PILIHAN
Garuda Mengukir Sejarah di Gelora Bung Karno
05 Oktober 2026
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
Firdaus Minta Pengusaha Tak Ragu Pasang Alat Tapping Box
PEKANBARU, Riauin.com - Walikota Pekanbaru, Firdaus, meminta kepada seluruh pengusaha atau wajib pajak baik hotel, restoran, hiburan dan parkir untuk tidak ragu saat tim dari Badan Pendapatan Daerah (Bapeda) Kota Pekanbaru memasangkan alat perekam data transaksi online (tapping box).
"Tapi box memang barang baru, tapi kita minta seluruh objek pajak untuk tidak ragu. Alat yang kita gunakan ini aman untuk usaha mereka. Jadi biar saling membantu," kata Firdaus, Ahad (28/10/2018).
Firdaus menambahkan, pemasangan tapping box untuk membantu transaksi penerimaan pajak, tentunya para wajib pajak bisa jujur saat membayarkan pajak ke Pemko Pekanbaru.
"Dengan tapping berapa tamu yang datang, segitulah yang tercatat. Untuk itu, kita minta tolong ke pengusaha untuk memungut pajak dari masyarakat dan objek pajak dapat memyetorkan pajak dengan jujur," tegasnya.
Firdaus berharap, sesuai dengan instruksi Presiden, pemasangan alat tapping box di daerah, tentunya bisa memberikan efek yang besar untuk meningkatkan jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Jadi dalam teknisnya Bapenda bekerja juga didampingi KPK dan Kejaksaan agar Pemda bisa mendapatkan anggaran sebesar 10-15 persen dari pajak yang nantinya digunakan untuk pembangunan daerah," ujarnya.
Firdaus menekankan dengan sisa waktu yang hanya dua bulan, Bapenda Pekanbaru bisa mengejar target pemasangan tapping box hingga ratusan unit. "Harapan saya, sampai akhir tahun ada 400 unit terpasang di seluruh wajib pajak. Jadi, tahun depan target bisa ditambah lagi untuk pemasangan alat tapping box ini," cakapnya.(int/nol)
"Tapi box memang barang baru, tapi kita minta seluruh objek pajak untuk tidak ragu. Alat yang kita gunakan ini aman untuk usaha mereka. Jadi biar saling membantu," kata Firdaus, Ahad (28/10/2018).
Firdaus menambahkan, pemasangan tapping box untuk membantu transaksi penerimaan pajak, tentunya para wajib pajak bisa jujur saat membayarkan pajak ke Pemko Pekanbaru.
"Dengan tapping berapa tamu yang datang, segitulah yang tercatat. Untuk itu, kita minta tolong ke pengusaha untuk memungut pajak dari masyarakat dan objek pajak dapat memyetorkan pajak dengan jujur," tegasnya.
Firdaus berharap, sesuai dengan instruksi Presiden, pemasangan alat tapping box di daerah, tentunya bisa memberikan efek yang besar untuk meningkatkan jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Jadi dalam teknisnya Bapenda bekerja juga didampingi KPK dan Kejaksaan agar Pemda bisa mendapatkan anggaran sebesar 10-15 persen dari pajak yang nantinya digunakan untuk pembangunan daerah," ujarnya.
Firdaus menekankan dengan sisa waktu yang hanya dua bulan, Bapenda Pekanbaru bisa mengejar target pemasangan tapping box hingga ratusan unit. "Harapan saya, sampai akhir tahun ada 400 unit terpasang di seluruh wajib pajak. Jadi, tahun depan target bisa ditambah lagi untuk pemasangan alat tapping box ini," cakapnya.(int/nol)
Berita Lainnya
Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik
Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap
Ribuan Hotspot Sumatera Ancam Kualitas Udara Pekanbaru, BMKG Imbau Warga Waspada Asap
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik
Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap
Ribuan Hotspot Sumatera Ancam Kualitas Udara Pekanbaru, BMKG Imbau Warga Waspada Asap
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila