PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Mencuri Ponsel, Dua Pemuda Tanggung Nyaris Diamuk Massa
PEKANBARU, Riauin.com - Dua pemuda tanggung yang belum diketahui identitasnya, Sabtu (19/5) malam sekira pukul 20.00 WIB dikepung massa usai mencuri sebuah ponsel di sebuah konter ponsel di depan Pom Bensin Jalan Rawamangun Pekanbaru.
Kedua pria itu segera dimasukkan oleh seseorang ke dalam ruko tempat mereka mencuri ponsel, untuk menghindari amukan puluhan massa yang datang mengepung. Kebetulan massa ramai datang lantaran mereka usai sholat Isya dari masjid yang dekat dengan TKP.
Kedua tersangka pelaku merupakan warga Perhentian Marpoyan. Salah satu pria pencuri tersebut masih tergolong anak-anak.
Pantauan wartawan di TKP, dua polisi segera datang dan masuk ke ruko yang ditutup, untuk mengamankan pelaku. Tapi massa ribut diluar minta pelaku dikeluarkan untuk dihukum massa. Polisi dari Sektor Bukitraya tak mau ambil risiko. Setengah jam kemudian datang tiga polisi lagi menggunakan mobil patroli. Polisi mengingatkan massa agar tak main hakim sendiri dengan memukul pelaku. Jika ada yang menyakiti fisik mereka, kami proses secara hukum, kata seorang polisi mewanti-wanti.
Memang tak ada yang berani bertindak, kecuali ngomel-ngomel. Bukan karena takut ancaman polisi, tapi kasihan melihat salah satu pelaku yang kira-kira masih duduk dibangku SMP. Nak dipukul, tak sampai hati pulak, ujar seorang warga.
Kedua pelaku segera dibawa polisi ke kantor untuk proses hukum lebih lanjut.(int/nol)
Kedua pria itu segera dimasukkan oleh seseorang ke dalam ruko tempat mereka mencuri ponsel, untuk menghindari amukan puluhan massa yang datang mengepung. Kebetulan massa ramai datang lantaran mereka usai sholat Isya dari masjid yang dekat dengan TKP.
Kedua tersangka pelaku merupakan warga Perhentian Marpoyan. Salah satu pria pencuri tersebut masih tergolong anak-anak.
Pantauan wartawan di TKP, dua polisi segera datang dan masuk ke ruko yang ditutup, untuk mengamankan pelaku. Tapi massa ribut diluar minta pelaku dikeluarkan untuk dihukum massa. Polisi dari Sektor Bukitraya tak mau ambil risiko. Setengah jam kemudian datang tiga polisi lagi menggunakan mobil patroli. Polisi mengingatkan massa agar tak main hakim sendiri dengan memukul pelaku. Jika ada yang menyakiti fisik mereka, kami proses secara hukum, kata seorang polisi mewanti-wanti.
Memang tak ada yang berani bertindak, kecuali ngomel-ngomel. Bukan karena takut ancaman polisi, tapi kasihan melihat salah satu pelaku yang kira-kira masih duduk dibangku SMP. Nak dipukul, tak sampai hati pulak, ujar seorang warga.
Kedua pelaku segera dibawa polisi ke kantor untuk proses hukum lebih lanjut.(int/nol)
Berita Lainnya
Polres Siak Resmi Tetapkan Pengasuh Ponpes Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Anak
Polresta Pekanbaru Usut Laporan Dugaan Kekerasan Seksual IRT oleh Pengusaha
Polisi Gagalkan Kurir 65 Kg Sabu Malaysia yang Diangkut Pakai Pikap di Bengkalis
Polresta Pekanbaru Tangkap Juru Parkir yang Aniaya Istri Siri di RTH Tunjuk Ajar
Mesin PETI Depan Rumah Warga Dibakar Polisi Kuansing, Operator Lolos Lewat Sungai
Usut 45 Kasus Karhutla, Ditreskrimsus Polda Riau Serahkan 17 Perkara ke JPU
Polres Siak Resmi Tetapkan Pengasuh Ponpes Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Anak
Polresta Pekanbaru Usut Laporan Dugaan Kekerasan Seksual IRT oleh Pengusaha
Polisi Gagalkan Kurir 65 Kg Sabu Malaysia yang Diangkut Pakai Pikap di Bengkalis
Polresta Pekanbaru Tangkap Juru Parkir yang Aniaya Istri Siri di RTH Tunjuk Ajar
Mesin PETI Depan Rumah Warga Dibakar Polisi Kuansing, Operator Lolos Lewat Sungai
Usut 45 Kasus Karhutla, Ditreskrimsus Polda Riau Serahkan 17 Perkara ke JPU