PILIHAN
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
Gas Elpiji Langka dan Mahal di Pekanbaru, Ini yang Dibuat Plt Walikota
PEKANBARU, Riauin.com - Warga Pekanbaru terus mengeluh sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 Kg. Kalaupun ada, harganya melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Menyikapi hal ini, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan membentuk tim terpadu pengawasan penyaluran gas elpiji bersubsidi.
"Tim ini dibentuk agar tidak terjadi kelangkaan dan masyarakat tidak menjerit selama Ramadan. Nah, saya sudah perintahkan Sekko (M Noer, red) membuatkan SK untuk tim terpadu pengawasan penyaluran gas elpiji. Dan diharapkan SK-nya segera selesai. Sebelum bulan Ramadan tim sudah terbentuk dan bisa bekerja mengawasi gas elpiji," kata Plt Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, Kamis (3/5/2018).
Ayat menyebutkan, tim yang dibentuk ini terdiri dari berbagai lintas sektor yang tergabung diantaranya pihak kepolisian, pemerintah, Bhabinkamtibnas dan sektor lainnya. "Nanti tugas tim tersebut adalah melakukan pengawasan sekaligus pemeriksaan secara ketat terhadap pihak di luar warga kurang mampu serta mekanisme distribusi gas melon agar tepat sasaran," ujarnya.
Mantan anggota DPRD Kota Pekanbaru ini menambahkan, persoalan sering terjadinya kelangkaan gas elpiji disinyalir karena banyaknya pengusaha besar di Pekanbaru yang menggunakan gas subsidi. Seharusnya mereka menggunakan gas non subsidi. Padahal suplay gas elpiji bersubsidi memadai hingga akhir tahun.
"Kalau kita sinyalir keberadaan gas elpiji banyak pelaku usaha atau perorangan yang tidak berhak mendapatkan gas melon tersebut. Apalagi anehnya satu RW (Rukun Warga) memiliki beberapa pangkalan elpiji tetapi gas elpiji tetap saja langka," katanya lagi.
Kesulitan masyarakat dalam mendapatkan elpiji 3 Kg, menurut Ayat karena adanya pangkalan yang nakal. Jika sesuai prosedur, warga harusnya tidak sulit mendapatkan gas ini. Setiap pangkalan, dijelaskannya, mendapat jatah sesuai dengan jumlah keluarga yang ada di lingkungannya. Jika satu tabung gas dipakai untuk rumah tangga, paling cepat habis dalam sepekan. Dan tabung tersebut bisa dibeli di pekan berikutnya.
"Namun dalam kenyataannya masih saja ada masyarakat yang sulit mendapatkan gas, serta pangkalan gas yang kehabisan gas di hari pertama gas masuk. Dengan terbentuknya tim tersebut nantinya bisa menindak pangkalan nakal. Dengan upaya yang dilakukan ini diharapkan penyaluran elpiji 3 Kg dapat tepat sasaran untuk warga kurang mampu," pungkasnya.(int/nol)
"Tim ini dibentuk agar tidak terjadi kelangkaan dan masyarakat tidak menjerit selama Ramadan. Nah, saya sudah perintahkan Sekko (M Noer, red) membuatkan SK untuk tim terpadu pengawasan penyaluran gas elpiji. Dan diharapkan SK-nya segera selesai. Sebelum bulan Ramadan tim sudah terbentuk dan bisa bekerja mengawasi gas elpiji," kata Plt Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, Kamis (3/5/2018).
Ayat menyebutkan, tim yang dibentuk ini terdiri dari berbagai lintas sektor yang tergabung diantaranya pihak kepolisian, pemerintah, Bhabinkamtibnas dan sektor lainnya. "Nanti tugas tim tersebut adalah melakukan pengawasan sekaligus pemeriksaan secara ketat terhadap pihak di luar warga kurang mampu serta mekanisme distribusi gas melon agar tepat sasaran," ujarnya.
Mantan anggota DPRD Kota Pekanbaru ini menambahkan, persoalan sering terjadinya kelangkaan gas elpiji disinyalir karena banyaknya pengusaha besar di Pekanbaru yang menggunakan gas subsidi. Seharusnya mereka menggunakan gas non subsidi. Padahal suplay gas elpiji bersubsidi memadai hingga akhir tahun.
"Kalau kita sinyalir keberadaan gas elpiji banyak pelaku usaha atau perorangan yang tidak berhak mendapatkan gas melon tersebut. Apalagi anehnya satu RW (Rukun Warga) memiliki beberapa pangkalan elpiji tetapi gas elpiji tetap saja langka," katanya lagi.
Kesulitan masyarakat dalam mendapatkan elpiji 3 Kg, menurut Ayat karena adanya pangkalan yang nakal. Jika sesuai prosedur, warga harusnya tidak sulit mendapatkan gas ini. Setiap pangkalan, dijelaskannya, mendapat jatah sesuai dengan jumlah keluarga yang ada di lingkungannya. Jika satu tabung gas dipakai untuk rumah tangga, paling cepat habis dalam sepekan. Dan tabung tersebut bisa dibeli di pekan berikutnya.
"Namun dalam kenyataannya masih saja ada masyarakat yang sulit mendapatkan gas, serta pangkalan gas yang kehabisan gas di hari pertama gas masuk. Dengan terbentuknya tim tersebut nantinya bisa menindak pangkalan nakal. Dengan upaya yang dilakukan ini diharapkan penyaluran elpiji 3 Kg dapat tepat sasaran untuk warga kurang mampu," pungkasnya.(int/nol)
Berita Lainnya
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pemko Pekanbaru Bakal Sulap Waduk Cipta Karya Jadi Ruang Publik dan Pusat UMKM
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pemko Pekanbaru Bakal Sulap Waduk Cipta Karya Jadi Ruang Publik dan Pusat UMKM
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar