PILIHAN
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
Pemko Diminta Evaluasi PT ARB yang Dinilai Tak Becus Bagun Pasar Induk
PEKANBARU, Riauin.com - Setahun diberi kepercayaan untuk membangun Pasar Induk Pekanbaru, namun hingga saat ini realisasi pembangunan pasar oleh kontraktor PT. Agung Rafa Bonai (ARB) tak menunjukkan progres positif.
Untuk itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Roni Amriel, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru segera ambil sikap. Pasalnya Pasar Induk tidak boleh stagnan progresnya.
Perusahaan ini disebutkannya, tidak layak dipercaya membangun Pasar Induk. Apapun alasannya, baik itu perizinan maupun keterbatasan anggaran. Hal ini tidak perlu menjadi bahan pertimbangan. Seharusnya, selaku perusahaan yang sudah memenangkan tender, sudah siap dengan segala risiko.
Untuk itu Roni meminta agar Pemko melalui Dinas Perdagangan dan Perindutrian (DPP) Pekanbaru mempublikasikan hasil sebenarnya tentang Pasar Induk ini. "Sebab, anggaran pembangunannya menggunakan uang rakyat, yang bersumber dari APBD Pekanbaru," ujarnya.
Soal progres pembangunan pasar induk ini ditegaskan Politisi Golkar ini sudah sejak akhir tahun 2017 dipertanyakan evaluasinya. Dirinya juga menilai, hasil tender pengerjaan Pasar Induk diawal yang dimenangkan PT ARB, anggaran pembangunannya mencapai Rp94 miliar, dan dibangun di atas lahan seluas 3,2 hektare.
"Jika sesuai kontrak awal pengerjaannya dimulai tahun 2017 hingga 2018, maka tahun selanjutnya, bisa dioperasionalkan," katanya. (int/nol)
Untuk itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Roni Amriel, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru segera ambil sikap. Pasalnya Pasar Induk tidak boleh stagnan progresnya.
Perusahaan ini disebutkannya, tidak layak dipercaya membangun Pasar Induk. Apapun alasannya, baik itu perizinan maupun keterbatasan anggaran. Hal ini tidak perlu menjadi bahan pertimbangan. Seharusnya, selaku perusahaan yang sudah memenangkan tender, sudah siap dengan segala risiko.
Untuk itu Roni meminta agar Pemko melalui Dinas Perdagangan dan Perindutrian (DPP) Pekanbaru mempublikasikan hasil sebenarnya tentang Pasar Induk ini. "Sebab, anggaran pembangunannya menggunakan uang rakyat, yang bersumber dari APBD Pekanbaru," ujarnya.
Soal progres pembangunan pasar induk ini ditegaskan Politisi Golkar ini sudah sejak akhir tahun 2017 dipertanyakan evaluasinya. Dirinya juga menilai, hasil tender pengerjaan Pasar Induk diawal yang dimenangkan PT ARB, anggaran pembangunannya mencapai Rp94 miliar, dan dibangun di atas lahan seluas 3,2 hektare.
"Jika sesuai kontrak awal pengerjaannya dimulai tahun 2017 hingga 2018, maka tahun selanjutnya, bisa dioperasionalkan," katanya. (int/nol)
Berita Lainnya
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pemko Pekanbaru Bakal Sulap Waduk Cipta Karya Jadi Ruang Publik dan Pusat UMKM
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pemko Pekanbaru Bakal Sulap Waduk Cipta Karya Jadi Ruang Publik dan Pusat UMKM
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar