PILIHAN
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
Ini yang Mau Dibenahi LE Pertama Sekali Jika Jadi Gubernur Riau
Riauin.com - Bakal Calon Gubernur Riau Lukman Edy (LE) merasa prihatin dengan kondisi birokrasi di Pemerintahan Provinsi Riau saat ini. Karena itu, calon gubernur yang populer dengan 'Next Gubri Zaman Now' ini bertekad untuk melakukan pembenahan dan 'upgrading' birokrasi.
"Hal krusial yang pertama sekali dibenahi adalah membenahi kultur birokrasi kita. Hari ini birokrasi kita macet, hopeless, putus asa. Bagaimana kita bisa bicara tentang kebangkitan ekonomi kalau birokrasi kita tidak diupgrade? Jadi, upgrade birokrasi ini adalah langkah pertama yang harus dibenahi," kata Lukman Edy kepada wartawan baru-baru ini.
Dijelaskan Lukman Edy, kultur birokrasi Riau mengalami kemunduran luar biasa dalam lima tahun terakhir ini tanpa ada upaya pembenahan.
"Birokrasi kita menghadapi situasi psikologi dimana terjadi demoralisasi. Mereka menghadapi tiga kali berturut-turut gubernurnya ditangkap KPK. Pejabat ASN-nya ikut terseret hukum juga. Sehingga mereka jadi shock. Namun meskipun mereka shock, toh hari ini tidak ada shock terapi yang dibuat sehingga shocknya berkelanjutan sampai hari ini dan mempengaruhi kerja mereka," cakap pria yang pernah menjadi menteri di era Presiden SBY ini.
Ketika ditanya apa solusi LE untuk membenahi kultur birokrasi ini, ia mengatakan ia akan melakukan 'upgrading' dengan cara memberikan pendidikan birokrasi dan menciptakan suasana kerja yang kondusif.
"Kita perlu mengirim tenaga ASN kita ke pendidikan-pendidikan dan pelatihan-pelatihan sehingga mereka ter-upgrade. Selain itu, kita juga harus menciptakan suasana kerja yang kondusif sehingga mereka bisa bekerja dengan baik," paparnya lagi.
Ketika disinggung tentang tenaga honorer, Lukman Edy pun menyebutkan bahwa tenaga honorer juga harus mendapatkan perhatian yang pasti. "Berbicara tentang tenaga kerja kan bicara tentang hidup orang. Karenanya kita harus memberikan kejelasan bagi mereka. Kita contoh saja di DKI Jakarta, tenaga honorernya mendapatkan hak mereka secara layak, gaji mereka minimal UMR. Masa Riau tidak bisa?" ujarnya.(int/nol)
sumber: cakaplah
"Hal krusial yang pertama sekali dibenahi adalah membenahi kultur birokrasi kita. Hari ini birokrasi kita macet, hopeless, putus asa. Bagaimana kita bisa bicara tentang kebangkitan ekonomi kalau birokrasi kita tidak diupgrade? Jadi, upgrade birokrasi ini adalah langkah pertama yang harus dibenahi," kata Lukman Edy kepada wartawan baru-baru ini.
Dijelaskan Lukman Edy, kultur birokrasi Riau mengalami kemunduran luar biasa dalam lima tahun terakhir ini tanpa ada upaya pembenahan.
"Birokrasi kita menghadapi situasi psikologi dimana terjadi demoralisasi. Mereka menghadapi tiga kali berturut-turut gubernurnya ditangkap KPK. Pejabat ASN-nya ikut terseret hukum juga. Sehingga mereka jadi shock. Namun meskipun mereka shock, toh hari ini tidak ada shock terapi yang dibuat sehingga shocknya berkelanjutan sampai hari ini dan mempengaruhi kerja mereka," cakap pria yang pernah menjadi menteri di era Presiden SBY ini.
Ketika ditanya apa solusi LE untuk membenahi kultur birokrasi ini, ia mengatakan ia akan melakukan 'upgrading' dengan cara memberikan pendidikan birokrasi dan menciptakan suasana kerja yang kondusif.
"Kita perlu mengirim tenaga ASN kita ke pendidikan-pendidikan dan pelatihan-pelatihan sehingga mereka ter-upgrade. Selain itu, kita juga harus menciptakan suasana kerja yang kondusif sehingga mereka bisa bekerja dengan baik," paparnya lagi.
Ketika disinggung tentang tenaga honorer, Lukman Edy pun menyebutkan bahwa tenaga honorer juga harus mendapatkan perhatian yang pasti. "Berbicara tentang tenaga kerja kan bicara tentang hidup orang. Karenanya kita harus memberikan kejelasan bagi mereka. Kita contoh saja di DKI Jakarta, tenaga honorernya mendapatkan hak mereka secara layak, gaji mereka minimal UMR. Masa Riau tidak bisa?" ujarnya.(int/nol)
sumber: cakaplah
Berita Lainnya
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pemko Pekanbaru Bakal Sulap Waduk Cipta Karya Jadi Ruang Publik dan Pusat UMKM
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pemko Pekanbaru Bakal Sulap Waduk Cipta Karya Jadi Ruang Publik dan Pusat UMKM
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar