizen beramai ramai mengeluarkan surat yang pernah ditandatangani oleh Suhardiman Amby sebagai Ketua Pansus saat menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Riau pada tahun 2018 lalu.
Netizen juga menyertakan berita berita terkait kegiatan Suhardiman Amby selaku Ketua Pansus DPRD Provinsi Riau. "Itu jelas bohong, ini buktinya Suhardiman Amby pernah menjadi Ketua Pansus," kata Khairul.
Debat yang ditaja oleh KPU Kuansing tadi malam membahas beragam persoalan, baik dibidang ekonomi, sosial dan budaya. Dari sepanjang perdebatan, para analis mengamati panggung debat lebih dikuasai oleh pasangan nomor urut 3 H Halim- Sardiyono.
"Sepertinya debat tadi malam milik pasangan nomor urut 3. Mereka lebih menguasai persoalan dan masuak akal dalam memberikan solusi. Padat, singkat dan berisi," kata salah seorang mantan dosen Universitas di Riau Sofyan Samad menilai.
Yang lebih membuat orang terkesima, saat H Halim menjawab pertanyaan moderator terkait solusi untuk mengatasi kemiskinan di Kuansing. H Halim dengan lantang pasangan nomor urut 3 memiliki program yang jelas untuk kesejahteraan masyarakat yakni mengembangkan sektor perkebunan UMKM dan Pertanian.
"Program kami jelas membantu masyarakat kurang mampu membangun kebun kelapa sawit. Karena sawit adalah primadona di Riau. Kami memberikan bantuan pengolahan lahan, bibit sampai pemupukan. Pertahun paling tidak kami targetkan 1000 hektar," kata H Halim.
Begitupun juga bidang pertanian, pasangan nomor urut 3 itu akan memberikan bantuan pembuatan sumur artesis sebagai sumber pengairan. Dan memberikan benih padi untuk tanam dua kali setahun.
Halim juga menjelaskan bagi pelaku UMKM pihaknya juga akan memberikan bantuan permodalan sehingga pelaku usaha bisa berkembang agar terciptanya tenaga kerja baru. (hen)