Jumlah Hotspot di Riau Turun Drastis, Sisa 10 Titik
RIAUIN.COM - Jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Riau mengalami penurunan sangat signifikan. Pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga pukul 23.00 WIB mencatat hanya tersisa 10 titik panas yang tersebar di wilayah Riau.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru Gita DS menyampaikan bahwa kondisi basah akibat guyuran hujan beberapa hari terakhir menjadi faktor utama yang menekan munculnya titik api.
“Pada pagi hari, berdasarkan pantauan citra radar cuaca, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di sebagian wilayah Indragiri Hulu, Indragiri Hilir dan Kepulauan Meranti,” kata Gita, Selasa (1/9/2026).
BMKG merincikan sebaran 10 titik panas di Riau tersebut berada di Indragiri Hulu sebanyak lima titik, Bengkalis dua titik, Pelalawan dua titik, dan Indragiri Hilir satu titik. Angka ini menempatkan Riau sebagai salah satu provinsi dengan jumlah titik panas paling rendah di Sumatra, berbanding jauh dengan total 1.153 titik panas di tingkat regional yang didominasi Sumatra Selatan sebanyak 715 titik dan Bangka Belitung 187 titik.
Meski titik panas berkurang drastis, potensi hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi di beberapa wilayah Riau dari siang hingga malam hari.
“Pada sore hingga malam hari, hujan dengan intensitas ringan diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis dan Kota Dumai,” ujar Gita.
Suhu udara Riau berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat Celcius dengan kelembapan 50 hingga 97 persen. Angin bertiup dari tenggara ke barat daya dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.
Kondisi gelombang di perairan Provinsi Riau juga diprakirakan cukup aman. BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Riau.
“Peringatan dini untuk wilayah Riau nihil. Gelombang tinggi di wilayah perairan Provinsi Riau diprakirakan berkisar 0,5 hingga 1,25 meter atau masih dalam kategori rendah,” jelas Gita.
Meskipun ancaman titik panas menyusut, masyarakat Riau tetap diimbau untuk menjaga kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di kawasan yang masih mendung dan berudara kabur. (Bil)
Berita Lainnya
Pemprov Riau Libatkan Pemerintahan Desa untuk Perketat Pengawasan Karhutla
DPRD Riau Duga Pembayaran Pajak Tunai Rawan Penyelewengan, Bapenda Diminta Sediakan Opsi Digital
Pengawasan Lahan Bekas Karhutla Diperketat, Plt Gubri Warning Pelaku Pembakaran
Beras SPHP Dijual Rp60 Ribu, Pemprov Riau Distribusikan Sembako Murah di 5 Lokasi
BMKG Deteksi 1.874 Titik Panas di Sumatera, Riau Sumbang 62 Hotspot
Krisis Air Hambat Pemadaman Karhutla 642 Hektare di Terusan Pelalawan
Pemprov Riau Libatkan Pemerintahan Desa untuk Perketat Pengawasan Karhutla
DPRD Riau Duga Pembayaran Pajak Tunai Rawan Penyelewengan, Bapenda Diminta Sediakan Opsi Digital
Pengawasan Lahan Bekas Karhutla Diperketat, Plt Gubri Warning Pelaku Pembakaran
Beras SPHP Dijual Rp60 Ribu, Pemprov Riau Distribusikan Sembako Murah di 5 Lokasi
BMKG Deteksi 1.874 Titik Panas di Sumatera, Riau Sumbang 62 Hotspot
Krisis Air Hambat Pemadaman Karhutla 642 Hektare di Terusan Pelalawan