PILIHAN
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
Harga Minyak Dunia Naik, Angin Segar Bagi DBH Riau
PEKANBARU, Riauin.com - Naiknya harga minyak mentah dunia tahun 2018 menjadi angin segar bagi provinsi Riau, yang notabenya daerah penghasil minyak dan gas (Migas).
"Kalau minyak dunia naik tentu ini jadi angin segar bagi Dana Bagi Hasil (DBH) Riau," kata Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Riau, Syahrial Abdi, kepada wartawan, Ahad (4/3/2018).
Kabar menggembirakan itu, sebut Syahrial, tentunya produksi Migas Riau dapat ditingkatkan dan dipertahankan, supaya lifting secara otomatis akan terjadi kenaikan.
"Perhitungan DBH itu berdasarkan basicly lifting. Harapan kita kalau produksi bisa dipertahankan dan ditingkatkan, harga naik, lifting pasti akan terjadi kenaikan, instrumen perhitungan DBH pasti akan naik. Sepanjang faktor-faktor pengurang yang menjadi komponen recovery tidak ikut naik," terangnya.
Kalau faktor pengurang yang menjadi komponen recovery ikut mengalami kenaikan, lanjut mantan Pj Bupati Kampar ini, maka akan berimplikasi terhadap bagi hasil Migas.
"Tentu kita tidak berharap itu. Itu perkiraan kita kalau sampai komponen recovery ikut naik," tukas mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau ini.(int/nol)
"Kalau minyak dunia naik tentu ini jadi angin segar bagi Dana Bagi Hasil (DBH) Riau," kata Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Riau, Syahrial Abdi, kepada wartawan, Ahad (4/3/2018).
Kabar menggembirakan itu, sebut Syahrial, tentunya produksi Migas Riau dapat ditingkatkan dan dipertahankan, supaya lifting secara otomatis akan terjadi kenaikan.
"Perhitungan DBH itu berdasarkan basicly lifting. Harapan kita kalau produksi bisa dipertahankan dan ditingkatkan, harga naik, lifting pasti akan terjadi kenaikan, instrumen perhitungan DBH pasti akan naik. Sepanjang faktor-faktor pengurang yang menjadi komponen recovery tidak ikut naik," terangnya.
Kalau faktor pengurang yang menjadi komponen recovery ikut mengalami kenaikan, lanjut mantan Pj Bupati Kampar ini, maka akan berimplikasi terhadap bagi hasil Migas.
"Tentu kita tidak berharap itu. Itu perkiraan kita kalau sampai komponen recovery ikut naik," tukas mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau ini.(int/nol)
Berita Lainnya
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pemko Pekanbaru Bakal Sulap Waduk Cipta Karya Jadi Ruang Publik dan Pusat UMKM
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pemko Pekanbaru Bakal Sulap Waduk Cipta Karya Jadi Ruang Publik dan Pusat UMKM
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar