"Dalam kasus teror Novel, itu sudah jelas arahnya. Yaitu pihak-pihak yang langsung atau tidak langsung berkaitan dengan penanganan kasus korupsi di KPK yang ditangani Novel," kata Fickar saat dihubungi wartawan, Sabtu (15/4).
Fickar melanjutkan, dalam membongkar kasus tersebut, menurutnya polisi harus melihat kerangka yang besar, yakni pelemahan terhadap KPK. Terlebih, selama ini yang kerap mendapat teror bukan hanya penyidik dan pegawai pada KPK, melainkan juga pimpinan lembaga antikorupsi tersebut.
Sebelumnya, pada Selasa (11/4) pagi, saat pulang berjamaah shalat subuh di masjid, penyidik KPK Novel Baswedan disiram air keras di wajahnya oleh dua pria tak dikenal. Akibat penyiraman tersebut, Novel mengalami gangguan pada mata kirinya. Saat ini, Novel harus menjalani perawatan di Singapura.
Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan kemudian sempat menanyai seputar bisnis hijab dan gamis istri Novel terkait peristiwa tersebut.(rol)