PILIHAN
UAS Minta Masyarat Pilah Informasi
JAKARTA, Riauin.com - Ustaz Abdul Somad berharap masyarakat dapat memilah-milah informasi secara kritis dan jernih mana yang benar serta mana yang hoaks sehingga tidak disibukkan oleh isu-isu yang saling mempertentangkan.
Ustaz Abdul Somad mengatakan hal itu di sela kegiatan ceramah agama yang diselenggarakan MPR RI dalam rangkaian kegiatan ulang tahun ke-73 Parlemen Indonesia, di lapangan sepak bola, di Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu malam.
Menurut Ustaz Abdul Somad, bangsa Indonesia menjadi besar dan kuat karena menjaga dan mengutamakan persatuan bangsa. "Bangsa Indonesia berjuang melawan penjajah dan kemudian merdeka pada tahun 1945, karena mengutamakan persatuan bangsa," katanya.
Pada tahun politik saat ini, Abdul Somad mengingatkan, agar bangsa Indonesia tetap menjaga dan mengutamakan persatuan bangsa. "Kita bangsa Indonesia, meskipun berbeda-beda suku dan agama, tapi kita sama-sama bangsa Indonesia. Kita semua bersaudara dalam kebangsaan sebagai bangsa Indonesia," katanya.
Menurut Somad, kalau masyarakat Indonesia saat ini ada yang saling mencela di media sosial, mungkin mereka lupa pada perjuangan pendahulunya melawan penjajah. "Masyarakat mungkin terkena amnesia sehingga lupa pada sejarah perjuangan bangsa," katanya.
Abdul Somad menyatakan, dirinya sering mengingatkan masyarakat melalui ceramah-ceramah yang disampaikannya baik di masjid-masjid maupun di kantor-kantor. "Pada malam hari ini, saya diundang ceramah di lembaga negara yang resmi menyerukan persatuan bangsa yakni MPR RI. Apalagi ceramah saya dipublikasi oleh pers," katanya.
Somad berharap, banyak masyarakat yang mendengar ceramahnya serta menyerap maknanya, sehingga dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.(int/nol)
Ustaz Abdul Somad mengatakan hal itu di sela kegiatan ceramah agama yang diselenggarakan MPR RI dalam rangkaian kegiatan ulang tahun ke-73 Parlemen Indonesia, di lapangan sepak bola, di Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu malam.
Menurut Ustaz Abdul Somad, bangsa Indonesia menjadi besar dan kuat karena menjaga dan mengutamakan persatuan bangsa. "Bangsa Indonesia berjuang melawan penjajah dan kemudian merdeka pada tahun 1945, karena mengutamakan persatuan bangsa," katanya.
Pada tahun politik saat ini, Abdul Somad mengingatkan, agar bangsa Indonesia tetap menjaga dan mengutamakan persatuan bangsa. "Kita bangsa Indonesia, meskipun berbeda-beda suku dan agama, tapi kita sama-sama bangsa Indonesia. Kita semua bersaudara dalam kebangsaan sebagai bangsa Indonesia," katanya.
Menurut Somad, kalau masyarakat Indonesia saat ini ada yang saling mencela di media sosial, mungkin mereka lupa pada perjuangan pendahulunya melawan penjajah. "Masyarakat mungkin terkena amnesia sehingga lupa pada sejarah perjuangan bangsa," katanya.
Abdul Somad menyatakan, dirinya sering mengingatkan masyarakat melalui ceramah-ceramah yang disampaikannya baik di masjid-masjid maupun di kantor-kantor. "Pada malam hari ini, saya diundang ceramah di lembaga negara yang resmi menyerukan persatuan bangsa yakni MPR RI. Apalagi ceramah saya dipublikasi oleh pers," katanya.
Somad berharap, banyak masyarakat yang mendengar ceramahnya serta menyerap maknanya, sehingga dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.(int/nol)
Berita Lainnya
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing