PILIHAN
Mencuri Ponsel, Dua Pemuda Tanggung Nyaris Diamuk Massa
PEKANBARU, Riauin.com - Dua pemuda tanggung yang belum diketahui identitasnya, Sabtu (19/5) malam sekira pukul 20.00 WIB dikepung massa usai mencuri sebuah ponsel di sebuah konter ponsel di depan Pom Bensin Jalan Rawamangun Pekanbaru.
Kedua pria itu segera dimasukkan oleh seseorang ke dalam ruko tempat mereka mencuri ponsel, untuk menghindari amukan puluhan massa yang datang mengepung. Kebetulan massa ramai datang lantaran mereka usai sholat Isya dari masjid yang dekat dengan TKP.
Kedua tersangka pelaku merupakan warga Perhentian Marpoyan. Salah satu pria pencuri tersebut masih tergolong anak-anak.
Pantauan wartawan di TKP, dua polisi segera datang dan masuk ke ruko yang ditutup, untuk mengamankan pelaku. Tapi massa ribut diluar minta pelaku dikeluarkan untuk dihukum massa. Polisi dari Sektor Bukitraya tak mau ambil risiko. Setengah jam kemudian datang tiga polisi lagi menggunakan mobil patroli. Polisi mengingatkan massa agar tak main hakim sendiri dengan memukul pelaku. Jika ada yang menyakiti fisik mereka, kami proses secara hukum, kata seorang polisi mewanti-wanti.
Memang tak ada yang berani bertindak, kecuali ngomel-ngomel. Bukan karena takut ancaman polisi, tapi kasihan melihat salah satu pelaku yang kira-kira masih duduk dibangku SMP. Nak dipukul, tak sampai hati pulak, ujar seorang warga.
Kedua pelaku segera dibawa polisi ke kantor untuk proses hukum lebih lanjut.(int/nol)
Kedua pria itu segera dimasukkan oleh seseorang ke dalam ruko tempat mereka mencuri ponsel, untuk menghindari amukan puluhan massa yang datang mengepung. Kebetulan massa ramai datang lantaran mereka usai sholat Isya dari masjid yang dekat dengan TKP.
Kedua tersangka pelaku merupakan warga Perhentian Marpoyan. Salah satu pria pencuri tersebut masih tergolong anak-anak.
Pantauan wartawan di TKP, dua polisi segera datang dan masuk ke ruko yang ditutup, untuk mengamankan pelaku. Tapi massa ribut diluar minta pelaku dikeluarkan untuk dihukum massa. Polisi dari Sektor Bukitraya tak mau ambil risiko. Setengah jam kemudian datang tiga polisi lagi menggunakan mobil patroli. Polisi mengingatkan massa agar tak main hakim sendiri dengan memukul pelaku. Jika ada yang menyakiti fisik mereka, kami proses secara hukum, kata seorang polisi mewanti-wanti.
Memang tak ada yang berani bertindak, kecuali ngomel-ngomel. Bukan karena takut ancaman polisi, tapi kasihan melihat salah satu pelaku yang kira-kira masih duduk dibangku SMP. Nak dipukul, tak sampai hati pulak, ujar seorang warga.
Kedua pelaku segera dibawa polisi ke kantor untuk proses hukum lebih lanjut.(int/nol)
Berita Lainnya
KPK Sudah Pegang Barang Bukti, Bupati dan Sekda Kuansing Diminta Menyerahkan Diri
Ruang Kerja Bupati hingga Sekda Disegel KPK, Pemkab Kuansing Bungkam
Polisi Bidik Aliran Dana Miliaran Rupiah Kades Sontang Rohul
Dugaan Operasi Senyap KPK di Kuansing Picu Ketegangan di Lingkungan Pemkab
Terpidana Perambah Hutan Produksi Riau Serahkan Diri ke Kejaksaan
Identitas Pria Tewas di Kawasan Garuda Sakti Terungkap, Polisi Selidiki Penyebab Kematiannya
KPK Sudah Pegang Barang Bukti, Bupati dan Sekda Kuansing Diminta Menyerahkan Diri
Ruang Kerja Bupati hingga Sekda Disegel KPK, Pemkab Kuansing Bungkam
Polisi Bidik Aliran Dana Miliaran Rupiah Kades Sontang Rohul
Dugaan Operasi Senyap KPK di Kuansing Picu Ketegangan di Lingkungan Pemkab
Terpidana Perambah Hutan Produksi Riau Serahkan Diri ke Kejaksaan
Identitas Pria Tewas di Kawasan Garuda Sakti Terungkap, Polisi Selidiki Penyebab Kematiannya