PILIHAN
Pertamina Pastikan Distribusi BBM Sukabumi Aman Pascalongsor
Jakarta, Riauin.com -- PT Pertamina (Persero) memastikan kegiatan operasional distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquid Petroleum Gas (LPG/elpiji) tidak terganggu pascalongsor di Sukabumi, Jawa Barat pada Senin (31/12) malam.
Unit Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III Dewi Sri Utami mengungkapkan terdapat 1 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Cisolok yaitu SPBU Coco Cisolok 31.43301 yang terletak sekitar 30 km dari lokasi longsor.
"Kami turut prihatin atas kejadian longsor Sukabumi. Untuk penyaluran ke SPBU-SPBU di kawasan Pelabuhan Ratu sampai dengan Cisolok tidak mengalami gangguan terkait kejadian longsor tersebut," ujar Dewi dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (2/1).
Dewi menambahkan operasional 13 pangkalan LPG yang berada di Kecamatan Cisolok, Sukabumi juga tidak terkendala. Adapun konsumsi LPG melon 3 kg rata-rata mencapai 1.000 tabung per hari.
"Sejak hari pertama tahun 2019, Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) dan agen di Sukabumi beroperasi normal," ujarnya.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terakhir, jumlah korban dalam kejadian naas ini mencapai 107 orang. Sembilan di antaranya dipastikan tewas tertimbun longsor. Sementara, 34 lainnya masih dalam proses pencarian. Sebanyak 60 orang bisa diselamatkan dan 4 lainnya dirawat intensif di Rumah Sakit Pelabuhan Ratu.(int/nol)
Unit Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III Dewi Sri Utami mengungkapkan terdapat 1 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Cisolok yaitu SPBU Coco Cisolok 31.43301 yang terletak sekitar 30 km dari lokasi longsor.
"Kami turut prihatin atas kejadian longsor Sukabumi. Untuk penyaluran ke SPBU-SPBU di kawasan Pelabuhan Ratu sampai dengan Cisolok tidak mengalami gangguan terkait kejadian longsor tersebut," ujar Dewi dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (2/1).
Dewi menambahkan operasional 13 pangkalan LPG yang berada di Kecamatan Cisolok, Sukabumi juga tidak terkendala. Adapun konsumsi LPG melon 3 kg rata-rata mencapai 1.000 tabung per hari.
"Sejak hari pertama tahun 2019, Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) dan agen di Sukabumi beroperasi normal," ujarnya.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terakhir, jumlah korban dalam kejadian naas ini mencapai 107 orang. Sembilan di antaranya dipastikan tewas tertimbun longsor. Sementara, 34 lainnya masih dalam proses pencarian. Sebanyak 60 orang bisa diselamatkan dan 4 lainnya dirawat intensif di Rumah Sakit Pelabuhan Ratu.(int/nol)
Berita Lainnya
Sinergi Pemprov Riau dan Baznas Biayai Rujukan Sembilan Warga Kurang Mampu ke Jakarta
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan
Satu Helikopter Pemadam dari Australia Diterbangkan ke Riau
Pasar CPO Global Lesu, Harga Sawit Swadaya Riau Turun hingga 11 Persen
Petugas Manggala Agni Jinakkan Karhutla di Siak dan Pelalawan, Titik Api Baru Muncul di Rupat
Sinergi Pemprov Riau dan Baznas Biayai Rujukan Sembilan Warga Kurang Mampu ke Jakarta
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan
Satu Helikopter Pemadam dari Australia Diterbangkan ke Riau
Pasar CPO Global Lesu, Harga Sawit Swadaya Riau Turun hingga 11 Persen
Petugas Manggala Agni Jinakkan Karhutla di Siak dan Pelalawan, Titik Api Baru Muncul di Rupat