PILIHAN
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
20 Persen Anggaran Pendidikan Dinilai Tak Cukup Merehab Sekolah di Pekanbaru
PEKANBARU, Riauin.com - Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Zulfan Hafis menilai banyak faktor yang menyebabkan anggaran 20 persen yang diambil dari APBD untuk alokasi pendidikan selalu minim, terutama untuk membangun atau merehab infrastruktur dan sarana prasarana sekolah di Kota Pekanbaru.
Padahal setiap tahun pengajuan untuk rehab sekolah selalu meningkat karena sudah banyak yang termakan usia sehingga tidak layak lagi digunakan. Untuk melakukan renovasi dan rehabilitasi, pastinya membutuhkan biaya yang tidak sedikit sehingga perlu dicarikan solusi.
"Berbagai macam faktor salah satunya akibat PAD yang tidak capai target. Itu menjadi tugas bersama, terutama bagi Bapeda dan OPD terkait seperti DPM-PTSP dan Bapenda Pekanbaru. Mudah-mudahan, anggarannya dinaikkan karena Disdik Pekanbaru sudah 3 kali mengajukan perubahan anggaran untuk pembangunan infrastruktur pendidikan," ungkap Zulfan, Kamis (26/4/2018).
Lanjut politisi Nasdem ini, awalnya dulu anggaran Rp100 miliar, kemudian turun jadi Rp90 miliar dan terakhir yang dikabulkan cuma Rp82 miliar untuk tahun 2018 ini. Ada ratusan sekolah yang mengajukan untuk perbaikan atau merehab sekolah, sedangkan jumlah uang yang dimiliki hanya sedikit.
Untuk itu, Pihaknya di DPRD berharap sekolah yang sudah mengajukan rehab diminta untuk bersabar, karena anggaran Disdik Pekanbaru akan kembali direvisi dalam APBD perubahan nanti. Tahun ini, Disdik Pekanbaru juga tidak mengadakan pembangunan sekolah baru akibat terbatasnya jumlah APBD Pekanbaru.(int/nol)
Padahal setiap tahun pengajuan untuk rehab sekolah selalu meningkat karena sudah banyak yang termakan usia sehingga tidak layak lagi digunakan. Untuk melakukan renovasi dan rehabilitasi, pastinya membutuhkan biaya yang tidak sedikit sehingga perlu dicarikan solusi.
"Berbagai macam faktor salah satunya akibat PAD yang tidak capai target. Itu menjadi tugas bersama, terutama bagi Bapeda dan OPD terkait seperti DPM-PTSP dan Bapenda Pekanbaru. Mudah-mudahan, anggarannya dinaikkan karena Disdik Pekanbaru sudah 3 kali mengajukan perubahan anggaran untuk pembangunan infrastruktur pendidikan," ungkap Zulfan, Kamis (26/4/2018).
Lanjut politisi Nasdem ini, awalnya dulu anggaran Rp100 miliar, kemudian turun jadi Rp90 miliar dan terakhir yang dikabulkan cuma Rp82 miliar untuk tahun 2018 ini. Ada ratusan sekolah yang mengajukan untuk perbaikan atau merehab sekolah, sedangkan jumlah uang yang dimiliki hanya sedikit.
Untuk itu, Pihaknya di DPRD berharap sekolah yang sudah mengajukan rehab diminta untuk bersabar, karena anggaran Disdik Pekanbaru akan kembali direvisi dalam APBD perubahan nanti. Tahun ini, Disdik Pekanbaru juga tidak mengadakan pembangunan sekolah baru akibat terbatasnya jumlah APBD Pekanbaru.(int/nol)
Berita Lainnya
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pemko Pekanbaru Bakal Sulap Waduk Cipta Karya Jadi Ruang Publik dan Pusat UMKM
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pemko Pekanbaru Bakal Sulap Waduk Cipta Karya Jadi Ruang Publik dan Pusat UMKM
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar