Kanal

Cegah Covid-19, Jam Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Dipersingkat Jadi 06.00-20.00 WIB

PEKANBARU, Riauin.com - Di tengah wabah virus Corona atau Covid-19 seperti saat ini, jam operasional Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru dipersingkat menjadi pukul 06.00 pagi sampai pukul 20.00 malam. Sebelumnya 06.00-24.00 WIB.

Demikian diungkapkan Executive General Manager (EGM) Bandara SSK II Pekanbaru, Yogi Prasetyo, kepada wartawan. Kebijakan ini diambil sesuai dengan kebijakan PT Angkasa Pura II, sebagai pihak otoritas pengelola sejumlah bandara yang bernaung dibawahnya.

Selain SSK II, ada sekitar 11 bandara lainnya yang juga jam operasionalnya disesuaikan, guna optimalisasi layanan dan mendukung pencegahan penyebaran Covid-19.

Bandara tersebut adalah Kertajati (Majalengka), Sultan Thaha (Jambi), Depati Amir (Pangkalpinang), Fatmawati Soekarno (Bengkulu), Sultan Iskandar Muda (Aceh), Tjilik Riwut (Palangkaraya) dan Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Radin Inten II (Lampung), Supadio (Pontianak), dan Bandara Banyuwangi.

Baca Juga:
Penumpang di Bandara SKK II Pekanbaru Suspect Covid-19

Sesuai dengan persetujuan dari regulator, dengan diterbitkannya Notice to Airmen (Notam), terkait jam operasional bagi masing-masing bandara, maka waktunya lebih dipersingkat.

"Untuk Bandara SSK II, sesuai Notam B0885/20, jam operasional menjadi 06.00 WIB -20.00 WIB, terhitung sejak 10 April 2020 sampai 30 April 2020," kata Yogi.

Disampaikannya, terkait Covid-19 saat ini jumlah penerbangan baik datang dan berangkat di Bandara SSK II, mengalami penurunan. 

Sementara itu dari press release, President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, meski jam operasional dipersingkat, namun bandara-bandara yang dimaksud akan tetap siaga untuk mengantisipasi sejumlah penerbangan dalam kondisi khusus.

“Jam operasional di 12 bandara dipersingkat di tengah pandemi COVID-19, namun demikian PT Angkasa Pura II tetap siaga apabila ada pesawat yang mengalami kendala teknis dan operasional dan membutuhkan bandara untuk mendarat," tuturnya.

"Kami juga siaga jika ada penerbangan terkait medis dan penerbangan logistik khususnya yang mengangkut sampel infection substance COVID-19," sambung dia.

Selain itu dipaparkan Awaluddin, bandara juga tetap dibuka jika ada pesawat yang terpaksa mendarat di luar jam operasional. Misalnya ada keterlambatan keberangkatan di titik origin, atau hal lainnya.(vie)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler