PILIHAN
Garuda Mengukir Sejarah di Gelora Bung Karno
05 Oktober 2026
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
LAM Riau Akan Beri Gelar Adat untuk Presiden Jokowi?
PEKANBARU, Riauin.com - Beredar kabar Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau akan memberi gelar adat (kehormatan) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Namun kabar tersebut langsung dibantah oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau, Datuk Seri Syahril Abu Bakar kepada wartawan, Jumat (12/10/2018) di Pekanbaru.
Syahril mengakui, kalau pihaknya memang ada membahas soal pemberian gelar itu. Namun itu hanya sebatas usulan atau wacana dan belum pasti.
"Belum ada lagi. Itu baru sebatas usulan dan pembicara, tapi belum sampai ke pembicaan ke sana," katanya.
Apalagi menurut Syahril, LAM Riau sendiri juga belum berjumpa dengan Presiden Jokowi yang akan diberi gelar adat.
"Bagaimana mungkin bisa langsung diberikan gelar kehormatan itu. Kita saja belum ketemu. Jadi itu baru wacana kita di internal LAMR.
Dia menambahkan, pemberian gelar kehormatan adat LAMR ini diberikan kepada orang yang berjasa besar terhadap masyarakat Melayu.
"Itu kata kuncinya. Semua sedang dikaji," cetus Syahril. (int/nol)
Namun kabar tersebut langsung dibantah oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau, Datuk Seri Syahril Abu Bakar kepada wartawan, Jumat (12/10/2018) di Pekanbaru.
Syahril mengakui, kalau pihaknya memang ada membahas soal pemberian gelar itu. Namun itu hanya sebatas usulan atau wacana dan belum pasti.
"Belum ada lagi. Itu baru sebatas usulan dan pembicara, tapi belum sampai ke pembicaan ke sana," katanya.
Apalagi menurut Syahril, LAM Riau sendiri juga belum berjumpa dengan Presiden Jokowi yang akan diberi gelar adat.
"Bagaimana mungkin bisa langsung diberikan gelar kehormatan itu. Kita saja belum ketemu. Jadi itu baru wacana kita di internal LAMR.
Dia menambahkan, pemberian gelar kehormatan adat LAMR ini diberikan kepada orang yang berjasa besar terhadap masyarakat Melayu.
"Itu kata kuncinya. Semua sedang dikaji," cetus Syahril. (int/nol)
Berita Lainnya
Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik
Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap
Ribuan Hotspot Sumatera Ancam Kualitas Udara Pekanbaru, BMKG Imbau Warga Waspada Asap
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik
Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap
Ribuan Hotspot Sumatera Ancam Kualitas Udara Pekanbaru, BMKG Imbau Warga Waspada Asap
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila