PILIHAN
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
Fitra Nilai Anggaran Karlahut 2018 Riau Sangat Minim
PEKANBARU, Riauin.com - Anggaran untuk pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) pada tahun 2018 sangat minim, yakni Rp6,8 miliar. Anggaran ini jauh berkurang dibanding tahun lalu yang mencapai Rp29,3 miliar.
"Penurunannya sangat signifikan hingga 77 persen untuk alokasi anggaran Karlahut 2018. Tahun ini alokasi anggaran sebesar Rp6,8 miliar, sementara tahun lalu mencapai Rp29,3 miliar," kata Kepala Bidang Riset dan Advokat Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau, Tarmidzi kepada Wartawan di Pekanbaru, Jumat (2/3/2018).
Ia mengakui, selama dua tahun terakhir, tahun 2016 hingga tahun 2017 lalu, kondisi Karlahut di Provinsi Riau turun signifikan. Namun, kata dia, kondisi itu tidak lepas dari kondisi cuaca yang dibarengi oleh adanya fenomena La Nina.
Ia khawatir kondisi di 2015 terulang lagi mengingat hingga dua bulan pertama Februari 2018 kebakaran lahan di Riau mencapai lebih dari 750 hektare di 11 kabupaten dan kota. Wilayah Meranti merupakan daerah yang mengalami kebakaran terparah mencapai lebih dari 230 hektare.
Kondisi itu terancam lebih parah saat akademisi Universitas Riau merilis hasil penelitian yang menyebut kebakaran lahan gambut di Meranti sebenarnya mencapai 1.224 hektare. "Seharusnya Pemerintah belajar dari 2015 lalu," jelasnya.
Fitra juga menilai belum baiknya koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Riau dalam menangani Karlahut. Seharusnya, Pemprov Riau mulai berbagi tugas di masing-masing OPD.
Misalnya, Dinas Lingkungan dan Kehutanan fokus melakukan pencegahan, dan BPBD Riau penanggulangan serta Dinas Kesehatan melakukan pemulihan korban dampak Karhutla.
"Harus ada pencegahan, sinergi yang baik serta tidak tumpang tindih. Jadi tidak hanya penanggulangan saja yang terus terulang tiap tahun," imbuhnya.(int/nol)
"Penurunannya sangat signifikan hingga 77 persen untuk alokasi anggaran Karlahut 2018. Tahun ini alokasi anggaran sebesar Rp6,8 miliar, sementara tahun lalu mencapai Rp29,3 miliar," kata Kepala Bidang Riset dan Advokat Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau, Tarmidzi kepada Wartawan di Pekanbaru, Jumat (2/3/2018).
Ia mengakui, selama dua tahun terakhir, tahun 2016 hingga tahun 2017 lalu, kondisi Karlahut di Provinsi Riau turun signifikan. Namun, kata dia, kondisi itu tidak lepas dari kondisi cuaca yang dibarengi oleh adanya fenomena La Nina.
Ia khawatir kondisi di 2015 terulang lagi mengingat hingga dua bulan pertama Februari 2018 kebakaran lahan di Riau mencapai lebih dari 750 hektare di 11 kabupaten dan kota. Wilayah Meranti merupakan daerah yang mengalami kebakaran terparah mencapai lebih dari 230 hektare.
Kondisi itu terancam lebih parah saat akademisi Universitas Riau merilis hasil penelitian yang menyebut kebakaran lahan gambut di Meranti sebenarnya mencapai 1.224 hektare. "Seharusnya Pemerintah belajar dari 2015 lalu," jelasnya.
Fitra juga menilai belum baiknya koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Riau dalam menangani Karlahut. Seharusnya, Pemprov Riau mulai berbagi tugas di masing-masing OPD.
Misalnya, Dinas Lingkungan dan Kehutanan fokus melakukan pencegahan, dan BPBD Riau penanggulangan serta Dinas Kesehatan melakukan pemulihan korban dampak Karhutla.
"Harus ada pencegahan, sinergi yang baik serta tidak tumpang tindih. Jadi tidak hanya penanggulangan saja yang terus terulang tiap tahun," imbuhnya.(int/nol)
Berita Lainnya
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pemko Pekanbaru Bakal Sulap Waduk Cipta Karya Jadi Ruang Publik dan Pusat UMKM
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pemko Pekanbaru Bakal Sulap Waduk Cipta Karya Jadi Ruang Publik dan Pusat UMKM
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar